... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

[Editorial] GNPF dan Operasi Shock and Awe

Foto: GNPF-MUI-Shock&Awe

KIBLAT.NET – Satu per satu, petinggi GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) MUI, perlahan digiring ke kursi pesakitan. Setelah sebelumnya dipanggil sebagai saksi, akhirnya Munarman ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan fitnah dan pelecehan terhadap pecalang Bali.

Ustadz Bahtiar Nasir (UBN) dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan dana sebuah yayasan. Paling mengerikan, selain dituduh menghina lambang negara, Habib Rizieq Syihab (HRS) juga hendak dibunuh karakternya dengan tuduhan berzina.

Publik sudah memaklumi bahwa pasca aksi Bela Islam 411 yang disusul 212 tokoh-tokoh GNPF akan diincar. HRS sendiri mengisyaratkan, semut yang tidak sengaja ia injak akan ditekan untuk melaporkan dirinya ke polisi.

Umat sudah bersiap menyisihkan tenaga dan waktu untuk mengawal dagelan hukum ini. Maka oleh pembuat skenarionya, kasus petinggi GNPF tersebut dipecah di tiga titik berbeda. Munarman di Bali, HRS di Bandung dan UBN di Jakarta. Sebuah skenario yang nyaris sempurna.

Pihak GNPF sebenarnya mempunyai banyak amunisi untuk membela diri. Misalnya, bagaimana ada pihak tertentu di luar PPATK yang bisa menekan pihak bank untuk membuka identitas pengirim dana bantuan Aksi Bela Islam. Lalu dengan data tersebut, beberapa donatur diintimidasi, dan dijejali informasi hoax bahwa rekening yang mereka kirimi uang itu salah alamat, dan kini uangnya diselewengkan.

Dalam kasus sangkaan kepada Munarman, GNPF justru berkesempatan untuk membuktikan apakah sinyalemen tindakan kurang menyenangkan yang dilakukan pecalang itu hoax, atau sebenarnya merupakan fakta yang tertimbun rapat karena status umat Islam yang minoritas.

BACA JUGA  Neraca Loyalitas, dari Abu Ubaidah bin Jarrah Hingga Donald Trump

Demikian halnya dengan kasus Firza Husein yang dikaitkan dengan HRS. Bagaimana seseorang yang ditangkap atas tuduhan makar, dalam BAP bisa berubah ke sangkaan pornografi? Belum lagi soal tersebarnya foto-foto pribadi dalam HP— foto dirinya saat rebahan di sel penjara—siapa yang bisa menyebarkan padahal jauh-jauh hari HP nya sudah disita?

Namun hukum hanya menjadi kedok dalam serangan terhadap lingkaran inti GNPF. Benar atau tidak tuduhan yang disangkakan, bagi perancang skenario bisa dinomorduakan. Yang penting tangkap dan kesankan tokoh-tokoh agama itu sebagai pesakitan.

Meskipun palu hakim nantinya mengetok bebas, toh stigma negatif sudah tertanam. Setidaknya preseden ini dapat diolah menjadi amunisi empuk bagi propagandis-propagandis di dunia maya.

Serangan terhadap GNPF ini dalam perang disebut operasi “Shock and Awe.” Sebuah serangan yang cepat, massif dan membuat sasaran kaget sampai melongo. Sesuai doktrin “Shock & Awe,” tidak penting apakah manuver tersebut proporsional atau lebay, legal atau tidak, etis atau tidak. Yang penting intimidasi psikologis ke tokoh-tokoh GNPF MUI dan umat Islam bisa tercapai.

Penguasa memang memiliki segala-galanya, bisa berbuat apapun yang disuka. Dengan kekuasaannya, hitam atau putih bisa berubah tampak menjadi abu-abu. Meski demikian, setiap tindak kezaliman pasti ada bayarannya.

Nasib kaum ‘Ad dan Tsamud yang dipotret dalam surat Al-Haqqah adalah contohnya. Ketika adidaya dan kekuatan yang mereka memiliki hanya menambah kezaliman demi kezaliman, guntur dan angin dingin melumat keduanya, bergelimpangan bagai tangkai kurma yang lapuk.

BACA JUGA  Pakar: Polisi Main-main Dalam Gunakan Pasal Makar

Demikianlah, ketika bandul kezaliman telah melampaui batas, Allah mengayunkannya balik dengan cara-Nya sendiri yang tak kalah dahsyat.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Pembunuhan Anggota Palang Merah di Afghanistan: Taliban Bantah Terlibat

Taliban Afghanistan membantah terlibat dalam pembunuhan enam pekerja kemanusiaan dari Komite Internasional Palang Merah Afghanistan dan hilangnya dua pekerja lainnya di provinsi Jawzjan. Sebaliknya, Taliban mengatakan serangan itu adalah pekerjaan "penculik."

Kamis, 09/02/2017 15:45 0

Indonesia

Verifikasi Media Berpotensi Memonopoli Sumber Informasi

Jika hal ini terus dibiarkan maka akan mengarahkan pada terjadinya korporatisasi pers atau kondisi ketika hanya perusahaan bermodal jumbo saja yang diizinkan menjadi lembaga pers dan akhirnya memonopoli sumber informasi.

Kamis, 09/02/2017 15:23 0

Indonesia

Jadi Pembicara di Hari Pers Nasional, Kadiv Humas: Media Adalah Penyambung Lidah Korps

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar menjadi pembicara dalam Acara saat acara Hari Pers Nasional di Gedung Siwa Lima, Jalan Karang Panjang, Ambon, Maluku, Rabu (8/2/2017).

Kamis, 09/02/2017 14:55 0

Inggris

Survei: Mayoritas Warga Eropa Dukung Pelarangan Muslim

Temuan mengejutkan lainnya mengungkapkan bahwa kalangan manula atau mereka yang berusia pensiunan adalah mayoritas yang mendukung pelarangan itu. Adapun pada peringkat di bawahnya adalah dari kalangan akademisi tingakan menengah ke bawah.

Kamis, 09/02/2017 14:30 0

Amerika

Pentagon Mengaku Lumpuhkan 11 Anggota Al-Qaeda di Idlib

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengumumkan, Rabu (08/02), pasukan AS melupuhkan sedikitnya 11 anggota Organisasi al-Qaeda serangkaian serangan udara di kota Idlib, Suriah.

Kamis, 09/02/2017 13:56 0

Indonesia

Sistem Barcode Media Dinilai Kurang Tepat dan Banyak Kekurangan

Alih-alih menonjolkan program peningkatan profesionalisme wartawan, Dewan Pers malah memunculkan sebuah sistem baru yaitu barcoding yang dinilai masih banyak kekurangannya.

Kamis, 09/02/2017 13:18 0

Indonesia

LBH Pers: Barcode Media Dianggap Menakutkan Sebelum Adanya UU Pers

Verifikasi Media oleh Dewan Pers sudah dilakukan sejak 2010 lalu, tepatnya dalam Deklarasi Palembang yang dihadiri oleh perusahaan-perusahaan besar media di Indonesia.

Kamis, 09/02/2017 12:28 0

Amerika

Militer AS Sesumbar Operasi di Mosul dan Raqqah Selesai Hitungan Bulan

Militer Amerika Serikat sesumbar akan membebaskan Kota Mosul di Irak dan Raqqah di Suriah, dua basis utama ISIS, dalam enam bulan ke depan. Ini sebagai realisasi instruksi Presiden baru AS, Donald Trump, yang memerintahkan meningkatkan serangan kepada kelompok "teroris".

Kamis, 09/02/2017 11:18 0

Palestina

Hamas Menolak Pertukaran Tahanan yang Ditawarkan Israel

Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, Rabu (08/02), menegaskan menolak proposal pertukaran tawanan melalui perantara regional dan internasional yang ditawarkan penjajah Israel. Hamas mengungkapkan bahwa tawaran itu tidak menyentuh sedikit pun tuntutan pejuang perlawanan.

Kamis, 09/02/2017 10:18 0

Yaman

Pasukan Yaman Rebut Pelabuhan dari Milisi Hutsi

Pasukan pro pemerintah Yaman mempertegas keberhasilannya di Mocha terkait perebutan kota pelabuhan Laut Merah tersebut.

Kamis, 09/02/2017 08:20 0