... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tolak Undang-Undang Israel, Mufti Palestina: Adzan Akan Tetap Berkumandang

Foto: Masjid Kubah Emas Palestina

KIBLAT.NET, Jerusalem – RUU kontroversial tentang larangan adzan bagi muslim Palestina akhirnya disahkan oleh Knessat, parlemennya Israel. Meski Otoritas Palestina menentang, Tel Aviv tetap bersikukuh dan berdalih, negara Arab lainnya telah menerapkan larangan serupa.

Pihak Otoritas Palestina seperti diberitakan Reuters, menolak RUU larangan adzan tersebut. Israel dianggap telah menetapkan hukum rasis. Dimana kebijakan negara telah ikut campur dalam urusan keyakinan dan peribadatan agama tertentu.

Undang-undang tersebut terdiri dari tiga pasal. Pasal pertama berisikan larangan mengumandangkan adzan di Al Quds dan daerah Israel yang dihuni bangsa Arab muslim. Dan telah disahkan oleh Knessat Isreal.

Sebelumnya, anggota parlemen Israel terlebih dulu mengadakan pengambilan suara. Sebanyak 55 persen anggota parlemen setuju memberlakukan pasal pertama. Sedangkan untuk pasal kedua dan ketiga masih dalam perundingan.

Dalam hal ini, Mufti Palestina Syaikh Muhammad Hussein mengatakan, keputusan tersebut tidak dapat diterima. Menurutnya, tidak boleh ada campur tangan pihak lain dalam syariat Islam dan ibadah kaum muslimin.

“Pemerintah Israel yang memberi kebebasan kepada anggota Knessat dan yang lainnya, untuk mengambil keputusan seperti ini yang dapat merusak kebebasan beribadah,” tutur Muhammad Hussein kepada Reuters.

Ia pun dengan tegas mengatakan, meski larangan tersebut diberlakukan, adzan akan tetap dikumandangkan. Ia juga menolak adanya hukum-hukum yang tidak sesuai dengan syariat Islam

“Adzan akan tetap dikumandangkan. Dan kami tidak akan mengakui hukum apa pun yang menganggu iman dan ibadah kami,” tegasnya.

BACA JUGA  Tingkat Kecanduan Narkoba Warga Israel di Dekat Gaza Meningkat

Tentang larangan adzan tersebut, Ofir Gendelman, jubir Perdana Menteri Israel turut berkicau di Twitter. Menurutnya, hukum tersebut hanya berlaku untuk solat Subuh. Pasalnya, adzan Subuh dianggap mengganggu waktu tidur bangsa Israel. Ia pun beralasan bahwa larangan tersebut telah diterapkan oleh negara Arab lainnya.

“Hukum larangan penggunaan pengeras suara (saat adzan) di masjid hanya berlaku saat malam seperti di banyak negara Arab dan Islam,” tulisnya di Twitter.

Cuitan tersebut lantas dibantah oleh Ayman Odah salah-satu anggota Knessat Israel yang menentang hukum tersebut. Ia mengatakan, cuitan tersebut hanya dalih untuk memberlakukan undang-undang tersebut. Ayman yang juga ketua Qoimah Al Arabiyah menegaskan bahwa Israel mempraktikan hukum rasis secara sistematis kepada umat muslim.

“Bangsa kami tidak akan mengakui legalitas dan keabsahan undang-undang rasis ini. Adzan di masjid dan sebagainya adalah amalan agama yang telah menyatu denga negara kami. Bagi kami tidak ada tanah air tanpa kumandang adzan,” tegas Ayman.

Reporter : Syafi’i Iskandar
Sumber   : Reuters

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa Gelar Diskusi ‘Islam dan Jawa’

Bekerjasama dengan Teras Dakwah, Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) menggelar diskusi bulanan Ngobrol Bareng Sejarah Indonesia (Ngobras)

Senin, 13/03/2017 17:05 0

Indonesia

Ahok Ajukan Ahli Hukum Hingga Teman SD Sebagai Saksi Peringan

Saksi Edward Omar Sharif Hiariej, SH, M.Hum adalah ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum UGM Yogyakarta

Senin, 13/03/2017 14:34 0

Info Event

Hadiri! Tabligh Akbar Menjaga Spirit 212 di Semarang

Pentingnya Menjaga Semangat Perjuangan Umat Islam Khususnya di Semarang, Forum Umat Islam Semarang (FUIS) Bekerja sama dengan Takmir Masjid Mujahidin Semarang mengadangan Tabligh Akbar dengan Tema :

Senin, 13/03/2017 07:00 0

Indonesia

Mahasiswa Muhammadiyah Dukung KPK Tuntaskan Kasus Korupsi E-KTP

Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Muhammad Sholihin S., menegaskan bahwa KPK harus menyelesaikan secara tuntas kasus korupsi E-KTP.

Senin, 13/03/2017 06:30 0

Indonesia

“Semua Karenamu, Siyono”

Selain Ketua Komnas Anak Seto Mulyadi, Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution juga membuat catatan kecil soal setahun Siyono. Pesan tersebut ia sebar melalui media sosial, dan ia membenarkannya.

Senin, 13/03/2017 03:33 0

Manhaj

Mengapa Umat Islam Harus Menegakkan Syariat

Syariat Islam membawa kesejahteraan, itu janji Allah. Tapi kadang kita salah dalam mendefenisikan kesejahteraan. namun kesejahteraan yang ditimbulkan syariat Islam bukan satu-satunya alasan untuk kita menegakkannya. Alasan terkuat adalah karena kita diperintah oleh Allah dan sebagai bentuk ketaatan kita kepada Rasulullah SAW.

Ahad, 12/03/2017 16:26 0

Suara Pembaca

Generasi Rusak Akibat Sistem yang Rusak

Walhasil banyaknya generasi yang menempuh pendidikan di jenjang umum menjadi lulusan yang tidak menjdikan agama sebagai pedoman hidupnya. Tak heran jika mereka mudah melakukan hal-hal yang tak seharusnya.

Ahad, 12/03/2017 14:02 0

Indonesia

Suap Rp 100 Juta Keluarga Siyono Pelanggaran Hukum, Densus Harus Diselidiki

"Dalam kasus Siyono ini terjadi yang namanya gratifikasi"

Ahad, 12/03/2017 13:26 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Kencing Sembarangan Dalam Islam

KIBLAT.NET – Sudah menjadi hal yang tidak asing bukan ? Saat melihat ada orang  yang...

Ahad, 12/03/2017 12:39 0

Artikel

Jadilah Guru Berkarakter Atau Tidak Sama Sekali

Guru harus bisa bertindak profesional, tidak hanya memiliki gelar sarjana saja tapi juga harus memiliki karakter pendidik yang tertanam dalam diri dan jiwanya. Kampus-kampus yang menelurkan para guru, selain membekali dengan ilmu profesional,

Ahad, 12/03/2017 12:06 0

Close