... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Al-Qaidah Rilis Pernyataan terkait Meninggalnya Dr. Umar Abdurrahman

Foto: Dr. Umar Abdurrahman

KIBLAT.NET – Meninggalnya Dr. Umar Abdurrahman di penjara AS langsung direspon oleh organisasi jihad Al-Qaidah. Dalam pernyataan yang dipublish media As-Sahab, Al-Qaidah mengingatkan wasiat dari ideolog para jihadis di dunia tersebut.

“Jangan lupa akan darahnya, balaslah kematiannya dengan yang lebih dahsyat,” kata organisasi itu dalam rilisnya yang berjudul “Jailu Nafakha fiihi Ruuh” seperti dikutip Arabi21, Selasa (21/02).

Al-Qaidah mengungkapkan bahwa selama setahun terakhir, pihaknya telah berusaha untuk membebaskan Dr. Umar dengan melakukan pertukaran tawanan kepada AS. Namun hal itu belum bisa membuahkan hasil, AS tetap bersikeras menahannya.

“Saudara-saudara kita telah melakukan beberapa amaliyah penculikan orang-orang Amerika dan Barat mereka di Maghreb Islam, Pakistan dan Yaman, dalam rangka untuk menukar mereka untuk Syaikh Umar Abdurrahman. Tetapi karena kebenciannya, para pasukan Salib terus menempatkan Syaikh di penjara,” ujar pernyataan itu.

Lebih jauh, Al-Qaidah menegaskan bahwa Dr. Umar meninggal dunia lantaran dibunuh oleh Amerika Serikat. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh seorang anaknya yang menyebut AS telah membunuh ayahnya secara perlahan-lahan dengan menghentikan pemberian obat kepadanya.

Di akhir, Al-Qaidah menghimbau kepada para pemuda Muslim untuk membalas tindakan AS tersebut. “Wahai para pemuda dan singa umat, wasiat Syaikh berada di tangan kalian. Bersunguh-sungguhlah untuk menunaikannya. Jangan biarkan Amerika menikmati keamanan dan kenyamanan, perangilah mereka, intailah mereka, tanamlah ketakutan dalam hati mereka, balaslah Syaikh kalian, hancurkanlah mereka, buatlah tempat berpijak mereka seperti neraka, dan obatilah sakit hati kaum muslimin,” seru organisasi itu.

BACA JUGA  Taliban Siap Gelar Negosiasi Putaran Kedua dengan AS

Seperti diketahui, Dr. Umar Abdurrahman adalah sosok yang dekat dengan pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin, selama dua tahun berada di Afghanistan.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Arabi21

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

‘Emak-emak’ dalam Panggung Sejarah Indonesia

Dalam perjuangan bangsa ini, wanita tak pernah luput dalam sinergi memperjuangkan kemerdekaan negeri. Selama ratusan tahun penjajahan atas bangsa ini, kita mengenal banyak sosok wanita baja dalam panggung sejarah perjuangan Indonesia.

Rabu, 22/02/2017 10:44 0

Artikel

Amar Makruf Nahi Mungkar Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Abdul Qadir berpandangan bahwa amar makruf nahi munkar adalah asas terpenting untuk memelihara masyarakat dan mengatur kebaikan di dalamnya, meskipun masih banyak kerusakan-kerusakan yang tertinggal di sana.

Rabu, 22/02/2017 10:17 0

Indonesia

Bacaan Al-Qur’an Bocah Yatim Ini Bikin Haru Peserta Aksi 212

Zahri (10 th), santri Pondok Tahfidz Yatim Dhuafa Tasikmalaya, turut hadir dalam Aksi 212 jilid II yang digelar di depan Gedung DPR RI, Selasa (21/02) kemarin.

Rabu, 22/02/2017 09:08 0

Indonesia

Fadli Zon: Gara-gara Ahok, Hukum di Indonesia Sakaratul Maut

Ia menilai penyebabnya adalah tidak adilnya aparat dalam menegakkan hukum, terutama dalam penanganan kasus Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama yang menjadi terdakwa penistaan agama.

Rabu, 22/02/2017 08:38 0

Indonesia

Kesalahan Dalam BAP Tak Masalah, yang Penting Ada Pelanggaran Hukum

Pakar Hukum Pidana, Prof. Mudzakir mengatakan bahwa dalam melakukan pelaporan suatu kasus, masyarakat tidak perlu mengetahui soal pasal yang bersangkutan dengan tindak pidana.

Rabu, 22/02/2017 06:48 0

Indonesia

Ketika Habib Rizieq Tenangkan Massa 212 yang Soraki Wakil Ketua Komisi III

Komisi III DPR RI akhirnya menemui massa Aksi 212 Jilid II di depan gedung DPR RI, Selasa (21/02). Di antara yang hadir adalah Ketua Komisi III, Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Mulfachri Harahap, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Pandjaitan, Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani dan Fahira Idris.

Rabu, 22/02/2017 06:15 0

Indonesia

Saksi Ahli Hukum Pidana Tekankan Ahok Singgung Al-Maidah 51 Sengaja

Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indoensia (UII) Yoogyakarta, Prof. Mudzakir mengungkapkan bahwa Ahok telah berulang kali menyinggung Al-Maidah 51.

Rabu, 22/02/2017 06:00 0

Indonesia

KAMMI Tegaskan Ahok Tak Layak Pimpin Jakarta, Ini Alasannya

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), menegaskan masyarakat DKI Jakarta untuk memilih calon gubernur yang muslim dan amanah. Pesan itu disampaikanya dalam orasi saat meramaikan Aksi 212 Jilid II untuk menuntut pemberhentian terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan stop kriminalisasi ulama pada Selasa, (21/2), di depan Gedung DPR RI.

Rabu, 22/02/2017 05:44 0

Indonesia

Muhammadiyah: Al-Maidah 51 Bukan Alat Pemecah Belah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Yunahar Ilyas, menegaskan bahwa surat Al-Maidah 51 bukan alat pemecah belah bangsa. Menurutnya, memilih pemimpin karena agama tidak menyalahi konstitusi.

Rabu, 22/02/2017 05:29 0

Indonesia

Syarat Formil Terpenuhi, Ombudsman Tegaskan Presiden Wajib Copot Ahok

Syarat formil yang dimaksud Laode adalah Ahok telah didakwa dalam kasus dengan ancaman pidana lima tahun. Selain itu, Basuki Tjahaja Purnama sudah berstatus terdakwa dalam perkara penistaan agama.

Selasa, 21/02/2017 19:08 0

Close