... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ditanya Perihal Pencucian Uang GNPF, Kapolri Malah Jawab Begini

Foto: Kapolri Tito Karnavian bersama Habib Rizieq Shihab (Foto: Twitter Humas Polda Metro)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjawab pertanyaan Komisi III DPR RI terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang yang dituduhkan kepada Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS), sebagai penampung dana umat dalam aksi bela Islam.

Diketahui, Ustadz Adnin Armas selaku ketua Yayasan Keadilan untuk Semua memberikan kuasa kepada Ustadz Bachtiar Nasir untuk menggunakan rekening yayasan yang menampung donasi umat untuk GNPF-MUI.

Saat ini, peneliti INSISTS, Ustadz Adnin Armas telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara Ustadz Bachtiar Nasir masih diperiksa sebagai saksi.

Tito mengatakan, bahwa predicate crime dari kasus dugaan TPPU atas YKUS ini berasal dari pasal tentang yayasan yang tidak boleh memberikan kuasa yayasan kepada orang lain di luar yayasan tanpa sepengetahuan pengurus lainnya.

“Kita berkoordinasi dengan PPATK, apakah ini sepengatahuan pengurus lainnya (pemberian kuasa,red), karena dia (Ust Adnin,red) memberikan kuasa kepada Bachtiar Nasir,” ungkapnya.

Kapolri tidak membahas lagi soal tuduhan adanya tindak pidana pencucian uang. Menurutnya, kesalahan yang terjadi adalah berdasarkan UU No 28 tahun 2004 tentang yayasan. Di dalam pasal 5 disebutkan bahwa, tidak boleh memberikan kuasa yayasan kepada orang lain tanpa sepengetahuan pengurus yayasan lainya.

“Ketua saja tidak boleh memberikan kuasa kepada Bachtiar Nasir, tanpa sepengetahuan pengurus lainnya, dan dalam Pasal 70, mengatakan jika terjadi pelanggaran di pasal 5, ada ancaman 5 tahun penjara,” ungkapnya.

BACA JUGA  Beda Strategi Antara Al Qaidah dan ISIS

Ia mengatakan, predikat crime dalam kasus ini adalah ketika ketua yayasan memberikan kuasa kepada orang lain tanpa sepengetahuan pengurus lainnya.

“Kasus ini masih dalam proses pendalaman, kita belum menetapkan Bachtiar Nasir sebagai tersangka, dan predikat crime-nya ya pasal yayasan tadi,” jelas jenderal bintang empat itu.

Kesalahan lainnya menurut Kapolri adalah ketika Bachtiar Nasir juga memberikan kuasa kepada orang ketiga yaitu Islahudin (IS) untuk mencairkan dana donasi dari umat itu.

“Dia (Adnin,red) memberikan kuasa kepada Bachtiar Nasir, kemudian Bachtiar Nasir menguasakan lagi kepada IS, sedangkan dalam undang-undang perbankan diatur ada namanya pruden, atau kehati-hatian, dan tidak boleh memberikan kuasa kepada orang ketiga,” pungkasnya.

 

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Fajar Shadiq

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

2 comments on “Ditanya Perihal Pencucian Uang GNPF, Kapolri Malah Jawab Begini”

  1. edito

    memang dasar mau cari-cari alasan saja, sudah pokoknya nanti kalau jenderal kayak gitu pensiun jangan kita openi biar minta doa sama yang dibelain saja (kalangan yang ngasih dia jabatan), karena semasa hidup banyak menjholimi ulama, kasihan deh padahal orang kayak gitu umurnya ngak lama juga ngak berkah.

  2. dulgenox

    Jangan2 ulamanya yg minta di kriminalisasi tapi dng cara ngga ditahan.
    hehehe…

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

[Video] Editorial : GNPF dan Operasi Shock and Awe

KIBLAT.NET – Satu per satu, petinggi GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) MUI, perlahan digiring ke...

Kamis, 23/02/2017 12:10 0

Video Kajian

Tabligh : Ulama dan Pemimpin Dzalim [Ust. Dr. Ahmad Zain An Najah, MA.]

KIBLAT.NET – Baru-baru ini  sedang booming berita tentang kriminalisasi ulama di negara kita. Para ulama...

Kamis, 23/02/2017 09:47 0

Malaysia

Malaysia: Pembunuh Kim Jong-Nam Terlatih

Kepala Kepolisian Malaysia menyatakan bahwa tersangka dalam pembunuhan Kim Jong-Nam, saudara tiri presiden Korea Utara sebelumnya telah dilatih untuk melakukan pembunuhan. Pasalnya, para pelaku langsung menghilangkan racun di wajah Jong-Nam serta mencuci tangan mereka setelah melakukan aksi pembunuhan.

Kamis, 23/02/2017 08:24 0

Palestina

Lagi, Israel Tembaki dan Tangkap Sejumlah Nelayan Palestina

Angkatan Laut Isreal pada Selasa (21/02), menahan lima nelayan Palestina saat mereka berlayar di lepas pantai utama Jalur Gaza. Kelima nelayan itu dilaporkan berasal dari satu keluarga.

Kamis, 23/02/2017 07:51 0

Suriah

Inovatif, Pejuang Suriah Ini Temukan Alat Pemantau Serangan Udara

Menghadapi persenjataan serba modern dan canggih dari Rusia di Suriah, pasukan oposisi di Idlib ternyata hanya mengandalkan alat sederhana untuk mengetahui munculnya serangan udara. Seorang pria yang tergabung dalam pasukan oposisi Suriah menemukan alat sederhana tersebut.

Kamis, 23/02/2017 06:51 0

Suriah

Dampak Berkepanjangan Serangan Koalisi AS di Suriah

Masyarakat Suriah diprediksi akan menghadapi bencana kesehatan selama puluhan tahun karena gas beracun, polusi kebakaran minyak dan penggunaan uranium akibat serangan Koalisi AS.

Kamis, 23/02/2017 06:18 0

Suriah

Langkah Jihadis Paksa AS Bekukan Dukungan Terhadap Oposisi “Moderat” Suriah

Sumber-sumber oposisi Suriah baru-baru ini melaporkan bahwa dukungan militer yang dikoordinasi oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA) untuk kelompok oposisi “moderat” di barat laut Suriah dibekukan. Penghentian bantuan ini menyusul serangan besar yang diluncurkan kelompok jihadis Suriah terhadap kelompok oposisi pro Barat bulan lalu.

Rabu, 22/02/2017 20:00 0

Irak

Analis Militer Yordania: Terdesak di Iraq, Prioritas ISIS Beralih ke Suriah

Pasukan ISIS dilaporkan telah membanjiri Suriah selatan dan menuju Damaskus. Dari Mosul, Iraq utara mereka membawa perlengkapan militer lengkap sejak Desember tahun lalu.

Rabu, 22/02/2017 13:53 0

Iran

Iran Siap Jual Minyak 100.000 Barel per Hari ke Rusia

Pemerintah Iran menyatakan bahwa pihaknya akan menjual hingga 100.000 barel minyak ke Rusia per hari.

Rabu, 22/02/2017 12:22 0

Arab Saudi

Gabung Koalisi AS, Negara Teluk Siap Terjunkan Pasukan Darat ke Suriah

Pemerintah Arab Saudi melaporkan bahwa negara-negara Teluk telah menyatakan kesiapannya untuk mengirim pasukan darat ke Suriah untuk melawan pasukan ISIS.

Rabu, 22/02/2017 11:50 0