... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Riset: Iran Lakukan Misi Penghancuran di 14 Negara Mayoritas Muslim

Foto: Iran tembakkan rudal jarak jauh S-200.

KIBLAT.NET, Brussels – Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Iran melakukan intervensi di 14 negara mayoritas Muslim di Timur Tengah. Menurut dua lembaga yang melakukan penelitian itu, Iran memainkan peran destruktif terhadap negara-negara tersebut, dengan melibatkan pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Dua lembaga riset yang dimaksud adalah European Iraqi Freedom Association (EIFA) pimpinan Struan Stevenson dan International Committee in Search for Justice (ISJ). Keduanya sama-sama berbasis di Brussels dan lembaga non-pemerintah yang memiliki hubungan kuat dengan anggota parlemen Uni Eropa, tokoh-tokoh Eropa dan internasional.

“(Iran) ikut campur dalam urusan negara-negara regional lainnya secara kelembagaan, dan petinggi IRGC telah terlibat secara langsung,” kata laporan itu, sembari menyebut keterlibatan militer dan aparatur negara Iran dalam operasi destabilisasi di Timur Tengah.

Laporan, yang dirilis awal pekan ini, juga menyebut IRGC telah melakukan sebuah “pendudukan tersembunyi” di empat negara, yakni Iraq, Suriah, Yaman dan Lebanon.

“Di keempat (negara itu), IRGC memiliki kehadiran militer yang cukup besar langsung,” tambah laporan, seraya mengungkapkan bahwa jumlah pasukan Iran di Suriah sendiri pada musim panas 2016 adalah mendekati 70.000 personel. Jumlah ini termasuk milisi Syiah yang direkrut, dilatih, didanai dan dikendalikan oleh IRGC, yang berasal dari Iraq, Afghanistan dan lainnya.

Laporan itu juga menunjukkan lokasi-lokasi dari 14 kamp pelatihan IRGC di Iran, tempat para rekrutan diklasifikasikan sesuai dengan negara asalnya untuk menerima tugas-tugas selanjutnya, apakah berada di garis depan pertempuran atau diproyeksikan dalam kegiatan teroris internasional.

BACA JUGA  Dua Tahun Pemerintahan Jokowi, Dubes Iran: Hubungan Indonesia-Iran Sangat Erat

“Setiap bulan, ratusan pasukan dari Iraq, Suriah, Yaman, Afghanistan dan Libanon -negara di mana rezim (Iran) terlibat dalam pertempuran garis depan- menerima pelatihan militer dan selanjutnya dikirim untuk mengobarkan terorisme dan perang,” jelas laporan itu, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (08/02).

Menurut para peneliti yang menyusun laporan ini, salah satu negara yang terkena dampak terburuk akibat intervensi Iran adalah Iraq. Duta Iran untuk Irak, Brigadir Jenderal Iraj Masjedi, baru saja diangkat dan ditunjuk untuk menjadi kepala perwakilan IRGC di Iraq pada Januari 2017.

Laporan itu kemudian memberikan kesimpulan dan rekomendasi, yaitu penunjukan IRGC sebagai organisasi teroris di AS, Eropa dan Timur Tengah, dengan membatasi operasinya dan mengusirnya dari Timur Tengah, khususnya di Iraq dan Suriah.

Lembaga penelitian itu juga merekomendasikan untuk memberi sanksi terhadao semua sumber keuangan dan perusahaan yang berafiliasi dengan IRGC. Serta menghimbau kepada pihak internasional untuk membubarkan kelompok-kelompok paramiliter dan jaringan teroris yang berafiliasi dengan Pasukan Garda Revolusi Iran tersebut.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Middle East Monitor

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komnas HAM: Harus Ada Lembaga Pengawas dalam Penanganan Terorisme

Komnas HAM mengingatkan bahwa penanganan terorisme di Indonesia menggunakan paradigma criminal justice system, bukan menggunakan kebijakan war on terror seperti yang diterapkan di beberapa negara Barat.

Kamis, 09/03/2017 16:16 0

Indonesia

Menolak Lupa, Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Belum Tuntasnya Kasus Siyono

Kasus Siyono yang telah berlalu satu tahun mendapat perhatian banyak pihak, tak terkecuali Pemuda Muhammadiyah. Akun twitter pribadi Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak pun mengingatkan peristiwa tersebut.

Kamis, 09/03/2017 15:45 0

Indonesia

Komnas HAM Minta Keluarga yang Ditinggal Siyono Diperhatikan

Genap setahun, Siyono meninggal. Dia meregang nyawa beberapa saat setelah ditangkap anggota Densus 88. Padahal, saat itu statusnya masih terduga teroris. Belum ada pengadilan yang memutuskan bapak empat anak itu terlibat anggota teror.

Kamis, 09/03/2017 15:10 0

Indonesia

Pengacara Keluarga Siyono Desak KPK Profesional Usut Uang 100 Juta

Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkerja independen dan profesional dalam menangani dugaan gratifikasi senilai seratus juta oleh Densus 88

Kamis, 09/03/2017 14:45 0

Indonesia

Pengacara Keluarga Siyono Akan Laporkan Densus 88 ke Dewan HAM PBB

Densus 88 akan dilaporkan ke Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB soal kasus kematian Siyono. Hal itu dikatakan oleh Koordinator Tim Pembela Keadilan (TPK), Trisno Rahardjo.

Kamis, 09/03/2017 11:14 0

Tazkiyah

Doa yang Mengguncang Langit Keempat

Al-Hasan berkata, “Siapa yang berwudhu kemudian shalat empat rekaat dan berdoa dengan doa di atas, maka Allah akan mengabulkan doa tersebut, baik ia sedang dalam kesulitan maupun tidak dalam kesulitan.” (Al-Ishâbah (IV), Al-Jawâbul Kâfi)

Kamis, 09/03/2017 09:58 2

Indonesia

Proses Etik Anggota Densus yang Hilangkan Nyawa Siyono Masih Ngambang

Koordinator Tim Pembela Kemanusiaan (TPK), Trisno Rahardjo mengatakan bahwa proses etik yang dijalani oleh dua orang anggota Densus terkait kasus Siyono masih mengambang. Sebab, tidak ada laporan lanjutan terhadap dua Densus tersebut.

Kamis, 09/03/2017 06:21 0

Indonesia

Kurdi Menjadi Proksi Negara-Negara Sekutunya, Turki Kecewa

Situasi di bagian utara Suriah menjadi kian rumit dalam beberapa tahun terakhir, terlebih seperti saat ini di mana pasukan militer AS, Turki, dan Suriah, termasuk juga pasukan milisi Kurdi dan oposisi FSA berada dalam satu area yang saling berdekatan di sekitar Manbij.

Kamis, 09/03/2017 05:32 0

Indonesia

Pengacara Desak Polisi Segera Tuntaskan Proses Kasus Siyono

"Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera menuntaskan penyelidikan dan penyidikan perkara kematian Siyono dan membawa perkara tersebut ke pengadilan melalui kejaksaan sesegera mungkin,"

Rabu, 08/03/2017 21:01 1

Indonesia

Keluarga Siyono Tetap Menuntut Keadilan

Setahun berlalu, kasus kematian Siyono tak kunjung menemui titik terang. Koordinator Tim Pembela Kemanusiaan (TPK), Trisno Rahardjo mengungkapkan bahwa hingga saat ini keluarga Siyono masih menuntut keadilan.

Rabu, 08/03/2017 18:59 0