... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Rumput Agama Kita Lebih Hijau

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Rumput tetangga selalu lebih hijau, begitulah istilah yang sering diungkapkan untuk menunjukkan rasa rendah diri melihat apa yang dimiliki orang lain. Manusia memang tak pernah puas dengan apa yang sudah diterima dan melihat apa yang ada pada orang lain jauh lebih baik ketimbang miliknya. Orang jawa bilang sawang sinawang. Masing-masing melihat kehidupan yang dijalani serasa lebih buruk dan tak seindah orang lain.

Apabila fenomena ‘iri’ ini berhenti pada perkara-perkara dunia, mungkin masih bisa dikatakan wajar, meskipun Islam juga mengharuskan umatnya bersifat qona’ah (menerima karunia Allah dengan lapang dada, baik sedikit maupun banyak). karena dampak dan konsekuensinya jauh lebih ringan daripada ‘iri’ terhadap ajaran agama lain.

Kewajiban Iltizam dan Haramnya Tasyabbuh

Allah Ta’ala telah mengangkat derajat kaum muslimin dengan Islam. Sebagaimana perkataan Umar bin Khattab kepada para sahabatnya, “Dahulu, kalian adalah orang yang paling hina, paling rendah dan paling sedikit. Lantas Allah muliakan kalian dengan Islam. Andaikan kalian mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian.” (Tarikh Dimasyq, 44/5).

Adapun kemuliaan itu, tidak akan diraih kecuali dengan benar-benar kembali kepada agama Islam dan iltizam dengannya. Oleh karena itu, Rasulullah telah memperingatkan kita agar tidak melakukan sesuatu yang menujukkan tasyabbuh (meniru-niru) orang kafir.

Pengertian Hukum Tasyabbuh

Tasyabbuh secara etimologi adalah menyerupai orang lain dalam suatu perbuatan. (al-Mu’jam al-Wasith, 471). Sedangkan secara terminologi adalah menyerupai orang kafir atau siapa saja yang menyelisihi Rasulullah dalam hal aqidah, ibadah, perayaan atau hari-hari besar, kebiasaan, ciri-ciri, dan akhlak yang merupakan ciri khas bagi mereka.

BACA JUGA  Peran Alim Ulama di Tengah Wabah Corona

Tasyabbuh kepada orang kafir merupakan perbuatan yang diharamkan dalam agama Islam, baik dalam ibadah, pakaian atau kebiasaan-kebiasaan mereka. Inilah yang di sepakati oleh para ulama berdasarkan nash-nash yang ada. Diantaranya adalah firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah katakan kepada Muhammad ‘Ra’ina’, tetapi katakanlah ‘Undzurna’, dan dengarlah. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.” (QS. Al Baqarah: 104).

Ibnu Katsir berkata, “Ini merupakan dalil tentang larangan keras serta ancaman atas tasyabbuh terhadap orang-orang kafir, baik dalam ucapan, perbuatan, pakaian, hari raya dan ibadah-ibadah mereka, dan selain dari itu berupa urusan-urusan yang tidak disyari’atkan atas kita, dan kita juga tidak menetapkannya.” (Tafsir Al-Qur’an al-Adhim, 1/148).

Sedangkan dalil dari As-Sunnah adalah sebuah hadits,

 

مَنْ َتَشَّبَه بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka berarti dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Efek Tasyabbuh

Ibnu Taimiyah pernah berkata, “Sesungguhnya tasyabbuh (meniru gaya) orang kafir secara lahiriyah mewariskan kecintaan dan kesetiaan dalam batin. Begitu pula kecintaan dalam batin mewariskan tasyabbuh secara lahiriyah. Hal tersebut sudah terbukti dalam banyak kasus. Sampai-sampai jika ada dua orang yang dulunya berasal dari kampung yang sama, kemudian bertemu lagi di negeri asing, pasti ada kecintaan, kesetiaan dan saling berkasih sayang. Meskipun dahulu di negerinya sendiri tidak saling kenal atau saling terpisah.” (Iqtidha’ ash-Shirothi al-Mustaqim, 1/549).

BACA JUGA  Solidaritas Untuk Umat Islam Suriah

Kapan Disebut Tasyabbuh?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “Patokan disebut tasyabbuh adalah jika melakukan sesuatu yang menjadi kekhususan orang yang ditiru. Misalnya yang disebut tasyabbuh pada orang kafir adalah seorang muslim melakukan sesuatu yang menjadi kekhususan mereka. Adapun jika sesuatu sudah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin dan tidak jadi kekhasan atau pembeda dengan orang kafir, maka tidak lagi disebut tasyabbuh. Seperti itu tidaklah dihukumi tasyabbuh, namun bisa jadi dinilai haram dari sisi lain.” (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 3/30).

Sebagaimana penjelasan di atas, al-Lajnah ad-Daimah juga membuat kesimpulan bahwa hukum tasyabbuh bertingkat-tingkat. Tasyabbuh bisa menjadi perbuatan kufur, seperti meniru orang musyrik dalam hal istighatsah kepada penghuni kubur, ngalap berkah lewat salib, menjadikan salib sebagai syi’ar. Selain itu tasyabbuh juga bisa dihukumi haram, seperti mencukur jenggot dan mengucapkan selamat pada perayaan non muslim. Akan tetapi bermudah-mudahan dalam tasyabbuh yang haram semacam itu bisa jadi mengantarkan pada kekufuran. (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah, 3/308).

Penulis: Abu Absi

Editor : Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Tahrir Al-Syam Pimpin Pertempuran di Front Daraa

Pada hari Ahad (12/02), aliansi jihadis yang baru terbentuk Haiah Tahrir al-Syam (HTS) bersama sejumlah kelompok oposisi sekutu HTS lainnya melancarkan serangan terkoordinasi terhadap pasukan rezim Assad di bagian selatan kota Dara’a.

Selasa, 14/02/2017 09:49 0

Suriah

Tahrir Al-Syam Ultimatum Liwa Aqsha

Hai'at Tahrir Al-Syam (HTS), Senin (13/02), mengultimatum kelompok Liwa Aqsha untuk segera bertaubat dari pemahaman takfiri (serampangan mengkafirkan Muslim). Sebelumnya sejumlah anggota Dewan Syariah HTS menggelar pertemuan dengan para petingi Liwa Aqsha untuk berdiskusi dan menyampaikan nasihat.v

Selasa, 14/02/2017 09:32 0

Suriah

Laporan HRW: Rezim Assad Gunakan Bom Kimia Selama Pertempuran Aleppo

Human Right Watch (HRW) menyatakan bahwa rezim Assad telah melakukan "serangan kimia terkoordinasi" dalam pertempuran terakhir di Aleppo beberapa bulan lalu. Lembaga internasional itu mengungkapkan bahwa pasukan rezim Assad telah menjatuhkan gas klorin selama 8 kali di daerah pemukiman warga.

Selasa, 14/02/2017 08:33 0

Palestina

Hamas Angkat Pemimpin Baru Gantikan Ismail Haniyah

Perlawanan Gerakan Islam Palestina, Hamas, memilih Yahya Al-Sinwar sebagai pemimpin baru di Jalur Gaza pada Senin (13/02). Al-Sinwar menggantikan mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah, yang meraih mayoritas suara dalam pemilihan anggota parlemen Palestina pada tahun 2006.

Selasa, 14/02/2017 06:17 0

Suriah

Meski Gencatan Senjata, 21 Anak Tewas di Suriah dalam Sepekan

UNICEF melaporkan bahwa setidaknya terdapat 21 anak-anak yang tewas di Suriah selama 1 minggu terakhir. Meskipun gencatan senjata masih berlaku, pasukan Bashar Assad tetap menargetkan mereka di provinsi Idlib barat laut Suriah.

Selasa, 14/02/2017 05:27 0

Pakistan

Tak Sesuai Islam, Pakistan Larang Perayaan Hari Valentine

Sebuah pengadilan tinggi di Islamabad, Pakistan mengesahkan larangan merayakan Hari Valentine di seluruh negeri. Keputusan itu diambali lantaran perayaan tersebut bukan bagian dari tradisi Muslim.

Selasa, 14/02/2017 04:32 0

Indonesia

PP Muhammadiyah Keluarkan Imbauan Jelang Pilkada

"Aparatur keamanan hendaknya mengerahkan segenap kemampuan untuk menjaga netralitas negara dalam penyelenggaraan pilkada,"

Senin, 13/02/2017 22:24 0

Afghanistan

Serangan NATO Tewaskan Belasan Warga Sipil Afghanistan

18 warga si[pil tewas dalam serangan di distrik Sangin, Helmand

Senin, 13/02/2017 21:39 0

Suriah

Begini Ulah Pasukan Suriah di Hama dan Rusia di Idlib

Pasukan Suriah menargetkan sejumlah desa di pedesaan Hama dengan artileri pada hari Sabtu, sementara pesawat tempur Rusia melakukan kampanye pemboman di kota Al-Taubah di pedesaan utara.

Senin, 13/02/2017 21:05 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Khawatirkan Sikap Tidak Adil Pemerintah

"Mulai dari proses hukum terhadap Ahok yang kami nilai lambat, kedua, status Ahok yang hari ini masih bisa menjadi gubernur, dan muncul ada dugaan ada penyadapan, tapi tidak dituntaskan secara hukum"

Senin, 13/02/2017 20:37 0

Close