... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

WALHI: Perusahaan Luhut Rampas Tanah Warga dan Cemari Lingkungan

Foto: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)

KIBLAT.NET, Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai, dua perusahaan milik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, melakukan perampasan tanah warga dan pencemaran lingkungan.

Dua perusahaan itu adalah PT Perkebunan Kaltim Utama (PT PKU) di Kecamatan Muara Jawa, Loa Janan, dan Sanga-sanga, dan PT Kutai Energi di Loa Janan. Keduanya berkantor di Jakarta dan beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Bisnis perkebunan dan pertambangan merupakan industri kotor yang dipraktikkan dengan cara-cara militeristik, melanggar hukum dan HAM,” kata Pengkampanye Hutan dan Perkebunan Skala Besar Eksekutif Nasional WALHI, Fatilda Hasibuan.

Hal itu diungkapkannya dalam konferensi pers bertajuk “Konflik Agraria dan Perampasan Lahan Petani di Kutai Kartanegara oleh PT Perkebunan Kaltim Utama I (Toba Sejahtera Grup) milik Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Kemaritiman)” di Jakarta, Senin (30/01).

Kedua perusahaan milik Luhut, tambah Fatilda, tidak lepas dari praktik ini. “Presiden harus menertibkan jajarannya yang melanggar HAM dan merusak lingkungan hidup,” tegas Fatilda.

Warga yang dirampas tanahnya, menurut Perwakilan Kelompok Tani Kaltim Akmal Rabbany, tidak menuntut hal yang mengada-ada, melainkan hanya sederhana. Yaitu hanya menginginkan lahan pertanian mereka dikembalikan.

“Warga hanya menuntut kampung yang sebelumnya telah dirusak oleh perusahaan untuk dipulihkan. Kampung dan lahan pertanian masyarakat dikeluarkan dari HGU perusahaan, dan mengembalikan tanah dan kebun petani yang sebelumnya telah dirampas paksa oleh perusahaan,” kata Akmal.

BACA JUGA  Indonesia Kecam Netanyahu Atas Janji Kampanye Caplok Lembah Yordania

Yang terjadi saat ini, tambah Akmal, tuntutan warga tidak dipenuhi dan justru berbuah kriminalisasi terhadap petani yang memperjuangkan hak-haknya.

Menurutnya, perbuatan perusahaan Luhut ini mencederai komitmen Presiden Joko Widodo. Pada 4 Januari 2017, presiden dalam rapat kabinetnya menekankan bahwa pemerintah akan fokus pada upaya pemerataan, menurunkan kesenjangan melalui kebijakan redistribusi aset dan akses rakyat atas tanah.

“Bagaimana mungkin itu terwujud, jika tanah dan kebun petani dirampas dan sungai dicemari,” kata Direktur WALHI Kalimantan Timur, Fathur Raziqin.

“Jangankan meredistribusi tanah, tanah yang sebelumnya dimiliki oleh petani justru dirampas perusahaan dan dilegitimasi oleh negara melalui kebijakan dan perizinan yang diberikan,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Militer Rezim Serbu Front Pertahanan Jaisyul Islam di Pedesaan Damaskus

Militer Suriah dan milisi pendukungnya menyerbu front-front pertahanan faksi Jaisyul Islam di Gahutah Timur, Pedesaan Damaskus, pada Senin (30/01).

Selasa, 31/01/2017 09:37 0

Irak

Bendera Milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi Berkibar di Mosul Timur

Koalisi Milisi Syiah Irak Al-Hasd Al-Syakbi mengibarkan bendera mereka di gedung-gedung di Mosul Timur, setelah berhasil mengeluarkan pasukan ISIS dari daerah itu.

Selasa, 31/01/2017 08:49 0

Suriah

Ini Alasan Faksi Jaysh Al-Izzah Keluar dari Kesepakatan Astana

Faksi oposisi Suriah Jaysh Al-Izzah mengungkapkan alasannya keluar dari kesepakatan Astana yang ditandatangani oleh delegasi oposisi dan rezim Assad di bawah pengawasan Rusia, Iran dan Turki

Selasa, 31/01/2017 08:15 0

Yaman

Militer Yaman Serbu Milisi Hutsi di Perbatasan Saudi, 4 Tewas

Setidaknya tujuh anggota milisi Syiah Hutsi dilaporkan tewas dan empat lainnya ditangkap di Provinsi Hajjah, dekat perbatasan dengan Arab Saudi.

Selasa, 31/01/2017 07:48 0

Irak

Perang Mosul: Milisi Syiah Serang Kurdi Peshmerga

Milisi Syiah Hashd al-Shaabi Iraq mengaku keliru menyerang posisi Kurdi Peshmerga di distrik Sinjar, barat Mosul.

Selasa, 31/01/2017 05:40 0

Video Kajian

Syaikh Abdullah Azzam, Bapak Jihad Modern [Ust. Muhaimin Yahya]

KIBLAT.NET – Berbicara tentang jihad, pasti kita sudah tak asing lagi dengan nama Syekh Abdullah...

Senin, 30/01/2017 18:52 0

Amerika

Serangan Teror di Masjid Quebec Kanada, 6 Orang Tewas

Sedikitnya enam orang tewas dalam penembakan brutal di sebuah masjid di Kota Quebec. Orang-orang bersenjata menembaki sekitar 40 jamaah yang melaksanakan ibadah shalat Isya' di dalam Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec, hari Ahad pukul 8 waktu setempat (01:00 GMT).

Senin, 30/01/2017 15:09 0

Yaman

AQAP Konfirmasi Gugurnya Abdulraouf al-Dhahab di Al-Bayda

Gerakan Al-Qaidah di Yaman (AQAP) mengonfirmasi gugurnya Abdulraouf al-Dhahab bersama dengan beberapa pejuang lainnya di distrik Yakla, provinsi al-Bayda.

Senin, 30/01/2017 14:15 0

Amerika

Ini yang Harus Anda Ketahui Tentang Kebijakan Pelarangan Muslim di AS

Pada 27 Januari 2016, Presiden AS Donald Trump memenuhi janjinya untuk menandatangani perintah ekskutif (executive order) tentang pelarangan Muslim. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait kebijakan pelarangan Muslim. Kiblatnet meringkas tulisan ini laman The Telegraph.

Senin, 30/01/2017 14:11 0

Amerika

Saat Ini, Amerika Posisikan Islam Seperti Katolik 100 Tahun Lalu

Sekitar satu abad lalu, jutaan orang Amerika khawatir anggota kelompok keagamaan ikut menumpuk senjata untuk sebuah agenda rahasia, yaitu rencana pengambilalihan negaranya.

Senin, 30/01/2017 13:40 0

Close