... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini yang Harus Anda Ketahui Tentang Kebijakan Pelarangan Muslim di AS

Foto: Foto : Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang menyerukan pelarangan Muslim memasuki negaranya.

KIBLAT.NET – Pada 27 Januari 2016, Presiden AS Donald Trump memenuhi janjinya untuk menandatangani perintah ekskutif (executive order) tentang pelarangan Muslim.

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait kebijakan pelarangan Muslim. Kiblatnet meringkas tulisan ini laman The Telegraph.

Apa itu perintah eksekutif?

Perintah eksekutif adalah pernyataan resmi dari presiden yang memberikan kewenangan terhadap instansi pemerintah untuk menggunakan sumber daya mereka. Dalam kasus “pelarangan Muslim”, Donald memberlakukan blokade terhadap  tujuh negara mayoritas Muslim memasuki AS dalam jangka waktu 90 hari.

Perintah ini juga melarang pengungsi masuk ke Amerika Serikat dalam jangka waktu 120 hari. Trump mengatakan sistem “pemeriksaan ekstrim” akan membantu “menjaga teroris Islam radikal masuk ke wilayah AS”.

Siapa yang terkena kebijakan ini?

Perintah ini sendiri tidak menyebutkan nama negara-negara yang warganya dilarang memasuki Amerika Serikat. Namun, hal itu mengacu pada undang-undang yang berlaku untuk tujuh negara mayoritas Muslim. Yaitu Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, Yaman dan Iraq, orang yang memiliki kewarganegara ganda termasuk dalam larangan tersebut.

Kategori visa tertentu, seperti untuk diplomat, diperbolehkan masuk ke AS. Ada juga laporan dari sejumlah warga legal AS, yang dikenal sebagai pemegang kartu hijau, diusirkan kembali ke negaranya sepulang dari mengunjungi negara asalnya.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, John Kelly mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemegang kartu hijau dari tujuh negara merupakan warga tetap AS yang sah. Mereka tidak akan diusir jika kembali ke Amerika Serikat dari luar negeri, jika telah mengikuti arahan aparat.

BACA JUGA  Selesai Pukul 08:30 WIB, Panitia Reuni 212 Dukung Kepulangan Habib Rizieq

Kartu hijau tidak disebutkan secara eksplisit dalam perintah eksekutif. Anehnya, larangan tersebut tidak berlaku untuk warga negara pelaku serangan 9/11, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir.

Bagaimana kebijakan itu bisa mempengaruhi pengungsi?

Larangan itu benar-benar menunda program pengungsi Suriah Amerika Serikat, yang berencana menerima 12.486 orang Suriah pada tahun 2016.

Hal ini juga memberikan prioritas untuk menerima pengungsi Kristen dari Timur Tengah ketimbang pengungsi Muslim.

Jumlah total pengungsi yang diizinkan untuk masuk ke Amerika Serikat pada tahun 2017 juga berkurang drastis dari 110.000 orang menjadi hanya 50.000 pengungsi saja.

Apakah perintah eksekutif mengikat secara hukum?

Perintah eksekutif mengikat secara hukum dan dicatat dalam Daftar Federal, catatan harian dari semua peraturan federal, proposal, dan pemberitahuan publik. Tapi perintah itu dapat dikenakan tinjauan hukum.

Menurut New York Times, perintah “pelarangan Muslim” merupakan kebijakan ilegal.

Menurut surat kabar tersebut, UU 1965 tentang Imigrasi dan Kewarganegaraan melarang semua diskriminasi terhadap imigran atas dasar kebangsaan.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Para penentang kebijakan “pemeriksaan ekstrim” mengatakan mereka akan meluncurkan sebuah perlawanan hukum di dua front. Mereka berpendapat bahwa larangan itu melanggar amandemen kelima dalam prosesnya.

Mereka juga berargumen bahwa perlakuan istimewa kepada pengungsi beragama Kristen daripada pengungsi beragama Muslim melanggar amandemen pertama pada kebebasan beragama.

 

 

Reporter: Fajar Shadiq
Sumber: The Telegraph

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Konsultasi

Hukum Membaca Al-Quran dari Gadget Bagi Wanita Haid

Dari fatwa di atas, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hukum antara mushaf dan Al-Quran yang ada di gadget. Perbedaan tersebut menghasilkan perbedaan hukum. Membaca mushaf harus dengan thoharoh, sementara membaca Al-Quran di gadget tidak harus disyaratkan thoharoh. Wallahu a’lam bissowab

Senin, 30/01/2017 12:07 2

Indonesia

Ditantang Duel, Jagoan GMBI Pemakan Paku Minta Maaf kepada Jawara Bekasi

Muncul video jagoan GMBI pemakan paku minta maaf kepada jawara Bekasi pembela ulama, Damin Sada

Ahad, 29/01/2017 22:18 0

Profil

Jihad Media ETIM dan Kiprahnya di Bumi Syam

Menyoal jihad media, syaikh Abu Bashir Al-Wuhaisyi –rahimahullah- pernah memberikan nasehat kepada Samir Zafar Khan –rahimahullah-, salah seorang staf media Inspire Magz (majalah online berbahasa Inggris milik AQAP (Al-Qa’idah in Arabian Peninsula)) bahwa "Pekerjaan media adalah setengah dari jihad.”

Ahad, 29/01/2017 16:08 0

Indonesia

Putra Patrialis: Bapak Bukan Orang yang Mengambil Keuntungan dari Jabatannya

KIBLAT.NET, Jakarta- Anak kedua Patrialis Akbar, Adil Supatra Akbar menegaskan bahwa ayahnya tidak bersalah soal...

Ahad, 29/01/2017 11:08 0

Indonesia

Supir Pribadi Patrialis: Bapak Mempunyai Akhlakul Karimah

KIBLAT.NET, Jakarta- Supir pribadi Patrialis Akbar, Slamet mengungkapkan bahwa majikannya memiliki sifat yang terpuji. Salah...

Ahad, 29/01/2017 10:55 0

Analisis

Enam Mitos Tentang Intelijen Keamanan Nasional Amerika

Koreksi atau sikap yang benar terhadap mitos-mitos tersebut penting dilakukan karena publik sudah terlanjur menaruh harapan yang tidak realistis terhadap produk-produk dan analisa intelijen. Harapan yang salah ini bisa merusak kredibilitas komunitas intelijen itu sendiri, dan akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menyelesaikan setiap misi.

Sabtu, 28/01/2017 14:34 0

Indonesia

Ada ‘Organisasi Tanpa Bentuk’ Hendak Memecah-belah Indonesia

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menyebutkan bahwa saat ini ada oknum tertentu yang ingin memecah-belah Indonesia. Ia menyebut hal ini dilakukan oleh 'organisasi tanpa bentuk'.

Jum'at, 27/01/2017 17:48 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at: Belajar dari Haditsul Ifki

KIBLAT.NET – Hoax baru-baru kian merajalela. Hoax begitu mudah kita temukan di beranda media sosial...

Jum'at, 27/01/2017 13:54 0

Indonesia

Fakta Tak Terbantahkan, Pemuda Muhammadiyah Yakin Ahok Bersalah

Sekretaris Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mengatakan bahwa usai melihat jalannya sidang ketujuh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia yakin calon petahana Gubernur DKI itu bersalah.

Jum'at, 27/01/2017 13:31 0

Indonesia

Gesekan Antar-Ormas Marak, Ini Saran Komisi III DPR RI

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai adanya konflik antar-ormas akhir-akhir ini karena adanya kesalahfahaman antara dua pihak.

Jum'at, 27/01/2017 07:29 0

Close