... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Valentine Day, Budaya Rusak dan Merusak

Foto: Valentine Day. (Ilustrasi)

KIBLAT.NET – Bulan Februari sangat kental dengan bulan cinta, begitu banyak orang sekarang menyebutnya. Hal itu dikarenakan adanya momentum hari velentine atau sering disebut dengan V-Day. Menurut Ensiklopedia Amerika (volume XXVII/hal. 860) menyebutkan, Valentine Day adalah sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah. Yaitu hari dimana Santo Valentine mengalami martir (seorang yang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan/keyakinan)”. Sedangkan menurut Ensiklopedia Britania (volume XIII/hal. 949), “Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup pertama” (smpmugamesra.sch.id).

Budaya perayaan valentine jelas bukan merupakan budaya bangsa ini dan tentunya bukanlah budaya Islam. Valentine’s day adalah budaya  yang berasal dari budaya barat yang syarat dengan bumbu kebebasan. V-Day pada umumnya ditunggu oleh pasangan muda-mudi karena para pemuda seakan mendapat kesempatan untuk melampiaskan kasih sayang pada hari itu, bahkan hal tersebut didukung dengan menjamurnya acara bernuansa V-Day dengan banyaknya pernak-pernik berbau V-Day yang menyebar di berbagai toko dan pusat perbelanjaan.

Dampak yang dihasilkan dari maraknya perayaan V-Day ini pun tak kalah mengerikan. Melalui momentum V-Day ini penjualan kondom di sebagian daerah meningkat. Sebagai contoh di sejumlah mini market, apotek dan pedagang kaki lima di Bandar Lampung rata-rata bisa menjual 6-8 kotak perharinya dan pembelinya usia 17-23 tahun (lampung.tribunnews.com). Tak hanya itu, fenomena seks bebas juga meningkat tajam. Berdasarkan survei Tim Riset Kaltim Post tahun lalu terhadap 35 remaja di kota Samarinda yang berusia 16 hingga 18 tahun diperoleh data, sebanyak 6 remaja terbiasa merayakan Hari Valentine dengan berhubungan badan. Yang lebih memprihatinkan sebanyak 5 dari 6 orang tersebut masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah negeri menengah atas di Kota Samarinda (riaupos.co).

Budaya V-Day ini berkembang pesat di negeri ini disebabkan semakin kuatnya arus liberalisasi dalam sistem sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) yang diterapkan di negeri ini. Hal tersebut ditambah dengan adanya pengeksposan secara sengaja kemeriahan momentum V-Day ini dan mempromosikannya sebagai kampanye hari kasih sayang. Cara halus seperti inilah yang sebenarnya menyesatkan masyarakat, khususnya para pemuda sehingga budaya liberal semakin tertancap kuat di negeri ini.

Para kapitalis juga tidak mau ketinggalan dalam momentum V-Day ini. Perayaan VD dijadikan sarana untuk meraup keuntungan lebih dengan menjual berbagai pernik yang berkaitan erat dengan V-Day, seperti coklat, bunga, kado dan sejenisnya. Pada tahun lalu misalnya permintaan cokelat bertemakan hati di kota Malang meningkat hingga tiga kali lipat. Selain itu permintaan bunga mawar dari berbagai daerah meningkat hingga 400% (economy.okezone.com). Bahkan menurut survei ada 45% yang menyiapkan dana sebesar Rp100-300 ribu dan 43 % mau merogoh kocek lebih dari Rp300-600 ribu khusus di hari Valentine (m.viva.co.id). Maka sebenarnya siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?.

V-Day adalah budaya sampah yang rusak dan merusak. V-Day berdampak buruk bagi para pemuda dan masyarakat. Pangkal dari V-Day adalah adanya budaya liberal yang dianut masyarakat. Maka harus ada upaya untuk mencegah sekaligus memberangus budaya sampah ini, yaitu:

  1. Memperkuat peran keluarga

Keluarga memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Keluarga bisa menjadi benteng virus liberalisme dan budaya perayaan V-Day. Maka diperlukan penguatan keluarga dengan menanamkan nilai moral dan agama serta selalu terikat dengan hukum agama (syariat).

  1. Mengoptimalkan peran sekolah

Sekolah harusnya berperan untuk menangkal budaya perayaan V-Day ini. Guru melalui kurikulum harusnya memasukkan materi anti merayakan V-Day ke dalam materi pembelajaran. Selain itu Dinas Pendidikan juga semestinya memberikan himbauan dan pelarangan terkait kegiatan tersebut.

  1. Teladan orang tua dan lingkungan

Orang tua menjadi model panutan yang memberikan teladan bagi anaknya. Orang tua harus mencontohkan yang baik dengan tidak ikut merayakan V-Day (meski antar suami istri) sehingga bisa dicontoh anak-anaknya. Lingkungan semestinya juga tidak mengekspos kemeriahan V-Day, termasuk toko dan pusat pusat perbelanjaan tidak menjual pernak-pernik V-Day.

  1. Peran Negara memberangus budaya liberal

Negara harusnya memfilter budaya asing yang masuk. Budaya asing yang merusak (sekulerisme, liberalisme, kapitalisme) seharusnya tidak mendapat tempat di negeri ini karena budaya tersebut yang membuat negeri ini terpuruk di semua lini.

Penulis: Wijaya Kurnia Santoso (Tim Yuk Ngaji Nganjuk)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yordania

Serang ISIS di Suriah Selatan, Yordania Koordinasi dengan Assad

Militer Yordania, Jumat lalu (03/01), meluncurkan serangan udara menargetkan ISIS di Provinsi Suwaida, Suriah Utara, yang berbatasan dengan Yordania. Jet tempur militer Yordania melesatkan sejumlah misil ke lokasi-lokasi penting ISIS di wilayah tersebut.

Senin, 06/02/2017 10:30 0

Indonesia

Mantan Sekjen PKS Taufik Ridho Meninggal Dunia

"Keluarga besar PKS berduka atas wafatnya Ust. M. Taufik Ridho (Sekjen DPP PKS 2013-2015 dan 2015). Semoga almarhum husnul khatimah," cuit akun @PKSejahtera, Senin (6/2/2017).

Senin, 06/02/2017 10:17 0

Suriah

Berapa Jumlah Pasukan Ahrar Syam Saat Ini?

Kelompok harokah perlawanan Suriah, Ahrar Syam, dilaporkan mengungkap jumlah terbaru pasukannya. Dikutip dari Arabi21, Senin (06/02), Ahrar Syam mengatakan 25.000 pasukannya telah tersebar di berbagai wilayah Suriah.

Senin, 06/02/2017 10:00 0

Inggris

Warga Inggris di 13 Kota Turun ke Jalan Protes Kebijakan Donald Trump

Keputusan Donald Trump memberlakukan larangan masuk bagi pengungsi dan warga dari tujuh negara muslim memicu gelombang protes di 13 kota di Inggris.

Senin, 06/02/2017 09:30 0

Irak

AS Serang ISIS di Perbatasan Iraq-Suriah, Puluhan Sipil Tewas

Amerika Serikat baru-baru ini menargetkan militan ISIS di daerah gurun perbatasan Iraq-Suriah. Operasi ini telah mengakibatkan pembunuhan petani sipil dan nomaden.

Senin, 06/02/2017 09:02 0

Indonesia

Pengamat: Sulit untuk Melihat Kebijakan Trump Bukan Karena Sentimen Anti Muslim

Peneliti Madani Center for Development & International Studies ini mengutarakan, Presiden Donald Trump dikelilingi orang-orang ultranasionalis seperti Steve Bannon yang membenarkan retorikanya. Selain Bannon, penasihat keamanan nasional AS, Michael Flynn pernah menyebut ketakutan terhadap Muslim itu rasional.

Senin, 06/02/2017 08:20 0

Yaman

AQAP: Operasi Pasukan Khusus AS di Baidha Telah Gagal

Pemimpin Organisasi Al-Qaeda cabang Yaman atau dikenal Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP), Qasim Ar-Rimi, menegaskan bahwa operasi penerjunan pasukan khusus AS di Provinsi Baidha pekan lalu telah gagal. Puluhan pasukannya tewas dan dua helikopternya berhasil dijatuhkan.

Senin, 06/02/2017 08:16 0

Indonesia

Ketum PBNU Bantah Hadir dalam Istigosah Kebangsaan Nahdiyin Bersama Ahok

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, membantah hadir dalam acara Istighosah Kebangsaan Warga Nahdiyin DKI Jakarta yang digelar di rumah Djan Faridz. Apalagi, berita kedatangan Said Aqil dibenarkan Taufik Damas dan juga telah disiarkan media.

Senin, 06/02/2017 07:38 1

Amerika

Kepres Pelarangan Muslim Dibatalkan Hakim Federal, Donald Trump Meradang

Pembatalan Kepres pelarangan Muslim membuat Presiden Donald Trump meradang. Ia menyatakan bahwa dia tidak akan mau bertanggung jawab jika serangan teroris menimpa Amerika Serikat.

Senin, 06/02/2017 07:27 0

Yaman

UEA Konfirmasi Kematian Prajuritnya di Yaman

Beberapa tentara Uni Emirat Arab (UEA) yang tergabung dalam pasukan Koalisi Teluk dilaporkan tewas dalam operasi militer di Yaman.

Senin, 06/02/2017 07:20 0

Close