... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasca Negosiasi Astana, Rezim Assad Serbu Wilayah Oposisi di Pedesaan Damaskus

Foto: Militer Suriah/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Damaskus – Pasca negosiasi Astana yang menghasilkan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah, militer rezim Assad pada Kamis pagi (26/01) menyerbu wilayah oposisi di daerah Jaubar, timur Damaskus. Di saat bersamaan, militer rezim juga membombardir sejumlah wilayah oposisi di Ghautah Timur sehingga menyebabkan korban sipil.

Aktivis melaporkan, seperti dilansir Al-Jazeera, pertempuran sengit meletus antara faksi oposisi di satu sisi dan militer rezim yang didukung milisi pendukungnya di sisi lain di Kota Jaubar. Militer rezim menyerbu wilayah oposisi di kota yang mayoritas sudah dibebaskan itu.

Serangan rezim ini terjadi setelah serangkaian bombardir terhadap wilayah oposisi di Harasta dan Maraj di Ghautah Timur, Pedesaan Damaskus. Jet tempur dan artileri Suriah membombardir dua kota itu. Dilaporkan seorang anak tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Wartawan Al-Jazeera melaporkan, bombardir di Harasta dibarengi dengan serangan darat. Pertempuran sengit pun meletus di pinggiran kota tersebut.

Sumber pejuang di Jaisyul Islam dan Faylaq Al-Syam menyebutkan pihaknya berhasil menghadang serangan militer Suriah di Harasta.

Di saat bersamaan, militer Suriah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon masih melanjutkan operasi militer di kota Ain Fijah dan kota lainnya di wilayah Wadi Barada, Pedesaan Damaskus Barat. Serangkaian pelanggaran rezim itu terus terjadi meski negoisasi Astana menyepakati gencatan senjata.

Komite dan kelompok yang bekerja di Wadi Barada mengumkan daerah tersebut kini menjadi daerah bencana. Sebanyak delapan ribu jiwa terkepung sementara operasi militer terus berlanjut.

BACA JUGA  Misi Baru AS di Suriah Usai Kematian Al-Baghdadi

Komite Wadi Barada melaporkan dalam pernyataan, sebanyak 200 lebih orang -termasuk anak-anak- tewas akibat operasi militer rezim beberapa waktu terakhir di daerah sumber air itu. Sementara sebanyak 150 korban luka-luka yang terjebak membutuhkan penanganan segera.

Para warga yang terkepung sangat membutuhkan makanan pokok dan obat-obatan. Puluhan orang yang dilaporkan tewas akibat berhentinya seluruh pusat pelayanan medis.

Perlu dicatat, wilayah Wadi Barada terblokade beberapa hari sebelum digelar negosiasi Astana. Militer Suriah dan syiah Hizbullah Lebanon tak menghiraukan gencatan senjata yang disepakati atas jaminan Turki dan Rusia.

Negosiasi Astana yang berlangsung pada 23&24 Januari menyepakati gencatan senjata menyeluruh di Suriah. Kedua pihak juga sepakat melanjutkan negosiasi di tingkat PBB pada bulan Februari mendatang untuk menyelesaikan konflik Suriah melalui politik.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Marahnya Rasulullah Ketika Nahi Mungkar Ditinggalkan

Setiap amal memiliki karakter dan konsekuensi yang berbeda. Tergantung pada amal yang dikerjakan. Ada yang harus mengorbankan waktu, harta, tenaga atau bahkan jiwa sekalipun. Adanya konsekuensi bukan berarti amal itu boleh ditinggalkan. Karena, salah satu tuntutan dalam beramal adalah siap untuk berkorban.

Kamis, 26/01/2017 16:30 0

Indonesia

Saksi Pelapor ke Pengacara Ahok: Bapak Mau Dinikahkan?

Ada yang menarik dari jalannya persidangan perkara penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari Selasa lalu.

Kamis, 26/01/2017 16:10 0

Rohah

Kejujuran Berujung Kesyahidan

Sang Arab Badui berkata,"Aku mengikutimu bukan untuk memperoleh seperti ini, tetapi agar aku terkena anak panah di sini -sambil mengisyaratkan ke lehernya- sehingga aku menemui ajalku dan masuk Jannah."

Kamis, 26/01/2017 15:30 0

Indonesia

Jawara Bekasi: Tantangan Duel dengan GMBI untuk Nasehat Sesama Muslim

Koordinator Jawara Bekasi, Damin Sada mengatakan bahwa tantangan duel terbuka dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) sebagai bentuk nasehat sesama Muslim.

Kamis, 26/01/2017 14:14 0

Indonesia

Bela Agama dan Negara, Laskar Kiai Noer Alie Segera Dideklarasikan

"Makanya kita akan adakan Laskar Kyai Noer Alie, dan itulah yang menjadi kita berwibawa. FPI kan sudah sekian lama, karena dia sudah punya laskar yang sudah siap. Kita pun akan siapkan laskar untuk memelihara kegiatan-kegiatan kita," tukas Ketua MUI Kabupaten Bekasi ini.

Kamis, 26/01/2017 12:00 0

Indonesia

Kriminalisasi Kalimat Tauhid, FPI Babelan: Pemerintah Lagi Khawatir dengan Ummat Islam

Ketua DPC FPI Babelan, Ustadz Aang Kunaefi mempertanyakan mengapa kalimat tauhid yang ditulis di bendera merah putih dipermasalahkan. Karena banyak juga fans grup musik yang mencantumkan nama grup band di bendera merah putih.

Kamis, 26/01/2017 11:10 0

Indonesia

Saksi Verbal Lisan Ditolak Majelis Hakim, Advokat: Ini Pukulan Telak bagi Ahok

Anggota Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Nasrullah Nasution mengatakan bahwa penolakan tersebut pukulan telak bagi pengacara Ahok.

Kamis, 26/01/2017 10:45 0

Indonesia

Kriminalisasi Ulama, Upaya Menjauhkan Umat Islam dari Ulama

Ketua DPC FPI Babelan, Ustadz Aang Kunaefi menyebutkan bahwa kriminalisasi ulama mengulang seperti apa yang pernah dilakukan pada rezim Suharto dan pada saat ini kembali terjadi.

Kamis, 26/01/2017 10:39 0

Indonesia

Didekati Langsung Lari, Pemuda di Palu Ini Ternyata…

Belakangan diketahui, pemuda itu ternyata membagikan brosur tentang "Kegiatan Rohani" umat Kristiani. Sekitar 60 lembar brosur sudah dibagikan, dan mayoritas diterima oleh siswa Muslim.

Kamis, 26/01/2017 10:20 0

Indonesia

Apresiasi Aksinya, GIN Berikan Donasi untuk Nurul Fahmi 

Gerakan Ibu Negeri (GIN) memberikan donasi kepada pembawa bendera Indonesia bertuliskan Kalimat Tauhid, Nurul Fahmi senilai 20 juta rupiah. Ketua GIN, Neno Warisman bersama 16 anggota lainnya memberikan secara langsung uang tersebut di kediamannya di Klender, Jakarta Timur.

Kamis, 26/01/2017 09:52 0

Close