... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemerintah Disarankan Bermusyawarah, Bukannya Revisi UU Ormas

Foto: Diskusi Urgensi Revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan di PB HMI, Jakarta Selatan, Senin (13/03).
KIBLAT.NET, Jakarta – Revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tengah berlangsung. Pemerintah yang merupakan penggerak revisi ini menegaskan ormas perlu diatur kembali, agar nilai-nilai yang diamanahkan tetap terjaga.
Untuk menggali masalah tersebut, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam menggelar diskusi terkait di Graha Dipo Insan Cita, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Senin (13/3).

“Dalam (revisi UU) Ormas ini kan diatur semacam larangan, yaitu agar ormas tidak mengembangkan paham yang bertentangan dengan Pancasila. Nah, sekarang mau kita perjelas larangan itu bagaimana sehingga tidak terjadi multitafsir,” ucap Direktur Ormas Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad.
Menurut La Ode, aturan itu penting karena ada potensi ormas-ormas yang menjadi wadah berkembangnya paham yang berlawanan dengan Pancasila. Selain itu, La Ode menyebut revisi UU Ormas itu penting terkait dengan proses pendaftaran ormas yang belum terintegrasi dengan baik.
“Ada potensi ormas yang dianggap tempat berkembangnya paham yang tidak sejalan dengan Pancasila, contohnya paham radikal. Selain itu, ada informasi proses pendaftaran ormas belum terintegrasi dengan baik. Oleh karena itu, ke depan, integrasi ini akan kita bangun,” ucap La Ode.
Karenanya, La Ode mengatakan, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan. La Ode menyebut pemerintah tidak akan terburu-buru mengkaji revisi UU itu agar hasilnya maksimal.
“Saat ini pemerintah melakukan review, tapi tentunya kita tidak terburu-buru. Akan tetapi, kita menampung pikiran dari berbagai elemen masyarakat. Kami tentunya mengharapkan saran dalam kesempatan ini, agar penataan ormas ke depan bisa lebih kredibel dan bisa memberikan kemaslahatan bagi kita bersama dalam berorganisasi,” kata La Ode.
Sementara itu, Sosiolog Syahganda Nainggolan yang juga menjadi pemateri dalam diskusi tersebut memberi masukan tentang pentingnya melakukan musyawarah mufakat di dalam menyikapi revisi UU Ormas.
Menurutnya, jika ada ormas yang dianggap bertentangan, bisa dipanggil dan dibicarakan secara baik-baik agar keberlangsungan ormas juga terjamin dan sesuai seperti yang diharapkan.
“Kita bisa gunakan local wisdom kita, dibicarakan. Itu yang menurut saya yang terpenting. Jadi, kalau urgensinya cuma mau menurunkan aksi-aksi pihak yang dianggap buat onar, menurut saya, tidak perlu revisi. Karena itu makan waktu dan biaya banyak,” kata Syahganda.
Mantan aktivis ITB ini menyarankan sebaiknya pemerintah melakukan pembicaraan, diskusi dan musyawarah dengan ormas-ormas yang ada. Hal itu lebih etik ketimbang melakukan revisi UU Ormas secara sepihak.
Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Fajar Shadiq
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Kemenangan Tokoh Ekstremis Perancis Bahayakan Keuangan Eropa

Sebuah perusahaan induk terkemuka asal Swiss, Credit Suisse, menganggap tokoh ekstrim sayap kanan Perancis Marine Le Pen sangat membahayakan stabilitas Eropa.

Selasa, 14/03/2017 17:36 0

Suara Pembaca

Tutup Musyawarah Kerja Yayasan Amanatul Ummah, Ini Pesan Wakil Bupati Poso

Melalui kesempatan tersebut Wakil Bupati Poso juga berpesan kepada jajaran Yayasan Wakaf Amanatul Ummah agar tetap konsisten dengan tugas mulia yayasan.

Selasa, 14/03/2017 17:03 0

Info Event

Asah Kemampuan Jurnalistik dan Kepenulisan, FPM STAI Denpasar Gelar Seminar

Kegiatan Seminar Jurnalistik dan Kepenulisan ini didukung penuh oleh Kampus STAI Denpasar dan Kominfo DEMA STAI Denpasar. Diakhir acara para peserta yang beruntung mendapatkan merchandise buku dari Muhammad Taufik Maulana.

Selasa, 14/03/2017 16:23 0

Suriah

Bantah Laporan Al-Jazeera, Ahrar Syam: Kami Tidak Menganut Sistem Demokrasi

Gerakan Ahrar Syam membantah pemberitaan media massa bahwa pihaknya mendukung sistem demokrasi di Suriah. Lebih lanjut, Ahrar Syam menegaskan akan memberlakukan sistem syuro.

Selasa, 14/03/2017 13:30 0

Turki

Ketegangan Turki-Belanda Picu Reaksi Internasional

Ketegangan antara Turki dan Belanda yang berawal dari pelarangan masuk terhadap sejumlah menteri Turki telah memicu reaksi pejabat-pejabat tinggi di seluruh dunia.

Selasa, 14/03/2017 13:01 0

Tazkiyah

Siasat Cerdas Amru bin Ash

Amru pun berdiri lalu pergi kepada pasukannya. Barulah Artabon menyadari bahwa utusan yang telah datang kepadanya tersebut adalah Amru bin Ash. Ia berkata, “Orang itu telah memperdayaku. Orang itu, demi Allah, adalah orang Arab yang paling cerdik (sedangkan di dalam riwayat AthThabari, ‘Makhluk yang paling cerdik’).” Ketika berita itu sampai kepada Umar, ia berkata, “Amru bin Ash memang hebat.”

Selasa, 14/03/2017 12:34 0

Info Event

Ikutilah Tabligh Akbar ‘Menjaga Spirit 212 Satukan Langkah Bela Ulama’

Forum Umat Islam Semarang (FUIS) bekerjasama dengan Takmir Masjid Mujahidin Semarang mengadakan Tabligh Akbar dengan tema: "MENJAGA SPIRIT 212 - MENYATUKAN LANGKAH MEMBELA ISLAM & ULAMA"

Selasa, 14/03/2017 11:46 0

Mesir

Presiden Mesir Penerus Anwar Sadat Akan Segera Dibebaskan

Mantan presiden Mesir, Husni Mubarak akan dibebaskan dari penahanan di sebuah rumah sakit militer. Demikian menurut penuturan jaksa penuntut umum memutuskan kemarin, Senin (13/03).

Selasa, 14/03/2017 11:14 0

Afrika

Tim SOS Somalia Aksi Cepat Tanggap Berangkat Merespon Kelaparan

Di Baidoa, merespons krisis kelaparan yang meledak sejak dua pekan terakhir, Tim Aksi Cepat Tanggap untuk Somalia akan mendistribusikan ribuan paket pangan. Sebarannya menjangkau desa-desa gersang di Mogadishu, Baidoa sampai ke Doolow di utara Somalia.

Senin, 13/03/2017 17:53 0

Palestina

Tolak Undang-Undang Israel, Mufti Palestina: Adzan Akan Tetap Berkumandang

"Adzan akan tetap dikumandangkan. Dan kami tidak akan mengakui hukum apa pun yang menganggu iman dan ibadah kami,"

Senin, 13/03/2017 17:31 0

Close