... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Korut Diduga Ingin Tutup Kasus Pembunuhan Kim Jong-Nam

Foto: Kim Jong-Nam yang ditemukan tewas di Malaysia pekan lalu

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Motif pihak Korea Utara yang mendesak pengembalian jenazah Kim Jong-Nam yang tewas pekan lalu dipertanyakan. Pasalnya, Kedutaan Korut terlihat mencoba menghalang-halangi proses autopsi yang akan dilakukan oleh Malaysia.

Jika mengikuti prosedur hukum, pihak Malaysia dapat melakukan autopsi terhadap saudara tiri Presiden Kim Jong-Un, karena kasus pembunuhan itu terjadi di negaranya.

Kepada Utusan.com, Senin (20/02), seorang sumber anonim mengatakan bahwa upaya kedutaan Korut ini seolah-olah ingin mencoba menutupi sebuah konspirasi besar yang mungkin melibatkan kekuatan besar di bawah pemerintahan Kim Jong-Un.

“Pihak kedutaan negara itu sebelumnya juga telah mengeluarkan pernyataan tidak akan menerima hasil autopsi di negara ini (Malaysia.red).” ujarnya.

“Mereka sebenarnya ingin segera menuntut pengembalian jenazah Jong-Nam dan kemudian melakukan autopsi sendiri yang hasil laporannya mungkin diklasifikasikan sebagai insiden mati mendadak. Selanjutnya kasus ditutup,” imbuhnya.

Lebih jauh, sumber itu menyinggung empat tersangka terakhir dari warga Korea Utara yang diduga lari ke negara asal. Mereka diketahui meninggalkan Malaysia di hari pembunuhan Kim Jong-Nam.

“Itulah tempat paling aman untuk mereka sekarang. Mereka tidak akan berada di negara lain, karena tindakan itu akan membuat mereka diburu oleh polisi internasional (Interpol),” tuturnya.

“Mereka Lebih baik berada di tempat yang dilindungi. Pasukan keamanan Malaysia akan sulit melacak keempat orang itu,” imbuhnya.

Pada Rabu (16/02) lalu, Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia, Kang Chol menuding Malaysia dengan sengaja menolak menyerahkan jenazah Jong-Nam. Otoritas Korut juga sebelumnya meminta Malaysia untuk tidak mengautopsi jenazah saudara tiri Kim Jong-Un tersebut.

Merespon hal ini, Wakil Kepala Kepolisian Malaysia, Tan Sri Noor Rashid menegaskan bahwa penyelidikan termasuk otopsi harus dilakukan karena kematian Kim Jong-Nam mencurigakan.

“Setiap kematian mendadak dan mencurigakan harus diselidiki. Mereka bisa berkomentar apa saja, tetapi kita berbuat berdasarkan hukum negara ini,” jelasnya.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Utusan.com


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pengacara Laporkan Dugaan Kriminalisasi Punggawa GNPF-MUI ke Ombudsman

Tim pengacara melaporkan proses peradilan tidak fair terhadap para punggawa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Polisi dianggap melakukan kriminalisasi.

Selasa, 21/02/2017 15:35 0

Analisis

Manifesto Zuckerberg, Sebuah Cetak Biru untuk Menghancurkan Jurnalisme

Pada hari Kamis (16/02), sebuah manifesto baru secara panjang lebar dirilis dan dipublikasikan Zuckerberg melalui Facebook.

Selasa, 21/02/2017 14:35 0

Indonesia

Pembunuhan Kim Jong-Nam: Foto Ini Menunjukkan Sesaat Sebelum Dirinya Tewas

Sebuah surat kabar Malaysia menampilkan foto Kim Jong-Nam sebelum tewas kerena dugaan diracun sepekan lalu. Foto yang dirilis oleh New Straits Times itu menunjukkan saudara tiri Presiden Korea utara, Kim Jong-Un dalam posisi merosot di kursi di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA 2).

Selasa, 21/02/2017 14:00 0

Indonesia

Usai Ditemui Pimpinan Komisi III DPR RI, Massa 212 Bubarkan Diri dengan Tertib

Tuntutan dan aspirasi peserta aksi 212 (21 Februari 2017) yang digelar di depan Gedung DPR RI sudah diterima oleh Komisi III DPR RI.

Selasa, 21/02/2017 13:57 0

Indonesia

Saksi Ahli NU Tegaskan Ahok Sesatkan Umat Islam

Wakil Rois Aam PBNU, KH. Miftahul Akhyar menegaskan bahwa ucapan Ahok yang menyinggung Al-Maidah 51 merupakan bentuk penistaan.

Selasa, 21/02/2017 13:45 0

Indonesia

Wakil Rois Aam PBNU: Ahok “Loncat Pagar” Dua Kali Saat Singgung Al-Maidah 51

Sidang kasus penodaan agama Islam sudah memasuki sidang kesebelas. Pada sesi ini, agenda persidangan masih pemeriksaan saksi ahli. Hadir sebagai saksi ahli di antaranya Wakil Rois Aam PBNU, KH. Miftahul Akhyar.

Selasa, 21/02/2017 13:27 0

Indonesia

Habib Rizieq Akhirnya Hadir di Aksi 212 Jilid II

Habib Rizieq Shihab akhirnya hadir dalam aksi 21 Feburari atau dikenal Aksi 212 Jilid II yang bertempat di depan Gedung DPR/MPR RI. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu sesaat setelah Adzan Dzuhur berkumandang.

Selasa, 21/02/2017 13:08 0

Indonesia

Tak Rela Agamanya Dinistakan, Kumpulan Pelajar Ini Ikuti Aksi 212 Jilid II

Aksi 21 Februari di depan Gedung DPR RI untuk menuntut terdakwa penista agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diberhentikan dari jabatan gubernur DKI dan segera ditahan pada Selasa (21/02) juga menyedot perhatian pelajar. Mereka yang menamakan diri Pelajar Pembala Agama (PPA) itu memanfaatkan libur sekolah akibat banjir untuk ikut aksi.

Selasa, 21/02/2017 12:35 1

Indonesia

Perwakilan Massa 212 Diterima DPR, Ini Empat Tuntutan yang Dibawa

Aksi 212 Jilid 2 atau Aksi 21 Februari dengan tuntutan utama pemberhentian terdakwa penista agama, Basuki Tjahaja Purnama, dari jabatan Gubernur DKI Jakarta, sudah berlangsung sejak pukul 5.30 WIB. Tepat pukul 09.00 WIB, perwakilan massa dibolehkan masuk ke DPR dan diterima Komisi III.

Selasa, 21/02/2017 11:30 0

Indonesia

Atraksi Jawara Turut Warnai Aksi 212 Jilid II

Atraksi silat dari Jawara berbagai tempat turut mewarnai aksi 21 Februari atau 212 Jilid 2 di depan Gedung DPR RI pada Selasa (21/2). Hujan yang mengguyur kota Jakarta pagi ini tak menyurutkan massa.

Selasa, 21/02/2017 10:21 0

Close