... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bantah Laporan Al-Jazeera, Ahrar Syam: Kami Tidak Menganut Sistem Demokrasi

Foto: Ahrar Syam

KIBLAT.NET, Damaskus – Gerakan Ahrar Syam membantah pemberitaan media massa bahwa pihaknya mendukung sistem demokrasi di Suriah. Lebih lanjut, Ahrar Syam menegaskan akan memberlakukan sistem syuro.

“Satu hari pun kami tidak akan menganutnya. Dan kami belum pernah bahkan tidak akan terbesit untuk menganut Demokrasi,” ungkap Syaikh Ahmad Muhammad Najib, pemimpin Ahrar Syam seperti dilansir dari Arabi21, Senin (15/04).

Dalam cuitannya di Twitter, Ahmad Muhammad Najib mengatakan, bahwa Ahrar Syam hanya mengakui sistem syuro. Menurutnya, adanya dukungan terhadap sistem pemerintahan yang tidak sesuai Islam merupakan bentuk pengkhianatan kepada para pejuang.

“Kami meminta perlindungan kepada Allah darinya (demokrasi) dan dari para pendukungnya. Kami tidak meyakini apapun yang menyelisihi sistem syuro. Ahrar Syam tidak akan mengkhianati darah para pejuang,” tulisnya di Twitter.

Sebelumnya, pada Jum’at (10/04), laman berbahasa Inggris portal berita Al-Jazeera mengangkat hasil wawancara langsung dengan Jubir Ahrar Syam, Ahmad Qara Ali. Salah-satu pertanyaan yang dilontarkan wartawan ialah, “Jika warga Suriah memilih sistem demokrasi atau sistem pemerintah yang tidak berpedoman pada agama, apakah Ahrar Syam ikut mendukungnya?”

Qara Ali pun menjawab, “Ahrar Syam tidak akan menggunakan kekuatan menghadapi keputusan rakyat. Dalam kasus ini, apakah Ahrar memposisikan sebagai oposisi atau kegiatan akan berubah dan menjadi (gerakan) dakwah, ideologi atau politik, saya tidak tahu. Ini akan ditentukan oleh pemimpin ketika tiba saatnya.”

BACA JUGA  Laporan: Sistem Rudal S-400 Rusia Gagal Deteksi Jet Tempur Rusia

Ahmad Qara Ali menegaskan bahwa terdapat hasil wawancara yang dipotong oleh pihak Al-Jazeera. Sebaliknya, ia justru menegaskan bahwa Ahrar Syam tetap menganut sistem pemerintahan yang berpegang pada Islam.

“Kami telah menegaskan dalam wawancara tersebut, Ahrar Syam dan mayoritas rakyat Suriah berpegang pada Islam. Dan kami yakin bahwa orang-orang inilah yang kelak selalu menjaga prinsip tersebut. Meski nantinya sistem politik akan silih berganti,” ujarnya.

Meski demikian, Ahrar menepis bahwa akan adanya pemaksaan dalam penerapan sistem pemerintahan Islam. Pasalnya, menggunakan kekuatan dalam penerapan sistem pemerintahan bertolak belakang dengan visi Ahrar Syam.

“Kami tekankan, menggunakan kekuatan dalam menghadapi pilihan masyarakat dalam hal sistem politik bertentangan dengan visi Ahrar Syam dan itu pilihan yang salah,” tegasnya.

“Berpatisipasi dalam sistem politik yang undang-undangnya tidak berasal dari Islam, tidak sejalan dengan visi Ahrar Syam. Kami akan bekerja dalam setiap peluang dan usaha untuk mencapai target utama ini,” pungkasnya.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Arabi21, Al Jazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kadiv Humas: Ormas yang Melanggar Hukum Akan Dijatuhi Sanksi

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan akan menjalankan mekanisme penjatuhan sanksi kepada Organisasi Masyarakat (Ormas) yang melanggar hukum.

Selasa, 14/03/2017 13:18 0

Tazkiyah

Siasat Cerdas Amru bin Ash

Amru pun berdiri lalu pergi kepada pasukannya. Barulah Artabon menyadari bahwa utusan yang telah datang kepadanya tersebut adalah Amru bin Ash. Ia berkata, “Orang itu telah memperdayaku. Orang itu, demi Allah, adalah orang Arab yang paling cerdik (sedangkan di dalam riwayat AthThabari, ‘Makhluk yang paling cerdik’).” Ketika berita itu sampai kepada Umar, ia berkata, “Amru bin Ash memang hebat.”

Selasa, 14/03/2017 12:34 0

Info Event

Ikutilah Tabligh Akbar ‘Menjaga Spirit 212 Satukan Langkah Bela Ulama’

Forum Umat Islam Semarang (FUIS) bekerjasama dengan Takmir Masjid Mujahidin Semarang mengadakan Tabligh Akbar dengan tema: "MENJAGA SPIRIT 212 - MENYATUKAN LANGKAH MEMBELA ISLAM & ULAMA"

Selasa, 14/03/2017 11:46 0

Indonesia

Diusir dari Masjid At-Tin, Djarot Samakan Diri dengan Rasul

“Loh kami diundang dari keluarga Pak Harto, Mbak Titiek‎ Soeharto. Jadi makanya kami menghormati. Kalau seumpama kami diundang kemudian enggak jadi ke sana, yang jelek pengundang, Masjid At-Tin loh,” tutupn

Selasa, 14/03/2017 11:16 1

Indonesia

Mabes Polri Anggap Kasus Uang 100 Juta untuk Keluarga Siyono Sudah Selesai

"Kasus itu (100 juta -red) sudah selesai, kan uang kerohiman itu kan ya, itu uang pribadinya pak Edi (Kadensus 88 Brigjen Edi Hartono 2015-sekarang -red)," ungkapnya di Jakarta, Senin (13/3).

Selasa, 14/03/2017 10:18 1

Indonesia

Kadiv Humas Klaim Ada 12 Anggota Densus Tewas dalam Satu Dekade

Boy mengatakan, ada 5 orang anggota keluarga yang akan diberangkatkan setiap tahunnya. Ia juga mengklaim selama 10 tahun terakhir ada 12 anggota Densus 88 yang meninggal.

Senin, 13/03/2017 18:08 0

Indonesia

Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa Gelar Diskusi ‘Islam dan Jawa’

Bekerjasama dengan Teras Dakwah, Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) menggelar diskusi bulanan Ngobrol Bareng Sejarah Indonesia (Ngobras)

Senin, 13/03/2017 17:05 0

Indonesia

Ahok Ajukan Ahli Hukum Hingga Teman SD Sebagai Saksi Peringan

Saksi Edward Omar Sharif Hiariej, SH, M.Hum adalah ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum UGM Yogyakarta

Senin, 13/03/2017 14:34 0

Info Event

Hadiri! Tabligh Akbar Menjaga Spirit 212 di Semarang

Pentingnya Menjaga Semangat Perjuangan Umat Islam Khususnya di Semarang, Forum Umat Islam Semarang (FUIS) Bekerja sama dengan Takmir Masjid Mujahidin Semarang mengadangan Tabligh Akbar dengan Tema :

Senin, 13/03/2017 07:00 0

Indonesia

Mahasiswa Muhammadiyah Dukung KPK Tuntaskan Kasus Korupsi E-KTP

Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Muhammad Sholihin S., menegaskan bahwa KPK harus menyelesaikan secara tuntas kasus korupsi E-KTP.

Senin, 13/03/2017 06:30 0

Close