Analis Militer Yordania: Terdesak di Iraq, Prioritas ISIS Beralih ke Suriah

KIBLAT.NET, Mosul – Pasukan ISIS dilaporkan telah membanjiri Suriah selatan dan menuju Damaskus. Dari Mosul, Iraq utara mereka membawa perlengkapan militer lengkap sejak Desember tahun lalu.

“ISIS menyimpulkan tidak ada harapan untuk memenangkan pertempuran Mosul. Prioritasnya kepada pertempuran untuk Suriah,” kata analis militer independen di Yordania.

Ketika wilayahnya di Iraq menyusut, ISIS telah memperluas kehadirannya di Suriah. Banyak pejuang bersenjata berat telah berusaha untuk menyusup ke daerah Ghouta, ke selatan dan timur Damaskus.

ISIS juga membangun fasilitas penyimpanan senjata di Tal Asfer, di tepi timur Sweida, sebuah kota yang didominasi oleh anggota masyarakat minoritas Druze Suriah. Sweida tetap di bawah kendali pasukan yang setia kepada Bashar Assad. Dan memperkuat posisinya di Bir Qassab, sebuah desa strategis penting di timur laut Damaskus.

Pasukan asing yang tergabung dengan ISIS juga telah menempati Deir Zour, Homs dan Palmyra. ISIS mengambil alih Palmyra pada Mei 2015, yang kemudian didesak oleh kampanye militer Rusia-Suriah. Meski demikian, ISIS kembali melakukan kontrol di kota tua itu pada Desember lalu, ketika pasukan pemerintah Suriah menarik diri.

Peta pergerakan ISIS dari Iraq ke Suriah

Konvoi pasukan ISIS dengan senjata lengkap, termasuk senjata anti-pesawat, tampak bergerak melalui Badia, Suriah. Badia adalah tempat yang luas dan jarang penduduknya, berupa gurun yang menghubungkan timur laut dan selatan Suriah dengan barat Iraq. Selain itu di wilayah itu juga membentang padang rumput yang mencapai timur laut Yordania.

Sebagian besar wilayah Badia tampaknya berada di bawah kontrol ISIS secara de-facto. Ini menjadi peringatan bagi pemerintah Yordania dan pusat Militer Komando Operasi (MOC) di Amman. Yordania diketahui memberi dukungan penasihat militer kepada oposisi moderat dalam pertempuran melawan Bashar Assad dan ISIS di wilayah selatan.

“Badia merupakan daerah yang subur untuk ISIS. Jika mereka bisa mengendalikannya, akan sulit untuk mengusir mereka keluar dari sana,” kata seorang senior dari oposisi yang terlibat dalam operasi di Suriah selatan.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat