Racun Pembunuh Kim Jong Nam Disangka Baby Oil

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Seorang warga negara Indonesia (WNI) ditahan pihak berwenang Malaysia karena dianggap terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, saudara ipar pemimpin Korea Utara. Namun, dia tak menyangka terlibat karena dia merasa tindakannya hanyalah bagian lawakan televisi, dan racun yang digunakan adalah baby oil.

Siti Aisyah, wanita WNI yang ditahan pihak berwenang Malaysia mengatakan tak menyangka dirinya terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam. Dia mengaku telah ditipu untuk melakukan adegan yang diyakininya sebagai bagian dari acara lawakan TV.

Hal itu diungkapkan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Andriano Erwin, Sabtu (25/02). Hal itu disampaikannya usai melakukan pertemuan dengan Aisyah selama sekira 30 menit.

Erwin menambahkan Aisyah tak tahu bahwa cairan yang digunakan pada Kim Jong Nam sebenarnya adalah racun. “Dia hanya mengatakan bahwa itu adalah sejenis minyak, baby oil, semacam itu,” kata Erwin.

Polisi Malaysia Jumat (24/02) telah mengungkap cairan yang menewaskan Kim Jong Nam adalah VX. Zat itu merupakan racun paling mematikan di dunia, dan itu bekerja cepat pada sistem saraf dan mematikan enzim vital.

Aisyah, dan seorang tersangka lain bernama Doan Thi Huong ditahan dengan tuduhan telah mengusapkan racun ke wajah Kim Jong Nam. Saat itu, Senin (13), saudara tiri Kim Jong Un tengah bersiap terbang menuju Macau.

Polisi Malaysia sempat menolak pernyataan Aisyah yang menyebut perbuatannya hanya untuk lawakan. Alasannya, wanita itu segera menuju ke kamar mandi sesaat setelah mengusapkan zat beracun ke wajah Kim Jong Nam, karena menyadari cairan itu beracun sehingga mereka harus segera mencuci tangan.

“Secara fisik, dia (Siti) sehat dan dia bisa menjawab semua pertanyaan kami dengan baik. Dan kami tidak menemukan tanda-tanda fisik bahwa dia telah terpengaruh (oleh racun),” terang Erwin.

Reporter: Imam S.
Sumber: Channel NewsAsia

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat