... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump Akan Bangun Kekuatan Militer Besar-Besaran

KIBLAT.NET, Washington – Selama kunjungan pertamanya ke markas Departemen Pertahanan di Pentagon pasca pelantikan menjadi presiden AS, Jumat (27/01), Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif dalam rangka mewujudkan yang ia gambarkan sebagai permulaan pembangunan kembali secara besar-besaran angkatan bersenjata. Langkah itu dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan militer AS yang sudah menghabiskan anggaran setara dengan belanja militer delapan besar kekuatan militer di dunia.

Trump berjanji, rencananya itu termasuk untuk menambah jumlah pesawat tempur baru, kapal-kapal baru, sumber daya baru, dan menambah jumlah kekuatan pasukan khusus. Perintah atau order eksekutif ini menyerukan dua lembaga pemerintah, yaitu Pentagon dan Kantor Manajemen dan Anggaran untuk bekerja sama meningkatkan budget militer selama tahun fiskal berikutnya. Kerjasama ini juga untuk memberi keleluasaan kepada pimpinan di Pentagon sehingga lebih fleksibel dalam pengeluaran.

Sampai seberapa besar tepatnya anggaran militer AS akan membengkak di tahun 2018 nanti masih belum jelas karena para analis memperkirakan penambahan jumlah pesawat tempur pasti juga akan menambah biaya pengadaan, konstruksi dan perawatannya. Di waktu yang sama, rencana Trump itu meminta dikuranginya belanja dan pengeluaran untuk proyek-proyek yang tidak dikategorikan sebagai “prioritas paling utama”.

Namun demikian, rencana pengurangan anggaran ini kemungkinan sulit terwujud, mengingat proyek-proyek pengadaan senjata yang mahal itu oleh Pentagon sendiri relatif masih tarik ulur dan cenderung berhati-hati, karena melakukan pemotongan anggaran secara politik memang sulit.

BACA JUGA  AS Berniat Kirim Ribuan Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Peningkatan kapasitas dan kekuatan militer Amerika menjadi prioritas utama dalam janji-janji Donald Trump selama masa kampanye. Dan saat ini, Trump sedang mempertimbangkan sejumlah proposal untuk memperluas perang melawan ISIS yang tentu saja berkonskuensi pada pengerahan jumlah pasukan darat secara signifikan di kawasan Timur Tengah. Bisa ditebak, langkah & kebijakan tersebut sudah pasti akan menyedot sumber daya keuangan dalam jumlah besar secara keseluruhan.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: Antiwar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ditantang Duel, Jagoan GMBI Pemakan Paku Minta Maaf kepada Jawara Bekasi

Muncul video jagoan GMBI pemakan paku minta maaf kepada jawara Bekasi pembela ulama, Damin Sada

Ahad, 29/01/2017 22:18 0

Profil

Jihad Media ETIM dan Kiprahnya di Bumi Syam

Menyoal jihad media, syaikh Abu Bashir Al-Wuhaisyi –rahimahullah- pernah memberikan nasehat kepada Samir Zafar Khan –rahimahullah-, salah seorang staf media Inspire Magz (majalah online berbahasa Inggris milik AQAP (Al-Qa’idah in Arabian Peninsula)) bahwa "Pekerjaan media adalah setengah dari jihad.”

Ahad, 29/01/2017 16:08 0

Indonesia

Putra Patrialis: Bapak Bukan Orang yang Mengambil Keuntungan dari Jabatannya

KIBLAT.NET, Jakarta- Anak kedua Patrialis Akbar, Adil Supatra Akbar menegaskan bahwa ayahnya tidak bersalah soal...

Ahad, 29/01/2017 11:08 0

Indonesia

Supir Pribadi Patrialis: Bapak Mempunyai Akhlakul Karimah

KIBLAT.NET, Jakarta- Supir pribadi Patrialis Akbar, Slamet mengungkapkan bahwa majikannya memiliki sifat yang terpuji. Salah...

Ahad, 29/01/2017 10:55 0

Analisis

Enam Mitos Tentang Intelijen Keamanan Nasional Amerika

Koreksi atau sikap yang benar terhadap mitos-mitos tersebut penting dilakukan karena publik sudah terlanjur menaruh harapan yang tidak realistis terhadap produk-produk dan analisa intelijen. Harapan yang salah ini bisa merusak kredibilitas komunitas intelijen itu sendiri, dan akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menyelesaikan setiap misi.

Sabtu, 28/01/2017 14:34 0

Indonesia

Ada ‘Organisasi Tanpa Bentuk’ Hendak Memecah-belah Indonesia

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menyebutkan bahwa saat ini ada oknum tertentu yang ingin memecah-belah Indonesia. Ia menyebut hal ini dilakukan oleh 'organisasi tanpa bentuk'.

Jum'at, 27/01/2017 17:48 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at: Belajar dari Haditsul Ifki

KIBLAT.NET – Hoax baru-baru kian merajalela. Hoax begitu mudah kita temukan di beranda media sosial...

Jum'at, 27/01/2017 13:54 0

Indonesia

Fakta Tak Terbantahkan, Pemuda Muhammadiyah Yakin Ahok Bersalah

Sekretaris Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mengatakan bahwa usai melihat jalannya sidang ketujuh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia yakin calon petahana Gubernur DKI itu bersalah.

Jum'at, 27/01/2017 13:31 0

Indonesia

Gesekan Antar-Ormas Marak, Ini Saran Komisi III DPR RI

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai adanya konflik antar-ormas akhir-akhir ini karena adanya kesalahfahaman antara dua pihak.

Jum'at, 27/01/2017 07:29 0

Indonesia

Tak Timbulkan Ancaman, Anggota DPR Minta Kasus Nurul Fahmi Dihentikan

"Tidak ada yang dirugikan dengan bendera itu, juga tidak menimbulkan ancaman yang nyata,"

Kamis, 26/01/2017 20:57 0

Close