Paris Kembali Digegerkan Serangan “Teror”

KIBLAT.NET, Paris – Para pengunjung Museum Louvre dikagetkan dengan pengumuman lewat pengeras suara akan adanya percobaan serangan “teror”mpada Jum’at (03/02). Tidak ada kepanikan dalam percobaan aksi ini, meskipun beberapa anak terlihat menangis. Sebagian penjaga terlihat mengarahkan para pengunjung untuk duduk berdekatan dan menjauhi jendela.

Sebuah tembakan tentara Perancis dilaporkan melukai seroang pria bersenjata arang dan membawa dua tas di punggung saat ia mencoba memasuki museum terkenal di dunia itu. Pria itu masih hidup, tapi terluka parah. Pemerintahan menyebut insiden hari itu sebagai serangan teroris.

“Pengumuman itu datang melalui pengeras suara yang terputus-putus,” kata Paul Bandot (68), seperti dikutip dari Daily Sabah. “Semuanya tetap tenang. Orang-orang dengan cepat memahami, bahkan mereka yang tidak mengerti bahasa Perancis, bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi,” tambah pria tua itu.

Louvre adalah museum tempat lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci bertengger, juga tempat penyimpanan artefak Mesir kuno dan benda sejarah lainnya, dimana itu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Paris. Bertempat di bekas istana kerajaan di tepi sungai Seine, tercatat kurang lebih 7,3 juta pengunjung pada tahun lalu, atau lebih dari 23.000 orang per hari.

Pengunjung tetap berada di dalam kompleks untuk beberapa saat setelah percobaan serangan itu. “Ada pengumuman, kemudian petugas keamanan mulai mengamankan seluruh tempat dan setelah beberapa saat mereka mulai mengumpulkan semua orang dan menyuruh mereka berkumpul di salah satu sisi bangunan,” kata Lance Manus (71), dari Albany, New York. Ketika di tanya wartawan, apakah ia dan istrinya ketakutan, Manus mengatakan, “Kami datang dari luar Perancis, dan kami memiliki rasa takut seperti yang Anda miliki”.

Perancis sebagai anggota koalisi internasional pimpinan AS, telah dilanda serangkaian serangan militan selama dua tahun terakhir, di mana lebih dari 320 orang telah tewas. Hal itu menjadi pemandangan umum di Paris semenjak keadaan darurat diberlakukan di Perancis pada bulan November 2015 dan berlaku sampai sekarang.

Reporter: Mufti Amr
Sumber: Daily Sabah

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat