... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Di Persidangan, Ahok Ancam Akan Proses Hukum KH Ma’ruf Amin

Foto: Sidang perdana kasus Ahok, pekan lalu (Sumber: BBC)

KIBLAT.NET, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengancam akan memproses secara hukum KH Ma’ruf Amin. Terdakwa kasus dugaan penodaan agama itu menuding Ketua Majelis Ulama Indonesia memberikan keterangan palsu.

Ketua MUI KH Ma’ruf Amin dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok. Ahok kemudian diberikan kesempatan untuk menanggapi kesaksian ulama yang juga Rais Aam PBNU itu.

Menurut Ahok, Kiai Ma’ruf telah berbohong dengan mengatakan tidak pernah menerima telepon dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia pun mengklaim memiliki bukti jika Ketum MUI menerima telepon dari SBY pada tanggal 6 Oktober 2017, atau sehari sebelum Kiai Ma’ruf menerima kunjungan pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi di Kantor PBNU pada tanggal 7 Oktober 2016.

“Jadi jelas tanggal 7 Oktober saudara saksi saya berterima kasih ngotot bahwa saudara saksi tidak berbohong, tapi kalau berbohong kami akan proses secara hukum saudara saksi, untuk membuktikan bahwa kami memiliki bukti,” kata Ahok dalam persidangan di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/01).

Gubernur non aktif DKI Jakrta itu pun menyebut Kiai Ma’ruf tidak pantas menjadi saksi dalam kasusnya, dengan alasan sudah tidak objektif. Ahok pun menuding jika Ketum MUI itu sudah jelas mengarah mendukung pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi

“Saya juga keberatan saksi membantah tanggal 7 Oktober 2016 bertemu pasangan calon nomor urut satu, jelas-jelas saudara saksi menutupi riwayat pernah menjadi Watimpres Susilo Bambang Yudoyono (di tengah persidangan),” ujar Ahok.

BACA JUGA  Masyarakat Diminta Laporkan Faskes yang Naikkan Harga Swab Test

Sumber: Republika
Redaktur: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Austria Susun UU Larangan Cadar Bagi Muslimah

Perdana Menteri Austria, Christian Kern, baru-baru ini mengungkapkan tengah berupaya membuat undang-undang larangan cadar bagi wanita Muslimah di tempat-tempat umum.

Rabu, 01/02/2017 10:30 0

Info Event

Menghafal Al-Qur’an Itu Mudah, Askar Kauny Ajak Seluruh Dunia Menghafal Surat Al-Waqiah

Setelah meluncurkan program 'Menghafal Surat Ar Rahman' pada pertengahan tahun lalu, kali ini Askar Kauny kembali menggelar even serupa dengan hafalan surat yang berbeda, Surat Al-Waqiah.

Rabu, 01/02/2017 10:12 0

Suriah

Rombongan Terakhir Evakuasi Warga Wadi Barada Tiba di Idlib

Iring-iringan terakhir kendaraan yang mengevakuasi warga dan pejuang dari Kota Wadi Barada, Pedesaan Damaskus, Selasa (31/01), tiba di Provinsi Idlib.

Rabu, 01/02/2017 09:30 0

Irak

Serangan Koalisi AS Lumpuhkan Kepala Keamanan ISIS di Mosul

Koalisi Internasional pimpinan AS dilaporkan kembali melancarkan serangan udara di wilayah Mosul, yang mengakibatkan gugurnya seorang petinggi kelompok tersebut.

Rabu, 01/02/2017 08:00 0

Amerika

AS Tingkatkan Bantuan Militer Kepada Milisi Kurdi Suriah

Pemerintah Amerika Serikat secara terang-terangan mengonfirmasikan pengiriman kendaraan lapis baja untuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Rabu, 01/02/2017 06:47 0

Myanmar

Pakar Hukum Muslim Myanmar Ditembak Mati Sepulang Kunjungan ke Indonesia

"Ayah saya sering diancam dan kami telah memperingatkan untuk berhati-hati tapi ayah saya tidak mudah untuk menerimanya. Dia selalu melakukan apa yang dia pikir benar," kata putri Ko Ni.

Selasa, 31/01/2017 20:22 0

Turki

Turki Bagikan Kartu Debit ke Pengungsi Suriah

Pemerintah Turki memberikan kartu suaka kepada para pengungsi Suriah. Sejenis kartu debit itu akan diisi uang senilai 100 lira Turki (sekitar 353 ribu rupiah) tiap bulannya.

Selasa, 31/01/2017 20:10 0

Artikel

Wajah Asli Demokrasi di Balik Kemenangan Trump

Demokrasi pada akhirnya hanya menjadi sebuah ruang tertutup bagi sekelompok elit saja, dukungan rakyat hanyalah deretan angka yang dijadikan legitimasi untuk menguasai kelompok elit lainnya yang mendapat dukungan lebih sedikit.

Selasa, 31/01/2017 19:31 0

Rusia

Rusia Setuju Zona Aman di Suriah Jika Tak Bermisi Gulingkan Rezim

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengungkapkan, Senin (30/01), bahwa negaranya dalam waktu dekat akan menjelaskan rincian tanggapan usulan pembentukan "zona aman" di Suriah oleh AS. Akan tetapi, dia menegaskan bahwa secara umum negaranya siap mengkaji realisasi usulan itu namun dengan syarat harus disetujui rezim Damaskus.

Selasa, 31/01/2017 19:00 0

Amerika

OKI Desak Amerika Tinjau Ulang Aturan Pelarangan Muslim

"Keputusan ini akan lebih makin mempersulit tantangan berat yang telah dihadapi oleh para pengungsi," kata Sekretaris Jenderal OKI, Yusuf bin Ahmed Al-Othaimeen

Selasa, 31/01/2017 17:52 0

Close