... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Syaikh Abdul Haq At-Turkistani, Sosok Mujahid yang Bangkit dari Kematian (1/2)

Foto: Syaikh Abdul Haq At-Turkistani hafidzahullah

KIBLAT.NET – Pada tahun 2010 tepatnya pada bulan September, Amerika secara resmi mengatakan bahwa telah membunuh salah seorang tokoh mujahid TIP. Operasi ini dilakukan dengan drone yang menembakkan misilnya di daerah Mir Ali Pakistan, Waziristan Utara.

Begitu pula pemerintah Pakistan, juga mengumumkan bahwa  serangan yang dilakukan pada 14 Februari 2010 berhasil menewaskan pimpinan mujahidin TIP. Namun, alangkah terkejutnya mereka manakala mujahid yang telah diklaim telah tewas kembali “bangkit dari kematiannya”.

Ya, mujahid Turkistan ini kembali muncul empat tahun kemudian secara tiba-tiba dan mengejutkan beberapa pihak. Ia pun kembali memegang tampuk kepemimpinan TIP yang dulu ia tinggalkan empat tahun lalu. Mujahid ini adalah suksesor dari syaikh Abu Muhammad At-Turkistany rahimahullah yang syahid melawan tentara Pakistan.

Syaikh Abu Muhammad At-Turkistani rahimahullah

Dia adalah syaikh Abdul Haq At-Turkistany yang dipercaya para mujahid Turkistan menggantikan pimpinan TIP sebelumnya.

Mengenal syaikh Abdul Haq At-Turkistany

Dalam profil sebelumnya telah kita bahas sosok pimpinan TIP yang sangat berjasa bagi para mujahidin Turkistan, syaikh Abu Muhammad At-Turkistani. Kehilangan sosok pembaharu benar-benar berdampak pada kondisi para mujahidin. Maka dari itu, sangat berat beban moral yang ada di pundak suksesornya, syaikh Abdul Haq At-Turkistani.

Syaikh Abdul Haq yang mempunyai nama asli Maimaitiming Maimaiti lahir pada 10 Oktober 1971. Ia adalah anak pertama dari tujuh bersaudara yang terdiri dari satu laki-laki dan enam perempuan. Tumbuh dari keluarga petani yang religius di sebuah desa yang dekat dengan pusat kota.

BACA JUGA  Jangan Lupa, Dahulu Pengungsi Eropa Melarikan Diri ke Suriah

Abdul Haq sejak umur empat tahun sudah memulai menghafal Al-Quran di madrasah. Kemudian kakeknya mengirimkan adiknya untuk mengajarinya ulumuddien. Pada 1975 dengan terpaksa pemimpin TIP ketiga ini masuk ke dalam sekolah umum hingga tahun 1980. Jadi, selama 5 tahun  Abdul Haq bersekolah umum di siang hari dan menuntut ulumuddien di malam hari.

Puncaknya, pada tahun 1980 ia nekat keluar dari sekolah umum dan pergi ke provinsi Qaraqash. Di sana Abdul Haq bertemu dengan syaikh Abdullah Makhdum Haji dan berguru padanya selama empat tahun. Tahun 1984, ia kembali ke desa asalnya karena syaikh Abdullah menunaikan ibadah haji ke Makkah.

Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan

Abdul Haq kembali mengembara menuntut ilmu pada ulama lainnya. Ia belajar kitab Al-Lu’Lu’ wal Marjan serta Misykatul Mashoobih pada syaikh Sa’id Mahmud Khan Makhdum Haji hingga tahun 1986. Ketika syaikh Mahmud juga akan pergi berhaji, maka syaikh mengirimkan Abdul Haq kepada syaikh Muhammad Tukhti Akhund Khalifah di kota Mughala. Ia berguru dengannya hingga tahun 1990.

Dakwah syaikh Abdul Haq At-Turkistani

Setelah menjalani masa pendidikan yang cukup lama, Abdul Haq mulai mendakwahkan apa yang telah dia pelajari. Awal dakwahnya, ia berhasil mengumpulkan lima belas pemuda Turkistan.

Abdul Haq merasa mendapat manfaat yang banyak ketika mulai berkecimpung dalam dunia dakwah. Selain bisa untuk murajaah semua ilmu yang pernah ia pelajari juga membantunya benar-benar memahami syarah surat Al-Anfal dan At-Taubah secara sempurna.

BACA JUGA  HRS: Politik yang Dipisah dari Agama akan Merusak Bangsa

Pasalnya, Abdul Haq dapat langsung mempraktekkan apa yang ada dipelajarinya dari kedua surat itu. Ia bersama sahabatnya menghimpun beberapa pemuda yang bersemangat dalam jihad dan mencintai ilmu syariah. Mereka melakukan i’dad baik dari segi rohani dan jasmani untuk persiapan jihad melawan kezaliman komunis China.

Abdul Haq juga merasa bahwa berkumpul dengan murid-muridnya membuatnya belajar arti kezuhudan dan selalu dalam suasana ketakwaan. Jadi, justru Amir TIP ketiga ini banyak belajar dari anak-anak didiknya.

Tahun 1990, Abdul Haq memutuskan untuk pulang ke kampung halaman.Saat itu umurnya baru menginjak 19 tahun. Ia membantu orang tuanya bertani dan sibuk bergelut dalam dunia dakwah di kampungnya. Hingga suatu hari ada ajakan dari beberapa sahabatnya untuk berdakwah ke Pakistan.

Abdul Haq menyambutnya antusias dan segera mengurus paspor untuk ke Pakistan. Namun, pihak kepolisian mempersulit perijinan dan meminta sejumlah uang yang tidak sedikit. Terpaksa niat itu pun ia urungkan.

Akhir tahun 1990, Abdul Haq berguru pada profesor Muhammad Amin Jann di daerah Gouma. Profesor Amin adalah guru dari Abdul Hakim Makhdum Hajiy, seorang ulama besar di dunia pendidikan serta seorang syuhada.

Baca halaman selanjutnya: Tahun 1995, Abdul Haq hijrah...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Syaikh Abdul Haq At-Turkistani, Sosok Mujahid yang Bangkit dari Kematian (1/2)”

  1. gabung di situs terupdate data intelijen negara http://transparan.org/

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

Jangan Mudah Puas dengan Buah Perjuangan!

Di sela-sela waktu yang panjang, seorang mujahid mengalami segala macam kesulitan hidup serta pahitnya jauh dari keluarga dan tetangga. Kadang ribath selama satu tahun penuh tetapi tidak pernah mengikuti pertempuran satu kali pun. Saat itulah kesabaran seorang mujahid diuji. Apakah dia berjihad karena mengharap ridha Allah dengan konsekuensi banyak kesulitan menanti atau hanya karena euforia semata untuk menunjukkan jati diri?

Sabtu, 11/03/2017 18:00 0

Indonesia

Polisi Bersikukuh Tak Ada Pelanggaran Pidana Dalam Kasus Siyono

Pasca setahun meninggalnya warga Pogung, Klaten, Siyono di tangan Densus 88, pertanyaan kelanjutan proses hukum penghilangan nyawa warga terduga pelaku teror ini terus bergulir.

Sabtu, 11/03/2017 17:15 0

Indonesia

Soal Kasus Siyono, KontraS: Nyawa Orang Seakan Disamakan Kasus Polisi Bolos

Dua anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror berinisial AKBP T dan IPDA H, yang melakukan pengawalan berujung meninggalnya Siyono hanya dijatuhi hukuman minta maaf kepada kepolisian dan dipindah satuan kerja oleh majelis sidang kode etik.

Sabtu, 11/03/2017 16:45 0

Indonesia

KontraS: Kasus Siyono Bukti Nyata Polisi Kebal Hukum

Sudah setahun sejak kasus kematian Siyono, warga Pogung, klaten di tangan aparat pemerintah Densus 88, karena dinilai terkait dengan organisasi teroris. Namun, sebelum tuduhan itu dibuktikan, Siyono sudah terlebih dulu tewas di tangan dua anggota Densus yang melakukan pengawalan terhadap Siyono.

Sabtu, 11/03/2017 16:12 0

Suriah

Kurdi PYD Dituding Culik Sejumlah Tokoh Politik Kurdi Peshmerga

Milisi Kurdi PYD yang merupakan afiliasi PKK dilaporkan menculik puluhan anggota Dewan Nasional Kurdi (KNC) sejak tahun 2011.

Sabtu, 11/03/2017 15:20 0

Indonesia

Haedar Nasir: Di Indonesia, yang Punya Modal Kuasai Segalanya

Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan bahwa secara ekonomi dan politik, Indonesia adalah 'pasar bebas'. Artinya, siapa yang punya kekuatan modal akan menguasai segalanya.

Sabtu, 11/03/2017 15:00 0

Suriah

Ghautah Timur Kembali Menjadi Sasaran Jet Suriah

Jet tempur rezim Assad kembali menggempur sejumlah wilayah di Suriah. Akibatnya menewaskan beberapa warga sipil.

Sabtu, 11/03/2017 14:46 0

Indonesia

Muhammadiyah: Bukan Zamannya Bertengkar Dalam Masalah Khilafiyah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa saat ini, bukan saatnya umat Islam berselisih soal faham yang bersifat ikhtilaf. Sebab, hal tersebut malah menghabiskan energi umat Islam sendiri.

Sabtu, 11/03/2017 12:00 0

Palestina

Hamas Kecam RUU Larangan Adzan di Al-Quds

Gerakan Islam Palestina, Hamas mengecam kebijakan Israel terkait RUU larangan adzan di Al-Quds (Yerussalem).

Sabtu, 11/03/2017 11:35 0

Indonesia

Kak Seto Akan Kunjungi Rumah Siyono, Cek Kejiwaan Anak-anak

Setahun kematian Siyono, Ketua Komnas Anak, Seto Mulyadi berencana menyambangi tempat tinggal korban Densus 88 itu. Kunjungan itu dalam rangka melihat perkembangan anak-anak Siyono.

Jum'at, 10/03/2017 23:30 0