... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Timbulkan Ancaman, Anggota DPR Minta Kasus Nurul Fahmi Dihentikan

Foto: Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil

KIBLAT.NET, Jakarta- Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengatakan bahwa ia telah meminta agar kepolisian menghentikan kasus penggambaran bendera merah putih dengan kalimat tauhid. Kasus yang melibatkan Nurul Fahmi dinilai tidak menimbulkan ancaman.

“Saya udah usulkan kepada Polri kasus bendera yang bertuliskan kalaimat tauhid dihentikan saja kasusnya. Toh dia juga tidak sengaja,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (26/01)

“Tidak ada yang dirugikan dengan bendera itu, juga tidak menimbulkan ancaman yang nyata,” imbuh politisi PKS ini.

Menurutnya, dalam menangani kasus ini, polisi harus mengedepankan restoratif justice. Artinya, kepolisian terlebih dahulu memberikan peringatan, bukan mengambil langkah langsung melakukan penahanan.

“Jadi kalau ada yang membawa bendera itu diingatkan, karena bendera yang sama juga pernah ditulis-tulis. Jadi tidak adil seolah-olah,” tuturnya.

Seperti diketahui, Nurul Fahmi sempat ditahan oleh pihak kepolisian menyusul aksinya membawa bendera merah putih betuliskan kalimat tauhid dalam sejumlah aksi unjuk rasa. Fahmi telah membawa bendera itu dalam tiga tahapan Aksi Bela Islam, tetapi dia kemudian ditangkap saat mengusung bendera yang sama saat aksi demo di Polda Metro Jaya.

Bendera Merah Putih yang digambari sendiri bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, foto bendera resmi RI yang telah digambari lambang grup musik Metalica juga beredar luas di media sosial. Meski demikian, tak ada tindakan hukum terhadap pelakunya.

BACA JUGA  Menolak Pengungsi Rohingya Sama dengan Legalkan Pelanggaran HAM

Melihat hal itu, Nasir Djamil memperingatkan agar tidak ada intervensi dalam proses hukum. Dia menekankan bahwa apabila penegakan hukum sudah diintervensi maka yang akan terjadi adalah kerusakan.

Reporter: Taufiq Ishak
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Iran Menolak Menarik Diri dari Suriah

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Gabri Hussain Ansari, Rabu (25/01), menegaskan bahwa negeranya tidak akan mempertimbangkan tuntuan oposisi Suriah untuk menarik pasukan Iran dari Suriah. Bahkan, ia menggambarkan tuntutan itu "lemah dan rendah".

Kamis, 26/01/2017 20:45 0

Amerika

Trump Akan Bangun Zona Aman di Suriah

Presiden Amerika Serikat Donal Trump dilaporkan telah menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan langkah-langkah membangun zona aman di wilayah Suriah. Di sisi lain, Rusia mengaku belum dimintai pendapat terkait langkah presiden yang baru dilantik itu.

Kamis, 26/01/2017 19:01 0

Arab Saudi

Nasehat Syaikh Salman al-Audah tentang Kematian dan Cinta Keluarga

Beberapa hari menjelang dirundung duka, syaikh Salman Al-Audah sempat berbicara soal mencintai keluarga dan kematian melalui video yang diunggah di media sosial.

Kamis, 26/01/2017 17:42 0

Suriah

Pasca Negosiasi Astana, Rezim Assad Serbu Wilayah Oposisi di Pedesaan Damaskus

Pasca negosiasi Astana yang menghasilkan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah, militer rezim Assad pada Kamis pagi (26/01) menyerbu wilayah oposisi di daerah Jaubar, timur Damaskus.

Kamis, 26/01/2017 17:16 0

Timur Tengah

Kuwait Hukum Mati 7 Orang, Salah Satunya Keluarga Kerajaan

Pihak berwenang Kuwait pada Rabu (25/01), mengeksekusi tujuh orang yang dihukum atas berbagai kasus kriminal. Demikian kata pejabat kejaksaan sebagaimana dilansir Kuwait News Agency (KUNA).

Kamis, 26/01/2017 17:07 0

Artikel

Marahnya Rasulullah Ketika Nahi Mungkar Ditinggalkan

Setiap amal memiliki karakter dan konsekuensi yang berbeda. Tergantung pada amal yang dikerjakan. Ada yang harus mengorbankan waktu, harta, tenaga atau bahkan jiwa sekalipun. Adanya konsekuensi bukan berarti amal itu boleh ditinggalkan. Karena, salah satu tuntutan dalam beramal adalah siap untuk berkorban.

Kamis, 26/01/2017 16:30 0

Rohah

Kejujuran Berujung Kesyahidan

Sang Arab Badui berkata,"Aku mengikutimu bukan untuk memperoleh seperti ini, tetapi agar aku terkena anak panah di sini -sambil mengisyaratkan ke lehernya- sehingga aku menemui ajalku dan masuk Jannah."

Kamis, 26/01/2017 15:30 0

Amerika

Imigran dari Tujuh Negara Ini Akan Dilarang Masuk AS

Kurang dari sepekan menjabat, presiden baru AS Donald Trump akan menandatangani larangan imigran dari tujuh negara Timur Tengah dan Afrika. Warga dari ketujuh negara itu dianggap berbahaya bagi keamanan Amerika Serikat.

Kamis, 26/01/2017 14:48 0

Amerika

Bertemu Assad, Anggota Parlemen AS: Perang Menggulingkan Assad Harus Diakhiri

Anggota parlemen AS, Tulsi Gabbard bertemu dengan Presiden Suriah Bashar Assad dalam perjalanan selama seminggu ke Suriah dan Lebanon.

Kamis, 26/01/2017 13:33 0

Arab Saudi

Kecelakaan, Istri dan Putra Syaikh Salman al-Audah Meninggal Dunia

Kabar kepergian isteri dan putra Syaikh Salman al-Audah sungguh mengejutkan. Kabar itu tersiar cepat melalui media massa dan media sosial. Ucapan duka dan belasungkawa banyak dituliskan oleh para ulama dan umat Islam di seluruh dunia melalui akun media sosial mereka.

Kamis, 26/01/2017 12:40 0

Close