... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Alasan Faksi Jaysh Al-Izzah Keluar dari Kesepakatan Astana

Foto: Pasukan Jaisyul Izzah

KIBLAT.NET, Damaskus – Faksi oposisi Suriah Jaysh Al-Izzah mengungkapkan alasannya keluar dari kesepakatan Astana yang ditandatangani oleh delegasi oposisi dan rezim Assad di bawah pengawasan Rusia, Iran dan Turki. Sikap tegas itu diambil karena Rusia, selaku penjamin gencatan, justeru melanggar gencatan dengan menyerbu wilayah Jaysh Al-Izzah di Hama.

Jaysh Al-Izzah yang ikut mandatangani perjanjian Astana menyalahkan rezim Assad dan sekutunya telah beberapa kali melanggar kesepakatan.

“Karena kurangnya komitmen Rusia sebagai penjamin, kami mengumumkan bahwa pada hari ini kita tidak terikat oleh perjanjian ini,” tegasnya pada Senin (30/01).

Faksi di bawah payung FSA ini menjelaskan, jet tempur Rusia membombardir basis utamanya di wilayah Pedesaan Hama Utara. Selain itu, faksi oposisi dukungan Turki ini juga menyalahkan rezim Assad dan sekutu syiah nya yang telah melanggar opsi gencatan senjata di Wadi Barada, dekat Damaskus.

Perlu diketahui, Jaysh Al-Izzah merupakan faksi oposisi yang termasuk dalam daftar kelompok “moderat” versi Amerika Serikat. Oleh sebab itu, faksi itu beberapa kali mendapat rudal anti tank dan bantuan lainnya.

Perkembangan ini terjadi di saat sekitar lima faksi besar oposisi melebur di bawah nama Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS). Persatuan ini justeru disikapi oleh sejumlah pihak sebagai upaya negatif, karena di dalamnya ada Jabhah Fath Al-Syam. Sementara itu, dari pihak HTS terus berupaya mengonsolidasikan dan menata gerakan baru yang dipimpin oleh Abu Jabir Al-Syaikh, mantan pemimpin Ahrar Al-Syam.

BACA JUGA  Turki-AS Bentuk Markas Operasi Bersama untuk Misi di Suriah

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu 28 Januari, kelima faksi besar yang menyatakan melebur itu, Jabhah Fath Al-Syam, Harakan Nurudin Zanky, Liwa Al-Haq, Jabhah Ansharudin dan Jaisy Al-Sunnah. Sejumlah faksi-faksi kecil juga menyatakan bergabung dalam kekuatan baru itu.

Bahkan, sejumlah ulama juga menyatakan bergabung dan langsung ditunjuk menjadi Dewan Syariah HTS. Mereka adalah, Syaikh Abdurrazaq Al-Mahdi, Abu Harits Al-Misry, Abu Yusuf Al-Hamawy, Abdullah Al-Muhaysini, Abu Thahir Al-Hamawy dan Syaikh Muslih Al-Ulyani.

Reporter: Dio Alifullah
Sumber: Midle East Monitor

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Habib Rizieq Dijadikan Tersangka, #UmatIslamSiaga1 Jadi Trending Topik

Polda Jabar menetapkan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka. Oleh penyidik, status saksi terlapor Imam Besar FPI itu dinaikkan setelah gelar perkara ketiga pada Senin (30/01).

Selasa, 31/01/2017 06:39 0

Indonesia

Dianggap Rebut Lahan Masyarakat, Begini Tanggapan Dirut PT PKU

PT Perkebunan Kaltim Utama 1 (PT PKU) membantah telah merebut lahan warga tiga kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Selasa, 31/01/2017 05:17 0

Video Kajian

Syaikh Abdullah Azzam, Bapak Jihad Modern [Ust. Muhaimin Yahya]

KIBLAT.NET – Berbicara tentang jihad, pasti kita sudah tak asing lagi dengan nama Syekh Abdullah...

Senin, 30/01/2017 18:52 0

Indonesia

WALHI: Perkebunan Luhut di Kaltim Gunakan Sistem Pecah Belah

Fatilda Hasibuan, aktivis dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengatakan, dalam pendirian perkebunan PT Perkebunan Kaltim Utama (PT PKU) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menggunakan sistem pecah belah masyarakat.

Senin, 30/01/2017 17:16 0

Indonesia

Petani Kaltim: Perusahaan Milik Luhut Kuasai Lahan Penghidupan Petani Secara Sepihak

Perwakilan Petani Kalimantan Timur, Akmal Rabbany mengatakan, perusahaan sawit yang diduga milik Luhut Binsar Pandjaitan di Kalimantan Timur telah merampas lahan milik petani setempat.

Senin, 30/01/2017 16:42 0

Indonesia

Besok, Ketua MUI Akan Bersaksi dalam Persidangan Ahok

"Saksi fakta dari Kepulauan Seribu tiga orang, saksi pelapor satu, Ibnu Baskoro dan saksi ketua MUI, KH. Ma'ruf Amin," katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (30/01).

Senin, 30/01/2017 16:13 0

Konsultasi

Hukum Membaca Al-Quran dari Gadget Bagi Wanita Haid

Dari fatwa di atas, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hukum antara mushaf dan Al-Quran yang ada di gadget. Perbedaan tersebut menghasilkan perbedaan hukum. Membaca mushaf harus dengan thoharoh, sementara membaca Al-Quran di gadget tidak harus disyaratkan thoharoh. Wallahu a’lam bissowab

Senin, 30/01/2017 12:07 2

Indonesia

Ditantang Duel, Jagoan GMBI Pemakan Paku Minta Maaf kepada Jawara Bekasi

Muncul video jagoan GMBI pemakan paku minta maaf kepada jawara Bekasi pembela ulama, Damin Sada

Ahad, 29/01/2017 22:18 0

Profil

Jihad Media ETIM dan Kiprahnya di Bumi Syam

Menyoal jihad media, syaikh Abu Bashir Al-Wuhaisyi –rahimahullah- pernah memberikan nasehat kepada Samir Zafar Khan –rahimahullah-, salah seorang staf media Inspire Magz (majalah online berbahasa Inggris milik AQAP (Al-Qa’idah in Arabian Peninsula)) bahwa "Pekerjaan media adalah setengah dari jihad.”

Ahad, 29/01/2017 16:08 0

Indonesia

Putra Patrialis: Bapak Bukan Orang yang Mengambil Keuntungan dari Jabatannya

KIBLAT.NET, Jakarta- Anak kedua Patrialis Akbar, Adil Supatra Akbar menegaskan bahwa ayahnya tidak bersalah soal...

Ahad, 29/01/2017 11:08 0

Close