Syaikh Abu Muhammad At-Turkistani, Tokoh Pembaharu Jihad Turkistan

KIBLAT.NET – Dalam sebuah serial video “Islamic Spring” episode ke sembilan, syaikh Aiman Adz-Dzawahiri Hafidzahullah secara umum memuji muslim Turkistan Timur yang ikut serta dalam jihad global. Terutama dalam jihad melawan komunis China di Xinjiang serta perannya di jihad Suriah.

Syaikh Aiman memberikan wejangan penuh hikmah bahwa perjuangan di depan mata sangatlah panjang. Sudah tentu banyak sekali halangan dan rintangan menghadang yang tiap waktu dapat mengikis keimanan serta semangat perjuangan. Meskipun demikian, kesabaran dan keuletan akan membawa kepada kemenangan dan kejayaan Islam.

Dalam video yang bertajuk “The Islamic Spring #9- Turkistan- Patience and Then Victory”  ini, secara spesifik syaikh Aiman menyebut dua tokoh mujahidin Turkistan Timur. Kedua tokoh ini secara berurutan adalah suksesor dari Dhiyauddin Yusuf, pimpinan ETIM (East Turkistan Islamic Movement) atau juga dikenal dengan nama TIP (Turkistan Islamic Party).

“The Islamic Spring #9- Turkistan- Patience and Then Victory”

Kedua tokoh penting ini adalah Abu Muhammad At-Turkistani rahimahullah dan Abdul Haq At-Turkistani hafidzahullah. Mereka adalah penerus perjuangan Dhiyauddin Yusuf rahimahullah melawan komunis China.

Di edisi kali ini kita akan membahas lebih dalam tentang pribadi Abu Muhammad At-Turkistani. Ia disebut-sebut sebagai pelopor penerapan al-wala’ wa al-bara’ secara tegas di bumi jihad Turkistan Timur. Suksesor Dhiyaudin ini juga dikabarkan sangat dekat dengan syaikh Abu Mush’ab As-Suri. Bagaimanakah sepak terjangnya di dalam dunia jihad hingga syaikh Aiman begitu memujinya?

BACA JUGA  Kyai Said Aqil Siroj Positif Covid-19

Mengenal syaikh Abu Muhammad At-Turkistani

Abu Muhammad At-Turkistani atau Hasan Mahsum lahir pada Jumadil Tsaniyah 1384 H  bertepatan dengan Oktober 1964 M. Ia adalah mujahid asli Turkistan dari wilayah Kasghar yang tumbuh dan berkembang dari keluarga religius.

Hasan kecil memulai pendidikan di madrasah ibtidaiyah pada 1972 hingga 1977. Setelah merampungkan pendidikan ibtidaiyah, melanjutkan ke madrasah diniyah hingga tahun 1984. Kemudian ia menuntut ilmu pada syaikh Al-Jalil Haji Abdul Hakim Makhdum dan berhasil menyelesaikan studinya di bidang ulum syar’iyah.

Setelah masa pendidikannya selesai, Hasan membuka sebuah madrasah untuk mempelajari ulumuddien di rumahnya pada tahun 1989 hingga tahun 1990. Sebenarnya madrasah ini terus berjalan jika tidak ada aksi penangkapan yang dilakukan komunis China.

Hasan Mahsum ditangkap pada tanggal 8 Mei 1990 dan ditahan hingga 23 November 1991 di Kasghar. Secara tiba-tiba tentara China menahannya dengan tuduhan terlibat dalam aksi perlawanan di Baren yang dipimpin oleh Dhiyauddin Yusuf.

Meskipun Hasan telah dibebaskan, semua gerak-geriknya tetap di dalam pengawasan komunis China. Hasan tetap melanjutkan kegiatannya tetapi hanya terbatas di rumah saja. Hingga akhirnya pada 5 Juli 1993, ia kembali dicekal karena dakwahnya yang dinilai membangkitkan semangat perlawanan. Pada Februari 1995, Hasan dipindahkan dari penjara Kasghar ke penjara pusat di ibukota Turkistan, Urumqi.

Pada Juli 1996, Hasan dibebaskan secara bersyarat oleh China, tetapi tak berselang lama pada bulan Agustus ia kembali ditahan. Baru pada bember bulan September, ia dibebaskan tetapi tetap di dalam pengawasan ketat.

BACA JUGA  Habib Rizieq dan Menantunya Dipanggil Polisi Atas Tiga Tuduhan

Hasan pun memutuskan untuk meninggalkan Turkistan untuk menyusun kekuatan bersama para mujahid lainnya. Pada Januari 1997, ia bersama sejumlah mujahid hijrah ke Makkah. Selain untuk tujuan strategis, mereka juga melaksanakan ibadah haji pada tahun itu.

Setelah melaksanakan ibadah haji, para mujahid segera bertolak ke bumi jihad Afghanistan untuk bergabung dengan para mujahid disana. Mereka tiba di Afghan pada Juni 1997.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat