... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat: Sulit untuk Melihat Kebijakan Trump Bukan Karena Sentimen Anti Muslim

Foto: Pengamat politik internasional, Arya Sandhiyudha.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat politik internasional Arya Sandhiyudha mengungkapkan keputusan Presiden AS Donald Trump memasukkan 7 negara mayoritas Muslim ke dalam daftar larangan tidak selaras dengan tujuan kepentingan nasional AS.

Menurutnya, kebijakan semacam ini justru akan menjadi bagian dari propaganda ISIS atau elemen teroris lainnya.

“Sejak peristiwa 911, di luar dari serangan itu sendiri, tidak ada satupun dari 7 negara itu terlibat dalam serangan terror. Justru korban pembunuhan terbesar, sebanyak 11.737 orang Amerika dibunuh oleh warga AS sendiri,” jelas Arya kepada Kiblat.net pada Senin, (06/02).

Arya melanjutkan, pernyataan bahwa ISIS akan melakukan serangan teror melalui pengungsi juga perlu dibedakan bagaimana perbedaan realita situasi Eropa dengan AS.

“Di Eropa terdapat visa Schengen, pengungsi dapat menempuh jalur laut, kemudian mereka dapat melintasi satu negara ke negara lainnya. Sementara, di AS butuh waktu 2 tahun untuk tinggal. Sebelumnya juga sudah sangat sulit untuk masuk,” kata Doktor Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Fatih Universiti Turki ini.

Ia menilai, harus ada pemikiran strategis bagaimana mencegah orang masuk ke zona konflik. Artinya, kebijakan yang dibuat harus fokus pada perilaku daripada memasukkan semua penduduk 7 negara (Iraq, Iran, Sudan, Libya, Suriah, Somalia dan Yaman) ke dalam daftar hitam. Apalagi ke 7 negara tersebut warganya tidak pernah melakukan teror di AS sejak 2001.

BACA JUGA  AR Learning Center - Taklim Jurnalistik Salurkan Sembako Ke Yayasan Madania Yogyakarta

Arya juga meyakini bahwa AS merupakan negara besar yang sangat kuat keamanannya. Hal itu bisa dilihat dari sejarah kemenangan AS dalam perang dunia II dan perang melawan komunisme. Maka dari itu, ia mempertanyakan mengapa dalam melawan kelompok ISIS, AS harus merubah perspektif dan nilai-nilai yang dipegangnya sekian lama.

“Menyebut dengan slogan terorisme radikal Islam, tidak akan banyak membantu, justru akan memenuhi kelompok seperti Al-Qaidah dan ISIS untuk mempercayai adanya benturan peradaban antara Muslim dan non-Muslim,” tambahnya.

Peneliti Madani Center for Development & International Studies ini mengutarakan, Presiden Donald Trump dikelilingi orang-orang ultranasionalis seperti Steve Bannon yang membenarkan retorikanya. Selain Bannon, penasihat keamanan nasional AS, Michael Flynn pernah menyebut ketakutan terhadap Muslim itu rasional.

Bahkan, Direktur CIA Mike Pompeo turut menyebut bahwa Islam radikal telah menginfiltrasi kota-kota kecil di AS.

“Retorika itu akan menyakiti AS sendiri, dimulai dari mencurigai warganya sendiri dan ini justru akan membantu propaganda ISIS. Ini jelas bukan kebijakan yang tepat untuk mengamankan. Sulit untuk melihat kebijakan ini bukan karena sentimen anti Muslim,” pungkasnya.

 

Reporter: Administrator
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

AQAP: Operasi Pasukan Khusus AS di Baidha Telah Gagal

Pemimpin Organisasi Al-Qaeda cabang Yaman atau dikenal Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP), Qasim Ar-Rimi, menegaskan bahwa operasi penerjunan pasukan khusus AS di Provinsi Baidha pekan lalu telah gagal. Puluhan pasukannya tewas dan dua helikopternya berhasil dijatuhkan.

Senin, 06/02/2017 08:16 0

Amerika

Kepres Pelarangan Muslim Dibatalkan Hakim Federal, Donald Trump Meradang

Pembatalan Kepres pelarangan Muslim membuat Presiden Donald Trump meradang. Ia menyatakan bahwa dia tidak akan mau bertanggung jawab jika serangan teroris menimpa Amerika Serikat.

Senin, 06/02/2017 07:27 0

Yaman

UEA Konfirmasi Kematian Prajuritnya di Yaman

Beberapa tentara Uni Emirat Arab (UEA) yang tergabung dalam pasukan Koalisi Teluk dilaporkan tewas dalam operasi militer di Yaman.

Senin, 06/02/2017 07:20 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Bolehkah Membawa Anak ke Masjid ?

KIBLAT.NET – Jika ditanya apa yang menjadi gangguan sholat anda saat berjamaah di masjid ?...

Ahad, 05/02/2017 22:46 0

Artikel

Pemuda, Pemimpin Perubahan

Perubahan ada di tangan kalian wahai para pemuda, tidak ada pilihan yang lebih baik bagi kita para pemuda kecuali kita meleburkan diri dalam perjuangan ini. bersama-sama mengkaji Islam dan bergerak merubah peradaban jahiliyah menuju peradaban mulia yakni Islam.

Ahad, 05/02/2017 18:00 1

Suriah

Jet Tempur Turki Serang Al-Bab, 51 Militan ISIS Terbunuh

Serangan udara Turki kembali menargetkan para militan ISIS di kota Al-Bab, Suriah utara, Sabtu (04/02). Puluhan militan dilaporkan terbunuh dan beberapa lainnya terluka.

Ahad, 05/02/2017 17:35 0

Suriah

Amunisi yang Diangkut Meledak, Lima Tentara Rusia Tewas

Sedikitnya lima tentara Rusia dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya luka-luka setelah kendaran militer yang mereka tumpangi meledak pada Sabtu malam (04/02) di wilayah Lattakia, yang merupakan basis pendukung Bashar Assad

Ahad, 05/02/2017 16:45 0

Prancis

Paris Kembali Digegerkan Serangan “Teror”

Para pengunjung Museum Louvre dikagetkan dengan pengumuman lewat pengeras suara akan adanya percobaan serangan "teror"mpada Jum'at (03/02). Tidak ada kepanikan dalam percobaan aksi ini, meskipun beberapa anak terlihat menangis. Sebagian penjaga terlihat mengarahkan para pengunjung untuk duduk berdekatan dan menjauhi jendela.

Ahad, 05/02/2017 15:44 0

Suriah

Militan Inggris Ini Pilih Bunuh Diri Ketimbang Ditawan ISIS

Ryan Locke yang bergabung dalam barisan milisi kurdi YPG dikabarkan memilih bunuh diri karena takut ditawan oleh ISIS.

Ahad, 05/02/2017 15:11 0

Amerika

PBB Hapus Gulbuddin Hekmatyar dari Daftar Teroris

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (04/01), PBB menyatakan bahwa komite Dewan Keamanan telah menghapus nama Gulbuddin Hekmatyar dari daftar sanksi.

Ahad, 05/02/2017 10:11 0

Close
CLOSE
CLOSE