... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Sertifikasi Dai, Bentuk Pemasungan terhadap Dakwah

Foto: Karikatur sertifikasi khatib beredar di media sosial.

KIBLAT.NET – Kegaduhan di Indonesia seolah terus mengalir tanpa henti, satu kasus belum usai disambung kemunculan isu dan kasus yang lainnya. Belum lagi masyarakat menyaksikan penyelesaian terdakwa penista agama (Ahok), tiba-tiba beralih ke wacana sertifikasi da’i sehingga menambah gaduh politik dalam negeri.

Betapa tidak, Indonesia saat ini bukan negara otoriter yang kekuasaannya mencengkram di setiap lini kehidupan masyarakatnya. Ada ruang dimana pemerintah tidak boleh terlalu campur tangan di dalamnya semisal permasalahan teknis keagamaan. Ia hanya sebagai fasilitator keagamaan dan bukan pengatur. Hal ini dikuatkan dengan kenyataan bahwa terkecuali Indonesia bukan negeri berbasis syariat seperti Kelantan di Malaysia, Indonesia adalah negeri yang menerapkan demokrasi yang menjamin kemerdekaan masyarakatnya.

Akhirnya pro dan kontra bergulir. Sebagian umat Islam tentu merasa dirugikan dengan wacana ini, ada banyak alasan untuk hal tersebut. Ide sertifikasi da’i bisa menjadi bentuk pemasungan terhadap dakwah Islam. Selain daripada itu, muncul beragam asumsi yang sulit untuk ditolak bahwa jika ide ini benar-benar dijalankan, maka sertifikasi justru akan menambah persoalan. Setidaknya akan muncul dua jenis Da’i, yakni Da’i pemerintah dan Da’i nonpemerintah. Tentu saja dikotomi tersebut akan memunculkan kesan yang tidak baik. Anggaran Negara yang semakin berat dan kesan intervensi atau monitoring oleh pemerintah akan sangat kentara.

Kecurigaan umat terhadap ide besar sertifikasi juga perlu dipertimbangkan, menyusul penyudutan islam oleh banyak media akhir-akhir ini baik melalui isu teroris, radikal, dan intoleran yang selalu dikaitkan dengan islam. Menag Lukman Hakim dalam dialog di TV One Jumat (3/2/2017) menegaskan bahwa program ini tidak murni muncul dari lembaga yang dipimpinnya, melainkan untuk merespons aspirasi dan tuntutan sejumlah pihak yang merasa resah karena khutbah yang dinilai menyebarkan kebencian pada pihak lain.

BACA JUGA  Mahfud MD Bilang RUU Omnibus Law Salah Ketik, Anda Percaya?

Pertanyaannya adalah pihak mana yang merasa resah? Dan apakah sertifikasi da’i merupakan satu-satunya formulasi yang tepat untuk merespon itu? Bukankah kesimpulan yang prematur dan hanya akan melahirkan keresahan. Saat ini keresahan masyarakat muncul dari banyak aspek, tetapi aspek yang terbesar sebenarnya justru berasal dari kelambanan pemerintah dalam mewujudkan kemakmuran warga negaranya.

Harga kebutuhan hidup yang semakin tinggi menyusul naiknya tarif listrik, harga cabai yang tidak masuk akal, menjamurnya pekerja ilegal asal Tiongkok, pencabutan tunjangan guru besar di perguruan tinggi, dan seabreg permasalahan lainnya. Sehingga menghakimi da’i sebagai sumber masalah. Ibarat pepatah “gajah di pelupuk mata tak tampak sementara kuman di seberang lautan tampak”.

Masyarakat Indonesia sudah bertahun-tahun hidup secara guyub rukun bukan hanya dalam keberagaman suku, dan ras, tetapi juga agama. Tidak ada permasalahan serius terkait dai-dai yang berdakwah. Masyarakat sudah semakin arif dan bijaksana untuk menentukan apa yang baik dan tidak baik, apa yang seharusnya dan tidak seharusnya.

Hemat penulis, sebaiknya pemerintah fokus dalam usaha menyejahterakan rakyat, menegakkan keadilan, dan tugas-tugas penting lainnya yang merupakan amanah undang-undang dari pada menyibukkan pada urusan yang bukan menjadi kewenangannya.

Terlebih lagi, persoalan dakwah (Islamiyah) sudah berjalan sebelum Indonesia terbentuk, dengan munculnya organisasi keagamaan di Tanah Air, yaitu Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Persatuan Islam. Seandainya pemerintah ingin benar-benar berpartisipasi dalam dakwah, maka langkah yang tepat adalah membantu perbaikan madrasah, pesantren, perbankan syariah, maupun amal usaha organisasi tersebut, dan bukan menggulirkan ide sertifikasi dan standarisasi kepada da’i-da’inya. Wallahu’allam.

 

BACA JUGA  Pernyataan Kepala BPIP Benar-benar Bermasalah

Oleh : Umarwan Sutopo Lc, M.Hi., Pernah mengabdi di Ponpes Muhammadiyah al-Munawwaroh kota Malang dan kini menjadi Dosen di STAIN Ponorogo

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Diajukan Hari Senin, Ini Agenda Sidang Ahok

Sidang lanjutan kasus Penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahaja Purnama diajukan hari Senin besok. Sebab, haris Selasa merupakan hari tenang untuk Pilkada DKI.

Ahad, 12/02/2017 17:48 0

Suriah

Faylaq Syam Dipastikan Absen Dalam Perundingan Jenewa, Ini Sebabnya

Faylaq Syam bersumpah tidak akan hadir dalam perundingan Jenewa apabila rezim tidak bersedia melakukan gencatan senjata. Syarat mutlak itu diajukan, setelah beberapa kali rezim memanfaatkan momen perundingan untuk menyerang lawannya.

Sabtu, 11/02/2017 17:55 0

Video News

Bada Zuhur, Massa Aksi 112 Mulai Membubarkan Diri

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah shalat Zuhur berjamaah di masjid Istiqlal, tempat digelarnya zikir nasional hari...

Sabtu, 11/02/2017 16:07 0

Indonesia

Di Aksi 112, Habib Rizieq: Apapun Risikonya Kita Jalani, Yang Penting Allah Ridha

Ketua Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menegaskan aksi bela Islam yang digelar umat Islam dari mulai aksi 411, 212 termasuk hari ini hanya bertujuan untuk mencari ridha Allah SWT.

Sabtu, 11/02/2017 15:34 0

Irak

Pentagon Klaim Berhasil Tewaskan Petinggi ISIS di Mosul

Amerika Serikat mengklaim telah berhasil membunuh Rachid Kassim, senior ISIS yang diduga sebagai pelopor sejumlah serangan di Perancis.

Sabtu, 11/02/2017 15:00 0

Indonesia

Bachtiar Nasir: Apapun yang Terjadi, Saya dan Habib Akan Menerima Akibatnya

“Saya hanya akan menyampaikan hal yang penting. Apapun yang terjadi di akhir ini, saya dan Al-Habib (Rizieq Syihab, red) yang akan menerima akibatnya. Jadi ini semua adalah resikonya,” kata Bachtiar Nasir di Masjid Istiqlal, Sabtu, (11/02).

Sabtu, 11/02/2017 14:32 1

Indonesia

Bukan Revolusi Mental, GNPF MUI Ajak Bangsa Ini Revolusi Akhlaq Karimah

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar Nasir pada aksi 112, Sabtu, (11/02) menegaskan pentingnya revolusi akhlaq karimah.

Sabtu, 11/02/2017 14:01 0

Amerika

Larangan Imigran Ditolak Hakim Banding, Trump Rancang Keppres Baru

Setelah perintah eksekutif kontroversialnya ditangguhkan oleh hakim federal dan ditolak hakim banding. Donald Trump kembali menyusun rancangan perintah eksekutif baru yang serupa, untuk melarang masuk warga pemegang visa dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Sabtu, 11/02/2017 13:59 0

Indonesia

Diminta Segera Revolusi, Ini Jawaban Petinggi GNPF MUI

"Waktu saya di Bima, mereka semua minta segera revolusi, padahal kondisi mereka sedang dalam keadaan susah (karena dilanda banjir, red). Lumpur-lumpur masih banyak," cerita Ustadz Bachtiar dalam tausiahnya di Masjid Istiqlal saat aksi 112, Sabtu, (11/02).

Sabtu, 11/02/2017 13:11 0

Amerika

Abaikan Korban Sipil, Trump: Operasi Darat di Yaman “Berhasil”

Presiden AS Donald Trump, memuji operasi darat yang dilakukan tim US Navy Seal di Yaman yang memakan korban 23 warga sipil, termasuk seorang gadis kecil berusia 8 tahun.

Sabtu, 11/02/2017 13:09 0

Close