... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Yusril Himbau Polisi Berhati-hati dan Cegah Kesan Semakin Jauh dari Umat Islam

Foto: Polisi kawal demonstrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Pada Sabtu, (21/01) polisi telah menahan Nurul Fahmi yang membawa bendera merah putih bertulisan kalimah tauhid.

Untuk itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa Fahmi diduga melanggar Pasal 66 jo Pasal 24 subsider Pasal 67 UU No 24 Tahun 2009.

Hal ini turut membuat Politisi Muslim Yusril Ihza Mahendra turut angkat bicara. Menurut dia, pengenaan Pasal 66 terhadap apa yang dilakukan Fahmi adalah sesuatu yang berlebihan.

“Pasal 66 itu seperti telah saya katakan di atas, dikenakan terhadap mereka yang dengan sengaja merusak, merobek, menginjak-injak, membakar dan seterusnya dengan maksud untuk menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara. Sementara, Fahmi sama sekali tidak melakukan ini,” ujar Yusril melalui akun media sosialnya pada Senin, (23/01) di Jakarta.

Fahmi hanya membawa bendera merah putih yang ditulisi kalimat tauhid dan digambari pedang bersilang. Karena itu, pasal yang tepat dikenakan untuk Fahmi adalah Pasal 67 huruf c yakni menulis huruf atau tanda lain pada bendera negara.

Ia menilai polisi nampak dengan sengaja mengenakan Pasal 66 yang lebih berat kepada Fahmi, padahal itu diduga tidak dia lakukan. Sementara terhadap apa yang dilakukannya, yang seharusnya dikenakan Pasal 67 huruf c, justru dijadikan subsider.

Selain membolak-balik pasal dalam kasus Fahmi, tindakan penahanan terhadap Fahmi juga dapat dianggap sebagai tindakan berlebihan. Sebab ancaman pidana dalam Pasal 66 itu bukan di atas lima tahun, melainkan selama-lamanya lima tahun.

BACA JUGA  Sebelas Kementerian/Lembaga Negara Bentuk Satgas Penanganan Radikalisme ASN

“Pada hemat saya, polisi hendaknya mendahulukan langkah persuasif kepada setiap orang yang diduga melanggar Pasal 67 huruf c, sebelum mengambil langkah penegakan hukum,” sambung pakar hukum tata negara ini.

Pasalnya, jika langkah penegakan hukum atau law inforcement dilakukan terhadap Fahmi, langkah serupa harus dilakukan terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran yang sama. Bahkan langkah penegakan hukum itu harus pula dilakukan terhadap aparat penegak hukum sendiri yang juga patut diduga melakukan pelanggaran yang serupa.

“Jika langkah penegakan hukum itu hanya dilakukan terhadap Fahmi, terlepas dia anggota FPI atau bukan, namun dia ditahan gara-gara membawa bendera yang diberi tulisan kalimat tauhid itu pada waktu ada demo FPI, maka terkesan penegakan hukum ini terkait langsung maupun tidak langsung terhadap FPI,” kata politisi Partai Bulan Bintang ini.

Sementara, perorangan yang terkait dengan ormas-ormas yang lain yang melakukan hal yang sama, belum ada langkah penegakan hukum apapun juga.

“Karena itu, saya menghimbau polisi untuk bersikap obyektif dan mengambil langkah hukum yang hati-hati untuk mencegah kesan yang kian hari kian menguat bahwa polisi makin menjauh dari umat Islam dan sebaliknya makin melakukan tekanan,” jelas Yusril.

Menurut dia, tidak semua orang, bahkan di kalangan umat Islam sendiri, setuju dengan langkah-langkah yang diambil oleh FPI dalam segala hal. Hal itu normal saja dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun. menjauh dari Islam dan umatnya, tidak akan membuat negara ini makin aman dan makin baik.

BACA JUGA  Lembaga Sertifikasi Halal Amerika Kunjungi Kementerian Agama

“Karena itu, hikmah- kebijaksanaanlah yang harus ada dan dikedepankan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Bersyukur dalam Musibah dan Bersabar dalam Nikmat

Sabar dan syukur adalah dua hal yang menunjukkan adanya iman di dada seorang yang mengaku mukmin. Ketiadaan syukur akan berakibat kufur yang akan menyingkirkan iman di hati. Demikian pula ketiadaan Sabar akan menghilangkan pengakuan keberimanan seseorang oleh Allah. Namun, patut untuk direnungi, bahwa syukur dapat pula untuk musibah, dan sabar dapat pula untuk nikmat.

Selasa, 24/01/2017 18:36 1

Amerika

Gedung Putih: Trump Siap Gelar Operasi Bareng Rusia di Suriah

Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden baru AS Donald Trump siap untuk melakukan operasi bersama Rusia untuk memerangi kelompok ISIS di Suriah.

Selasa, 24/01/2017 17:42 0

Munaqosyah

Tipologi Polisi, Dahulu dan Akhir Zaman

Pembelaan mereka terhadap tiran nan zalim menjadikan mereka meninggalkan nilai-nilai agama, melupakan tugas asal mereka dalam mengawal syariat Islam dan keamanan umat.

Selasa, 24/01/2017 17:05 0

Artikel

Diskriminatif, Program Kontra Ekstremisme (CVE) Hanya Menyasar Muslim

CVE (Countering Violent Extrimism) adalah program yang menyebabkan perpecahan dan ketidakpercayaan masyarakat, yang secara tidak adil membidik komunitas Muslim di Amerika.

Selasa, 24/01/2017 15:51 0

Suriah

Oposisi Suriah Terima Permintaan Rusia terkait Fath Syam, Jika…

Delegasi oposisi Suriah menolak untuk menyinggung soal Jabhah Fath Syam sebelum milisi Syiah Iraq, Afghanistan, dan Iran keluar dari Suriah. Hal itu ditegaskan Osama Abu Zaid dalam perundingan untuk Suriah di Astana, Kazakhstan, yang dimulai Senin (23/01) kemarin.

Selasa, 24/01/2017 14:39 0

Mesir

AS Berencana Suplai Bantuan Militer untuk Mesir

Presiden baru AS, Donald Trump akan memberikan bantuan militer kepada Mesir dalam perang melawan terorisme. Demikian dilansir situs Al-Arabiya, Senin (23/01).

Selasa, 24/01/2017 14:12 0

Amerika

Direktur Baru CIA Diduga Akan Aktifkan Kembali Model Penyiksaan “Waterboarding”

Wakil Presiden AS Mike Pence akhirnya melantik Mike Pompeo sebagai Direktur CIA yang baru. Pelantikan ini diselenggarkan tidak lama setelah Mike Pompeo berhasil memperoleh suara terbanyak dari para senator AS.

Selasa, 24/01/2017 13:26 0

Editorial

[Editorial] Tafsir ala Penguasa

Bila dibiarkan kalimat-kalimat sakral yang dulu dianggap sebagai pemersatu bangsa, bisa disalahgunakan menjadi pemecah-belah. Semua berhak menafsirinya—apalagi memang tidak ada tafsir tunggal dalam hal ini—untuk kemudian menggunakannya sesuai dengan kehendak dan keinginan masing-masing.

Selasa, 24/01/2017 11:52 0

Amerika

Trump Dukung Upaya Anti “Teror” Rezim Al-Sisi

Gedung Putih mengatakan Presiden Donald Trump menghubungi Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi melalui telepon pada Senin (23/01), menegaskan kesiapannya untuk terus memberikan bantuan militer pada Mesir dalam rangka mendukung perang melawan "terorisme".

Selasa, 24/01/2017 11:34 0

Tarbiyah Jihadiyah

Kunci Kemenangan itu Bernama Kesabaran

Para ulama sepakat bahwa kenikmatan tidak diraih dengan kenikmatan. Kenikmatan hanya bisa diraih dengan ujian, jerih payah, kesempitan, dan pengorbanan. Dengan inilah kenikmatan bisa diraih pada akhirnya. Oleh karena itu, Allah berfirman berkenaan dengan orang-orang sabar dalam beberapa tempat, mencapai sembilan puluh tempat di dalam Al-Qur’an.

Selasa, 24/01/2017 10:30 1

Close