... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rilis Video Baru, Taliban Tegaskan Akan Mendirikan Negara Islam

Foto: Para pejuang Taliban

KIBLAT.NET, Kabul – Dalam satu rilis video Taliban yang mempromosikan kamp pelatihan mereka, yaitu Muaskar Al-Faruq, Taliban mengatakan bahwa pada akhirnya tujuan jihad mereka adalah mendirikan sebuah Negara Islam di muka bumi. Muaskar Al-Faruq diketahui sebagai fasilitas pelatihan militer jihadis yang terbaru dipublikasikan oleh Taliban.

Video berjudul “Ribath I” dan dirilis oleh situs Voice of Jihad pada tanggal 20 Januari tersebut diproduksi bareng oleh Tora Bora Jihadi Studio bersama dengan Cabang Media Komisi Kebudayaan Imarah Islam. Ribath dalam literatur Islam berarti menjaga perbatasan wilayah Islam.

Lokasi kamp Al-Faruq sendiri masih dirahasiakan oleh Taliban, namun bisa jadi berada di suatu tempat di Afghanistan maupun Pakistan. Tidak terlihat adanya bangunan permanen mengindikasikan kamp tersebut bersifat sementara atau mobile. Meskipun demikian, fasilitas lapangan terbuka dan halang rintang buatan terlihat tertata di antara pepohonan di sebuah hutan berbukit.

Dalam tayangan video terlihat sekitar 20 pemuda jihadis sedang berlatih menggunakan berbagai jenis senjata. Dua belas di antaranya mengenakan kostum army-style khas muaskar lengkap dengan kafayeh merah, seragam kamuflase hutan, dan sepatu boot model sporty. Di muaskar tersebut, mereka beraktivitas seperti biasa dan santai di sebuah area terbuka di siang bolong tanpa ada kekhawatiran akan serangan udara pasukan Amerika, Afghan, dan Pakistan.

Seruan Mendirikan Negara Islam Global

BACA JUGA  Taliban Lancarkan Serangan Besar ke Provinsi Farah

Dalam rilisan video terbaru ini, diketahui bahwa pesan-pesan Taliban tersebut secara jelas ditujukan kepada dunia Barat. Hampir di sepanjang klip dan episode selalu disertai dengan subtitle berbahasa Inggris, seperti: The Training Madresa, The Center of Understanding Jihad, The School of Developing Minds, The Training Center of Mujahid Nation, Defending the Divine Way, dan lain-lain.

Di paruh kedua, video menampilkan seorang tak dikenal sedang menyampaikan orasi dan narasi jihad, lengkap dengan terjemahan versi Inggris-nya. Pembicara dalam video itu juga menyeru kepada “saudara-saudara Muslim yang lain”, yang berarti ditujukan kepada Muslim non-Afghan, untuk ambil bagian dalam jihad. “Kami juga bertanggung jawab untuk mengajak saudara-saudara Muslim yang lain untuk ambil bagian dalam jihad dengan darah dan jiwa mereka”, demikian kata pembicara Taliban.

Video “Ribath I” ini, sebagaimana video sebelumnya berjudul “Manusia Sejati” yang sama-sama mempromosikan muaskar Taliban, agak berbeda dengan pernyataan-pernyataan publik entitas jihadis tersebut selama ini bahwa mereka hanya bertujuan untuk membebaskan Afghanistan dari penjajahan Barat. Di video “Manusia Sejati”, dengan jelas Taliban menyampaikan pesan bahwa mereka adalah pembela Islam yang tangguh, sekaligus merupakan bagian dari jihad global.

Sementara dalam seri “Ribath I”, Taliban tidak secara eksplisit menyatakan dukungannya kepada jihad global. Di seri ini, Taliban menegaskan bahwa tujuan akhir mereka adalah mendirikan sebuah Negara Islam global. “Tujuan dari semua usaha dan perjuangan ini adalah mendirikan sebuah negara Islam di muka bumi”, kata pembicara tersebut dalam orasinya.

BACA JUGA  Pertempuran di Afghanistan Kembali Berkobar

Sebetulnya tidak ada yang baru dengan sikap Taliban ini, mengingat bahwa mereka memiliki hubungan cukup dekat dengan kelompok-kelompok jihadis internasional. Pernyataan publik mengenahi penerimaan mereka atas baiat pemimpin al-Qaidah, Aiman adz-Dzawahiri, adalah salah satunya.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: Long War Journal

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Gesekan Antar-Ormas Marak, Ini Saran Komisi III DPR RI

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai adanya konflik antar-ormas akhir-akhir ini karena adanya kesalahfahaman antara dua pihak.

Jum'at, 27/01/2017 07:29 0

Indonesia

Tak Timbulkan Ancaman, Anggota DPR Minta Kasus Nurul Fahmi Dihentikan

"Tidak ada yang dirugikan dengan bendera itu, juga tidak menimbulkan ancaman yang nyata,"

Kamis, 26/01/2017 20:57 0

Indonesia

Iklan Rokok Dinilai Manipulatif

Ruang publik seharusnya digunakan untuk promosi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan tidak diisi dengan hal negatif seperti iklan rokok

Kamis, 26/01/2017 19:58 0

Indonesia

GIN: Nurul Fahmi Muliakan Bendera Merah Putih dengan Kalimat Tauhid

“Bagi umat Islam, kalimat yang paling mulia adalah kalimat tauhid"

Kamis, 26/01/2017 18:25 0

Artikel

Marahnya Rasulullah Ketika Nahi Mungkar Ditinggalkan

Setiap amal memiliki karakter dan konsekuensi yang berbeda. Tergantung pada amal yang dikerjakan. Ada yang harus mengorbankan waktu, harta, tenaga atau bahkan jiwa sekalipun. Adanya konsekuensi bukan berarti amal itu boleh ditinggalkan. Karena, salah satu tuntutan dalam beramal adalah siap untuk berkorban.

Kamis, 26/01/2017 16:30 0

Indonesia

Saksi Pelapor ke Pengacara Ahok: Bapak Mau Dinikahkan?

Ada yang menarik dari jalannya persidangan perkara penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari Selasa lalu.

Kamis, 26/01/2017 16:10 0

Rohah

Kejujuran Berujung Kesyahidan

Sang Arab Badui berkata,"Aku mengikutimu bukan untuk memperoleh seperti ini, tetapi agar aku terkena anak panah di sini -sambil mengisyaratkan ke lehernya- sehingga aku menemui ajalku dan masuk Jannah."

Kamis, 26/01/2017 15:30 0

Indonesia

Jawara Bekasi: Tantangan Duel dengan GMBI untuk Nasehat Sesama Muslim

Koordinator Jawara Bekasi, Damin Sada mengatakan bahwa tantangan duel terbuka dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) sebagai bentuk nasehat sesama Muslim.

Kamis, 26/01/2017 14:14 0

Indonesia

Bela Agama dan Negara, Laskar Kiai Noer Alie Segera Dideklarasikan

"Makanya kita akan adakan Laskar Kyai Noer Alie, dan itulah yang menjadi kita berwibawa. FPI kan sudah sekian lama, karena dia sudah punya laskar yang sudah siap. Kita pun akan siapkan laskar untuk memelihara kegiatan-kegiatan kita," tukas Ketua MUI Kabupaten Bekasi ini.

Kamis, 26/01/2017 12:00 0

Indonesia

Kriminalisasi Kalimat Tauhid, FPI Babelan: Pemerintah Lagi Khawatir dengan Ummat Islam

Ketua DPC FPI Babelan, Ustadz Aang Kunaefi mempertanyakan mengapa kalimat tauhid yang ditulis di bendera merah putih dipermasalahkan. Karena banyak juga fans grup musik yang mencantumkan nama grup band di bendera merah putih.

Kamis, 26/01/2017 11:10 0

Close