... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Oleh Trump, Aturan Operasi Kontra Teror Semakin Dilonggarkan

Foto: Donald Trump, akselerator kejatuhan imperium AS.

KIBLAT.NET, Washington – Agresifitas militer AS sudah sedemikian jauh dengan secara aktif melakukan serangan-serangan di berbagai tempat. Meskipun mereka tidak secara langsung terlibat dalam perang konvensional di tempat-tempat itu.

Di balik serangan-serangan mematikan tersebut, ternyata ada seperangkat aturan yang sebenarnya membatasi dan mengatur seberapa jauh militer AS boleh bertindak.

Baru-baru ini, Presiden Trump disebut sedang berupaya mencari terobosan untuk menghilangkan atau meminimalisir regulasi yang berpotensi membatasi serangan-serangan tersebut. Terutama berkaitan dengan serangan yang berisiko menyebabkan korban sipil.

Trump juga berharap adanya pelonggaran-pelonggaran yang secara dramatis akan mempreteli berbagai larangan yang pada akhirnya membolehkan pihak militer memiliki akses yang lebih bebas untuk melakukan serangan-serangan ke negara-negara Muslim.

Manuver pertama Trump adalah mengotak-atik batasan tentang definisi yang masuk kategori “non-medan tepur”.

Secara sepihak sejumlah wilayah di Yaman dinyatakan sebagai “area aktif pertempuran” sehingga AS bebas melancarkan serangan di wilayah-wilayah yang notabene merupakan wilayah sipil non-kombatan dengan status kebal hukum.

Para pejabat resmi Washington mengatakan sebagian besar wilayah di Somalia juga akan di-definisikan ulang dan dianggap sebagai “medan tempur” dalam beberapa hari ke depan.

Meskipun demikian, belum diketahui apakah langkah kontroversial ini akan dijadikan solusi jangka panjang yang pada akhirnya akan diadopsi Washington untuk diterapkan ke seluruh dunia.

Yang pasti, banyaknya jumlah korban sipil yang tewas akibat serangan terbesar pertama Trump di Yaman ini merupakan bencana kemanusiaan yang tidak bisa diterima.

BACA JUGA  Pengadilan AS Vonis Bebas Perwira Marinir yang Bantai Sipil Mosul

Demikian juga, “solusi” ala Trump yang secara sepihak akan menganggap aksi-aksi brutal militer negaranya sebagai tindakan yang sah merupakan sebuah manuver gila.

 

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: Antiwar.com

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Saksi dari Bangka Belitung Buktikan Niat Ahok Nodai Agama Sudah Sejak Lama

Koordinator pengawalan sidang Ahok dari Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution menilai bahwa niat Ahok untuk menodai Al-Quran sudah ada sejak lama.

Selasa, 14/03/2017 18:48 0

Indonesia

Pemerintah Disarankan Bermusyawarah, Bukannya Revisi UU Ormas

La Ode menyebut revisi UU Ormas itu penting terkait dengan proses pendaftaran ormas yang belum terintegrasi dengan baik. Ada pula potensi ormas-ormas yang menjadi wadah berkembangnya paham yang berlawanan dengan Pancasila.

Selasa, 14/03/2017 18:00 0

Suara Pembaca

Tutup Musyawarah Kerja Yayasan Amanatul Ummah, Ini Pesan Wakil Bupati Poso

Melalui kesempatan tersebut Wakil Bupati Poso juga berpesan kepada jajaran Yayasan Wakaf Amanatul Ummah agar tetap konsisten dengan tugas mulia yayasan.

Selasa, 14/03/2017 17:03 0

Info Event

Asah Kemampuan Jurnalistik dan Kepenulisan, FPM STAI Denpasar Gelar Seminar

Kegiatan Seminar Jurnalistik dan Kepenulisan ini didukung penuh oleh Kampus STAI Denpasar dan Kominfo DEMA STAI Denpasar. Diakhir acara para peserta yang beruntung mendapatkan merchandise buku dari Muhammad Taufik Maulana.

Selasa, 14/03/2017 16:23 0

Indonesia

Saksi Ahok Ungkit Kekalahan di Pilkada Babel dalam Sidang Penistaan Agama

Nasrullah juga menegaskan bahwa jika Ahok dan tim penasehat hukumnya membawa permasalahan Pilkada di Bangka Belitung dalam sidang penodaan agama tidaklah relevan.

Selasa, 14/03/2017 15:43 0

Indonesia

Sekjen Al-Khairaat Poso: Sabar, Fokus dan Kerja Keras Jadi Kunci Muslim Sukses

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jendral Al-Khairaat Poso, DR. H. Lukman S. Tahrir, MA dalam materi ceramah ilmiahnya

Selasa, 14/03/2017 14:29 0

Indonesia

Polri: Ormas yang Melanggar Hukum Akan Disanksi

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan akan menjalankan mekanisme penjatuhan sanksi kepada organisasi masyarakat (ormas) yang melanggar hukum.

Selasa, 14/03/2017 14:05 0

Indonesia

Saling Salip, Anggota Brimob Polda Jatim Tembak Mati Mahasiswa Muhammadiyah

Hingga kini penyelidikan kasus penembakan oleh Briptu Bismy Mahesa Bagus (BM) terhadap Dedi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, masih terus dilakukan. Anggota Brimob Polda Jawa Timur itu masih menjalani pemeriksaan Div. Propam Polda Jatim.

Selasa, 14/03/2017 13:42 2

Indonesia

Kadiv Humas: Ormas yang Melanggar Hukum Akan Dijatuhi Sanksi

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan akan menjalankan mekanisme penjatuhan sanksi kepada Organisasi Masyarakat (Ormas) yang melanggar hukum.

Selasa, 14/03/2017 13:18 0

Tazkiyah

Siasat Cerdas Amru bin Ash

Amru pun berdiri lalu pergi kepada pasukannya. Barulah Artabon menyadari bahwa utusan yang telah datang kepadanya tersebut adalah Amru bin Ash. Ia berkata, “Orang itu telah memperdayaku. Orang itu, demi Allah, adalah orang Arab yang paling cerdik (sedangkan di dalam riwayat AthThabari, ‘Makhluk yang paling cerdik’).” Ketika berita itu sampai kepada Umar, ia berkata, “Amru bin Ash memang hebat.”

Selasa, 14/03/2017 12:34 0

Close