... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Baghdad Beri “Lampu Hijau” Milisi Syiah Masuk ke Kota Sunni Tal Afar

Foto: Tal Afar, Iraq

KIBLAT.NET, Baghdad – Komando Operasi Gabungan Irak yang dipimpin Jenderal Abdul Rasheed Yarallah menyatakan bahwa unit milisi Syiah akan memasuki kota Tal Afar.

Abdul Rasheed mengatakan bahwa Unit Mobilisasi Populer (PMU) atau al-Hashd al-Shaabi yang mayoritas berisi milisi Syiah akan menyerang Tal Afar, sedangkan tentara Irak akan fokus di Mosul.

Terkait perkara ini, Penasehat Keamanan Irak rupanya telah memberikan “lampu hijau” untuk milisi Syiah al-Hashd al-Shaabi untuk memasuki kota yang dihuni suku Turkmen tersebut.

Menanggapi permasalahan ini, seorang ahli Irak memaparkan bahwa milisi Syiah al-Hashd al-Shaabi akan memasuki Tal Afar karena Turki belum melakukan pergerakan di wilayah mayoritas Sunni itu.

“Baghdad dilaporkan telah menandatangani kesepakatan dengan Turki untuk menjaga al-Hashd al-Shaabi (PMU) dari Mosul, tapi sekarang mereka akan membebaskan Tal Afar,” ujarnya pada Jum’at (27/01).

Selain itu, perjanjian Ankara-Baghdad nampaknya akan berbuah manis untuk Iran yang mendukung milisi-milisi Syiah untuk berperang di Suriah.

“Milisi Syiah al-Hashd al-Shaabi mengklaim bahwa pihaknya akan melindungi penduduk Syiah di Turkmen untuk waktu yang lama,” ujarnya.

“Kelompok-kelompok yang didukung Iran juga ingin mengendalikannya karena merupakan rute ke perbatasan Suriah dan memungkinkan Teheran untuk mengirimkan pasukan dan materi dari Iran melalui Irak ke Suriah,” pungkasnya.

Sebelumnya, milisi Syiah al-Hashd al-Shaabi telah melancarkan operasi ke Tal Afar pada 20 Aktober 2016 untuk memotong jalur pasokan ISIS dari Mosul ke Suriah.

Namun, pemerintah Turki mengecam operasi milisi Syiah al-Hashd al-Shaabi ke wilayah mayoritas Sunni tersebut karena khawatir adanya konflik sektarian.

“Tal Afar adalah masalah yang sangat sensitif bagi kami. Kami pasti menentang keterlibatan milisi Syiah di Tal Afar dan Sinjar,” pungkas Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan.

Reporter: Dio Alifullah
Sumber: Aranews.net


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ada ‘Organisasi Tanpa Bentuk’ Hendak Memecah-belah Indonesia

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menyebutkan bahwa saat ini ada oknum tertentu yang ingin memecah-belah Indonesia. Ia menyebut hal ini dilakukan oleh 'organisasi tanpa bentuk'.

Jum'at, 27/01/2017 17:48 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at: Belajar dari Haditsul Ifki

KIBLAT.NET – Hoax baru-baru kian merajalela. Hoax begitu mudah kita temukan di beranda media sosial...

Jum'at, 27/01/2017 13:54 0

Indonesia

Fakta Tak Terbantahkan, Pemuda Muhammadiyah Yakin Ahok Bersalah

Sekretaris Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mengatakan bahwa usai melihat jalannya sidang ketujuh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia yakin calon petahana Gubernur DKI itu bersalah.

Jum'at, 27/01/2017 13:31 0

Indonesia

Gesekan Antar-Ormas Marak, Ini Saran Komisi III DPR RI

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai adanya konflik antar-ormas akhir-akhir ini karena adanya kesalahfahaman antara dua pihak.

Jum'at, 27/01/2017 07:29 0

Indonesia

Tak Timbulkan Ancaman, Anggota DPR Minta Kasus Nurul Fahmi Dihentikan

"Tidak ada yang dirugikan dengan bendera itu, juga tidak menimbulkan ancaman yang nyata,"

Kamis, 26/01/2017 20:57 0

Indonesia

Iklan Rokok Dinilai Manipulatif

Ruang publik seharusnya digunakan untuk promosi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan tidak diisi dengan hal negatif seperti iklan rokok

Kamis, 26/01/2017 19:58 0

Indonesia

GIN: Nurul Fahmi Muliakan Bendera Merah Putih dengan Kalimat Tauhid

“Bagi umat Islam, kalimat yang paling mulia adalah kalimat tauhid"

Kamis, 26/01/2017 18:25 0

Artikel

Marahnya Rasulullah Ketika Nahi Mungkar Ditinggalkan

Setiap amal memiliki karakter dan konsekuensi yang berbeda. Tergantung pada amal yang dikerjakan. Ada yang harus mengorbankan waktu, harta, tenaga atau bahkan jiwa sekalipun. Adanya konsekuensi bukan berarti amal itu boleh ditinggalkan. Karena, salah satu tuntutan dalam beramal adalah siap untuk berkorban.

Kamis, 26/01/2017 16:30 0

Indonesia

Saksi Pelapor ke Pengacara Ahok: Bapak Mau Dinikahkan?

Ada yang menarik dari jalannya persidangan perkara penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari Selasa lalu.

Kamis, 26/01/2017 16:10 0

Rohah

Kejujuran Berujung Kesyahidan

Sang Arab Badui berkata,"Aku mengikutimu bukan untuk memperoleh seperti ini, tetapi agar aku terkena anak panah di sini -sambil mengisyaratkan ke lehernya- sehingga aku menemui ajalku dan masuk Jannah."

Kamis, 26/01/2017 15:30 0

Close
CLOSE
CLOSE