Biksu Myanmar Hadang Kapal Bantuan untuk Rohingya di Yangon

KIBLAT.NET, Yangon – Kapal bantuan kemanusiaan Malaysia dihadang massa anti-Rohingya di pelabuhan Yangon, Myanmar pada Kamis (09/02). Sedianya, bantuan itu akan disalurkan kepada pengungsi dari minoritas Muslim Rohingya.

“Kami ingin memberitahu tahu mereka bahwa tidak ada Rohingya di sini,” kata seorang biksu Budha Myanmar bernama Thuseitta, yang ikut aksi itu.

Diketahui, Pemerintah Myanmar tidak mengakui kewarganegaraan ribuan Muslim Rohingya. Meskipun secara turun temurun mereka tinggal di wilayah kepimimpinan Aung San Suu Kyi itu. Kelompok yang paling mendukung kebijakan itu adalah dari nasionalis Budha, yang menganggap warga Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

The Nautical Aliya, kapal pembawa bantuan itu berangkat dari Malaysia dua pekan lalu, membawa 2.200 ton beras, bantuan medis dan pakaian, dengan ratusan pekerja kemanusiaan dan kesehatan.

Sebagian bantuan rencananya akan diturunkan di pelabuhan Yangon, kemudian diangkut melalui jalur darat ke negara bagian Rakhine. Adapun sisanya akan dibawa ke pelabuhan Teknaf, Banglades Selatan, tempat pengungsian bagi 70.000 warga Rohingya yang mengungsi ke negara itu.

Pengiriman bantuan dilakukan pasca militer Myanmar melakukan kekerasan terhadap warga minoritas Rohingya, berupa pemerkosaan, penyiksaan dan massa pembunuhan terhadap Rohingya. Hal ini sebagaimana dimuat dalam laporan PBB yang mewancarai ribuan warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh.

Berdasarkan wawancara dengan ratusan pelarian di Bangladesh, disebutkan bahwa militer Myanmar kemungkinan besar tengah melakukan pembersihan etnis.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: World Bulletin

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat