... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saat Ini, Amerika Posisikan Islam Seperti Katolik 100 Tahun Lalu

Foto: Foto : Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang menyerukan pelarangan Muslim memasuki negaranya.

KIBLAT.NET – Sekitar satu abad lalu, jutaan orang Amerika khawatir anggota kelompok keagamaan ikut menumpuk senjata untuk sebuah agenda rahasia, yaitu rencana pengambilalihan negaranya.

Kelompok agama tersebut bukan umat Islam, tapi penganut Katolik. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Matt Pearce, seorang jurnalis Los Angeles Times, pada tahun 2015 dalam tulisannya yang terkenal.

“Kebencian telah menjadi perkara besar di Barat Daya Missouri. Sebuah surat kabar mingguan anti-Katolik bernama Menace menerbitkan berita kepada pembaca di seluruh negeri tentang pendeta-pendeta predator, perbudakan wanita di biara, dan agenda berbahaya Katolik Roma untuk mengambil alih Amerika.

Keraguan yang besar dan mendalam Amerika terhadap umat Katolik menyusut setelah terjadinya tragedi 11 September, namun karena beberapa politisi konservatif menyerukan pembatasan imigrasi Muslim dan timbul pertanyaan: Apakah kaum Muslim lebih setia kepada hukum Islam atau hukum Amerika, kisah lama dalam surat kabar tersebut menjadi pengingat tentang sejarah panjang intoleransi Amerika terhadap agama.

Hari ini, terdapat perintah pengawasan federal terhadap masjid-masjid di Amerika atas nama ‘mencegah serangan teroris’; Satu abad lalu, terdapat undang-undang yang memperbolehkan penggeledahan tanpa surat perintah terhadap biara dan gereja untuk mencari wanita-wanita yang diduga terlibat dalam penimbunan senjata untuk umat Katolik.”

Hal ini mungkin tampak tidak masuk akal sekarang, tetapi ada ketakutan yang nyata di antara kaum Protestan Amerika terhadap isu umat Katolik yang berencana mengambil alih negara. Seperti yang dilaporkan Pearce, ketakutan tersebut menyebabkan kejahatan serius; pembantaian kaum Italia Katolik, pembakaran gereja-gereja Katolik, dan berbagai kerusuhan yang disebabkan oleh protes anti-Katolik. Itu semua senada dengan Islamophobia yang terjadi hari ini yang menyebabkan banyak orang Amerika yang menyeru kepada penutupan masjid, pemaksaan umat Islam harus terdaftar di database nasional, dan bahkan sekarang Islam dilarang.

BACA JUGA  Trump: Negosiasi dengan Taliban Berjalan Sangat Baik

Poin perbandingan tersebut bukan menyatakan bahwa AS menghadapi masalah yang sama hari ini seperti yang terjadi satu abad lalu, atau bahwa diskriminasi terhadap umat Katolik saat itu dan Muslim hari ini persis sama, tetapi ketika melihat kembali sejarah AS, mudah untuk melihat pola xenophobia (kebencian pada sesuatu yang asing, -pen). Xenophobia adalah hal pokok dari sejarah Amerika.

Menanggapi konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, kebanyakan pembahasan fokus terhadap para pengungsi dan imigran. Pembahasan ini telah diwarnai oleh xenophobia terhadap Muslim dengan Donald Trump menyerukan larangan Muslim memasuki AS.

Namun retorika semacam ini bukan hal baru bagi AS. Pew Research Center menemukan bahwa orang Amerika umumnya menentang penerimaan pengungsi. Dara Lind melaporkan kepada Vox bahwa Amerika bahkan menolak beberapa pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari Nazi Jerman.

Xenophobia juga telah memicu berbagai kebijakan lain. Pada akhir abad ke-19, AS mengeluarkan peraturan terkait pelarangan etnis Cina untuk menghentikan aliran buruh Cina masuk ke AS. Selama Perang Dunia II, AS juga menempatkan blasteran Jepang-Amerika pada kamp-kamp pengasingan setelah negara tersebut mendeklarasikan perang terhadap Jepang. Sepanjang perang melawan narkoba, pemerintah AS secara teratur membangun narasi xenophobia dalam pelarangan narkoba tertentu -seperti ketika San Fransisco melarang rokok opium yang dianggap popular di kalangan imigran Cina, dan ketika perang terhadap ganja dengan kampanye menjual ketakutan terhadap imigran Meksiko yang banyak menggunakannya-.

BACA JUGA  Pasca Insiden Penembakan Massal, AS Kumpulkan Perusahaan Media Sosial

Sepanjang semua periode dan kebijakan ini, beberapa kalangan masyarakat dan pemerintah AS mengklaim bahwa semua ini adalah kebijakan sejati dengan dalih keamanan nasional, menjaga agar buruh Amerika tetap kompetitif di bursa kerja, dan mencegah penyalahgunaan narkoba. Namun sesuatu yang jelas mendasari kebijakan-kebijakan itu adalah ketakutan orang Amerika terhadap orang asing. Xenophobia mendasari apa yang terjadi hari ini dan kebijakan-kebijakan yang didasari xenophobia kebanyakan tidak benar, rasis, dan merusak.

Reporter: Astriva Harahap
Editor: Fox News

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Konsultasi

Hukum Membaca Al-Quran dari Gadget Bagi Wanita Haid

Dari fatwa di atas, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hukum antara mushaf dan Al-Quran yang ada di gadget. Perbedaan tersebut menghasilkan perbedaan hukum. Membaca mushaf harus dengan thoharoh, sementara membaca Al-Quran di gadget tidak harus disyaratkan thoharoh. Wallahu a’lam bissowab

Senin, 30/01/2017 12:07 2

Indonesia

Ditantang Duel, Jagoan GMBI Pemakan Paku Minta Maaf kepada Jawara Bekasi

Muncul video jagoan GMBI pemakan paku minta maaf kepada jawara Bekasi pembela ulama, Damin Sada

Ahad, 29/01/2017 22:18 0

Profil

Jihad Media ETIM dan Kiprahnya di Bumi Syam

Menyoal jihad media, syaikh Abu Bashir Al-Wuhaisyi –rahimahullah- pernah memberikan nasehat kepada Samir Zafar Khan –rahimahullah-, salah seorang staf media Inspire Magz (majalah online berbahasa Inggris milik AQAP (Al-Qa’idah in Arabian Peninsula)) bahwa "Pekerjaan media adalah setengah dari jihad.”

Ahad, 29/01/2017 16:08 0

Indonesia

Putra Patrialis: Bapak Bukan Orang yang Mengambil Keuntungan dari Jabatannya

KIBLAT.NET, Jakarta- Anak kedua Patrialis Akbar, Adil Supatra Akbar menegaskan bahwa ayahnya tidak bersalah soal...

Ahad, 29/01/2017 11:08 0

Indonesia

Supir Pribadi Patrialis: Bapak Mempunyai Akhlakul Karimah

KIBLAT.NET, Jakarta- Supir pribadi Patrialis Akbar, Slamet mengungkapkan bahwa majikannya memiliki sifat yang terpuji. Salah...

Ahad, 29/01/2017 10:55 0

Analisis

Enam Mitos Tentang Intelijen Keamanan Nasional Amerika

Koreksi atau sikap yang benar terhadap mitos-mitos tersebut penting dilakukan karena publik sudah terlanjur menaruh harapan yang tidak realistis terhadap produk-produk dan analisa intelijen. Harapan yang salah ini bisa merusak kredibilitas komunitas intelijen itu sendiri, dan akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menyelesaikan setiap misi.

Sabtu, 28/01/2017 14:34 0

Indonesia

Ada ‘Organisasi Tanpa Bentuk’ Hendak Memecah-belah Indonesia

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menyebutkan bahwa saat ini ada oknum tertentu yang ingin memecah-belah Indonesia. Ia menyebut hal ini dilakukan oleh 'organisasi tanpa bentuk'.

Jum'at, 27/01/2017 17:48 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at: Belajar dari Haditsul Ifki

KIBLAT.NET – Hoax baru-baru kian merajalela. Hoax begitu mudah kita temukan di beranda media sosial...

Jum'at, 27/01/2017 13:54 0

Indonesia

Fakta Tak Terbantahkan, Pemuda Muhammadiyah Yakin Ahok Bersalah

Sekretaris Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mengatakan bahwa usai melihat jalannya sidang ketujuh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia yakin calon petahana Gubernur DKI itu bersalah.

Jum'at, 27/01/2017 13:31 0

Indonesia

Gesekan Antar-Ormas Marak, Ini Saran Komisi III DPR RI

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai adanya konflik antar-ormas akhir-akhir ini karena adanya kesalahfahaman antara dua pihak.

Jum'at, 27/01/2017 07:29 0

Close