... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tuduhan TPPU Dana GNPF Dilaporkan ke Ombudsman

Foto: Ketua Yayasan Keadilan untuk Semua, Ustadz Adnin Armas.

KIBLAT.NET, Jakarta – Tuduhan tindak pidana pencucian uang dalam sumbangan kepada GNPF-MUI dinilai mengada-ada. Hal itu jadi dasar pelaporan ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

Pengacara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI hari ini melapor ke Ombudsman terkait proses hukum yang menyeret punggawa GNPF. Salah satu alasan pelaporan adalah tindakan polisi yang memperkarakan sumbangan masyarakat kepada GNPF, dengan tuduhan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir telah dua kali diperiksa polisi terkait dana sumbangan masyarakat ke GNPF. Polisi menuding adanya dugaan tindak pidana pencucian uang dalam sumbangan itu.

Tak hanya itu, tudingan TPPU juga menjadikan para pengurus Yayasan Keadilan untuk Semua atau Justice For All turut jadi terperiksa. Pasalnya, rekening yayasan itulah yang dipinjam untuk menampung infak dari umat.

“Ini mengada-ada sekali beliau diperiksa jadi saksi disangka melakukan tindak pidana pencuaian uang,” kata pengacara GNPF-MUI Muhammad Kamil Pasha saat melapor ke kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (21/02).

Pernyataan Kamil itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, selama ini tak ada laporan dari para donatur terkait tindak pidana TPPU.

Tak hanya itu, TPPU bukanlah tindak pidana yang berdiri sendiri. Kamil menjelaskan, harus ada tindak pidana asal atau predicate crime terkait kejahatan itu. Pidana asal tersebut dapat berupa kejahatan narkoba, korupsi, dan penipuan.

BACA JUGA  Ombudsman: Polisi Isi Jabatan di Luar Institusi karena Diskresi Terlalu Luas

“Ini kan tidak. Ini uang murni hasil donasi umat,” ungkap Kamil.

Yang lebih disesalkan Kamil, tuduhan TPPU dalam dana sumbangan GNPF-MUI turut menyeret pihak penyumbang. Perlu diketahui, seorang penyumbang yang berprofesi sebagai penjual nasi telah diperiksa polisi.

“Bayangkan orang yang memberikan donasi dan membagikan nasi diperiksa,” terangnya.

“Ini yang menurut kami mengada ada,” pungkas Kamil.

Reporter: Imam S.
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Korut Diduga Ingin Tutup Kasus Pembunuhan Kim Jong-Nam

Motif pihak Korea Utara yang mendesak pengembalian jenazah Kim Jong-Nam yang tewas pekan lalu dipertanyakan. Pasalnya, Kedutaan Korut terlihat mencoba menghalang-halangi proses autopsi yang akan dilakukan oleh Malaysia.

Selasa, 21/02/2017 17:00 0

Eropa

Ratusan Ribu Pendemo Tuntut Pemerintah Spanyol Tampung Lebih Banyak Pengungsi

Sejauh ini, pemerintah Spanyol hanya menerima 1.100 pengungsi, yang sebelumnya telah berjanji akan menerima lebih dari 17.000 pengungsi.

Selasa, 21/02/2017 16:17 0

Belanda

Dalam Kampanye, Politisi Belanda Ini Kembali Hina Muslim

Organisasi Muslim di Belanda mengecam komentar Geert Wilders yang menghina warga negara Maroko. Ini merupakan penghinaan kesekian kalinya yang dilakukan oleh politisi anti-Islam tersebut.

Selasa, 21/02/2017 15:10 0

Analisis

Manifesto Zuckerberg, Sebuah Cetak Biru untuk Menghancurkan Jurnalisme

Pada hari Kamis (16/02), sebuah manifesto baru secara panjang lebar dirilis dan dipublikasikan Zuckerberg melalui Facebook.

Selasa, 21/02/2017 14:35 0

Amerika

Dubes Rusia untuk PBB Mati Mendadak di New York

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, mati mendadak di ruang kerjanya di New York, Amerika Serikat, pada Senin (20/02). Churkin mewakili Rusia di PBB sejak 2006 silam dan ditetapkan duta besar Rusia permanen.

Selasa, 21/02/2017 11:07 0

Myanmar

Tolak Pengungsi Rohingya, Bangladesh Minta Internasional Atasi Pemerintah Myanmar

Menteri Luar Negeri Bangladesh, Senin (20/02), menyeru masyarakat internasional menindak pemerintah Myanmar atas perlakuannya terhadap minoritas etnis muslim Rohingnya. Hal itu ditegaskan bukan karena Bangladesh simpati terhadap warga Rohingnya, namun lebih untuk menjaga wilayahnya dari banjiran pengungsi.

Selasa, 21/02/2017 10:02 0

Video Kajian

Bedah Buku : Tarbiyah Jihadiyah [Ust. Dr. Anung Al Hamat, Lc. M.Pd.I] Bag 1

KIBLAT.NET – Jihad merupakan tonggak dan penyangga fondasi Islam, bahkan ia merupah puncak urusan Islam....

Selasa, 21/02/2017 09:46 0

Suriah

Bom Rakitan Tewaskan Empat Penasihat Militer Rusia di Homs

Sedikitnya empat perwira militer Rusia tewas dan sejumlah lainnya luka-luka ketika mobil yang mereka tumpangi hancur dihantam oleh bom pinggir jalan di wilayah Homs. Saat itu, mobil tersebut tengah berkonvoi bersama militer Suriah.

Selasa, 21/02/2017 08:06 0

Suriah

Jet Koalisi AS Targetkan Anggota Tahrir Al-Syam

Jet tempur koalisi AS, Senin pagi (20/02), kembali menargetkan pejuang Islamis di wilayah Idlib, yang sepenuhnya dibebaskan. Serangan kali ini menargetkan pejuang dari Hai'ah Tahrir Al-Syam (HTS) pimpinan Abu Jabir Al-Syaikh

Senin, 20/02/2017 22:37 0

Suriah

Setidaknya 100 Pasukan Assad Tewas dalam Pertempuran Dara’a

Ruang komando operasi Al-Bunyan Al-Marsuus pada Sabtu (18/02), mengumumkan keberhasilannya dalam operasi akhir tahap pertama dan kedua dalam pertempuran Dara'a.

Senin, 20/02/2017 21:30 0

Close