Iklan Rokok Dinilai Manipulatif

KIBLAT.NET, Jakarta – Koalisi Nasional Masyarakat Sipil mendesak pemerintah merevisi Undang-undang Penyiaran terkait iklan rokok. Pasalnya, hal itu dinilai penuh manipulasi.

Human Right Working Group (HRWG) menyebut bahwa iklan rokok yang disiarkan mengandung unsur penipuan. “Iklan rokok ini penuh manipulasi, karena apa yang disampaikan, apa yang digambarkan, apa yang diekspresikan di sana itu sangat berbeda sekali dengan produk yang ditawarkan,” kata Daniel Awigra dari HRGW saat konferensi pers bertajuk ‘Membendung Perokok Baru Dengan Pelarangan Iklan Promosi & Sponsor Rokok’ di Jakarta, Rabu (25/01).

Menurut Daniel, ruang publik seharusnya digunakan untuk promosi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tidak seperti yang terjadi selama ini yang menunjukkan sebaliknya, salah satunya ditandai dengan beredarnya iklan rokok.

Dia mencatat bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak melarang adanya iklan rokok. Padahal, negara Thailand telah memberlakukan larangan tersebut sejak tahun 70-an.

Koalisi Nasional Masyarakat Sipil bersama Pemuda Muhammadiyah terus mendesak pelarangan iklan rokok, salah satunya dengan terus mengawal proses revisi Undang-undang Penyiaran. Terutama, mereka akan fokus pada iklan, promosi, dan sponsor rokok dengan mendesak komitmen dari DPR dan pemerintah terkait hal itu.

Reporter: A. Azzam/Reno
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat