... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kepres Pelarangan Muslim Dibatalkan Hakim Federal, Donald Trump Meradang

Foto: Donald Trump

KIBLAT.NET, Washington – Pembatalan Kepres pelarangan Muslim membuat Presiden Donald Trump meradang. Ia menyatakan bahwa dia tidak akan mau bertanggung jawab jika serangan teroris menimpa Amerika Serikat. Pasalnya, dia merasa upayanya mencegah terorisme dengan mengeluarkan larangan masuk ke AS kepada warga tujuh negara muslim, telah dibatalkan oleh hakim agung pada mahkamah agung federal negeri itu.

Trump mengambinghitamkan hakim federal dan sistem peradilan Amerika Serikat yang menyimpulkan larangan masuk ke AS sementara untuk tujuh negara muslim sebagai melanggar konstitusi.

“Sulit dipercaya seorang hakim menempatkan negara kita pada bahaya besar seperti ini,” tulis Trump dalam Twitter, dua hari setelah hakim James Robart membatalkan perintah larangan untuk pengungsi dan kunjungan warga tujuh negara muslim itu.

Omongan Trump di Twitter ini juga disampaikan hanya sehari setelah sebuah panel hakim membatalkan banding Gedung Putih untuk memberlakukan kembali larangan itu.

“Jika sesuatu terjadi salahkan dia (hakim) dan sistem peradilan,” cuit Trump lagi.

Cuitan Trump ini rangkaian terakhir dari serangannya terhadap sistem peradilan AS. Belum lama Minggu waktu setempat, Wakil Presiden Mike Pence berkata bahwa Trump berhak mengkritik dua cabang pemerintahan (yudikatif dan legislatif), tapi itu bukan berarti mempertanyakan legitimasi hakim.

Trump menambahkan, “Saya telah memerintahkan (Departemen) Keamanan Dalam negeri untuk memeriksa orang-orang yang masuk ke negeri kita dengan sangat hati-hati. Pengadilan telah membuat pekerjaan menjadi sangat sulit!”

BACA JUGA  Memburu Kader "Radikal", Surat Terbuka untuk Menag

Selama akhir pekan ini Trump menghabiskan waktu di resort Mar-a-Lago miliknya di Florida dan selama itu pula dia mendadak bungkam.

Sepekan terakhir Trump justru terus-terusan berkicau di Twitter, mulai dari memposting jam kerjanya sampai membela mati-matian keputusan pelarangan Muslim pada Jumat (27/01) lalu.

Kepres itu melarang warga negara Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Surian dan Yaman masuk ke AS selama 90 hari ke depan, selain menangguhkan program pengungsi selama 120 hari dan memutus sama sekali program pengungsi Suriah.

 

Reporter: Fajar Shadiq
Sumber: The Guardian


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PWNU DKI Jakarta Akan Tindak Tegas Pengurus yang Aktif di Istigosah Bersama Ahok

Ketersinggungan PWNU DKI Jakarta terhadap Ahok pun tampaknya tidak main-main. Mahfudz pun menegaskan, pihaknya akan menindaktegas siapapun pengurus PWNU DKI Jakarta yang ikut terlibat aktif dalam acara Istighosah Kebangsaan yang mengatasnamakan warga Nahdiyin DKI Jakarta.

Senin, 06/02/2017 07:09 0

Indonesia

MUI: Kalau Memang Benar Ada Bukti Transkrip, Tunjukkan!

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk membuka bukti pembicaraan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai hasil sadapan itu di pengadilan.

Senin, 06/02/2017 06:46 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Bolehkah Membawa Anak ke Masjid ?

KIBLAT.NET – Jika ditanya apa yang menjadi gangguan sholat anda saat berjamaah di masjid ?...

Ahad, 05/02/2017 22:46 0

Indonesia

Didata Polisi, Ulama Jawa Timur: Kalau Ingin Sowan Lakukan dengan Cara Terhormat

Ulama Jawa Timur, KH. Habib Achmad Zein Alkaf merasa resah atas perlakuan Kapolda Jawa Timur yang melakukan pendataan para ulama dan tokoh setempat. Cara seperti ini, mengingatkannya dengan era masa lalu ketika PKI masih ada.

Ahad, 05/02/2017 20:24 0

Indonesia

GP Ansor: Tim Siber Ahok Masih Serang Kiai Ma’ruf Amin

Gerakan Pemuda (GP) Anshor Nahdatul Ulama mengecam tindakan Ahok beserta tim pengacaranya yang mengintimidasi Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin dalam persidangan penistaan agama ke-8 beberapa waktu lalu.

Ahad, 05/02/2017 19:04 1

Indonesia

Pendataan Ulama oleh Polisi, MUI Jawa Timur Tetap Berhusnudzon

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH. Abdussomad Buchori menanggapi positif soal pendataan ulama oleh kepolisian. Ia berhusnudzon (berprasangka baik, red), kepolisian mendata sejumlah ulama hanya untuk bersilaturahim.

Ahad, 05/02/2017 18:20 0

Artikel

Pemuda, Pemimpin Perubahan

Perubahan ada di tangan kalian wahai para pemuda, tidak ada pilihan yang lebih baik bagi kita para pemuda kecuali kita meleburkan diri dalam perjuangan ini. bersama-sama mengkaji Islam dan bergerak merubah peradaban jahiliyah menuju peradaban mulia yakni Islam.

Ahad, 05/02/2017 18:00 1

Indonesia

MUI: Ahok dan Penasihat Hukumnya Brutal dan Liar

K.H Ikhsan Abdullah, Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia, mengatakan bahwa tindakan terdakwa kasus penistaaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan tim penasehat hukumnya, yang mencecar Ketua Umum MUI Ma'aruf Amin dalam persidangan kasus penodaan agama beberapa hari lalu adalah sikap yang brutal dan liar.

Ahad, 05/02/2017 17:00 0

Indonesia

Pelemahan Saksi di Sidang Ahok untuk Menguatkan Nota Pembelaan

Anggota Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution mengungkapkan bahwa Ahok kembali melaporkan saksi pelapor dalam kasus penodaan agama yang menjerat dirinya. Kali ini giliran Wilyudin Akbar Rasyid Dhani yang dilaporkan Penasehat Hukum Ahok ke Polda Metro Jaya atas tuduhan memberikan keterangan palsu.

Ahad, 05/02/2017 14:40 0

Indonesia

IPM Pertanyakan Kunjungan Tiga Petinggi Negara ke KH. Ma’ruf Amin

Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Muhammad Irsyad meminta kepada pemerintah untuk tidak berpihak kepada Ahok. Menurutnya, soal kasus penistaan agama oleh Ahok, pemerintah terlihat melindungi terdakwa.

Ahad, 05/02/2017 14:10 0

Close