... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fath Al-Syam Putus Ikatan Baiat Jundul Aqsha

KIBLAT.NET, Idlib – Jabhah Fath Al-Syam mengumumkan, Senin (23/01), memutus baiat faksi Jundul Aqsha karena tidak mendengar dan taat, yang merupakan rukun utama baiat. Keputusan ini diambil menyusul serangan militer Jundul Aqsha terhadap Ahrar Al-Syam di Jabal Zawiyah, Pedesaan Idlib.

Dalam pernyatan yang dilansir Al-Araby Al-Jadid, gerakan yang dulu bernama Jabhah Nusrah itu menjelaskan kronologi meleburnya Jundul Aqsha ke dalam Fath Al-Syam. Pada bulan sepuluh 2016, terang Fath Al-Syam, tengah berlangsung pertempuran membuka blokade Aleppo kedua.

Di saat mujahidin meraih kemajuan, terjadi pertempuran antara Ahrar Al-Syam dan Jundul Aqsha. Hal itu menyedot banyak faksi berdiri bersama Ahrar Al-Syam melawan Jundul Aqsha. Akibatnya, ratusan pejuang ditawan masing-masing pihak dan jatuhnya korban tewas dan luka-luka.

Menghindari kerugian yang lebih banyak, Fath Syam ikut campur membujuk kedua pihak gencatan senjata melalui pengadilan Syariah. Upaya membuahkan hasil. Kedua pihak sepakat gencatan senjata segera dan melepaskan tawanan masing-masing, menyerahkan pos-pos penjagaan yang direbut dan membentuk pengadilan Syariat yang disepakati.

“Kemudian delegasi Jundul Aqsha, yang dipimpin langsung pemimpinnya, menyatakan baiat kepada Fath Al-Syam,” jelas pernyataan Fath Al-Syam.

Beberapa hari berlalu, lanjut pernyataan tersebut, kami menerima berita yang terkonfirmasi dari Jundul Aqsha bahwa mereka tidak sepakat dengan baiat para delegasi tersebut. Informasi itu mengatakan bahwa baiat tersebut dari pribadi pemimpin Jundul Aqsha dan orang-orang yang setuju dengannya.

BACA JUGA  Pemerintahan Sementara Suriah Siap Dukung Kampanye Militer Turki

“Hal itu menjadi sangat jelas kelompok Jundul Aqsha tidak bekerja sama dengan kami atas dasar mendengar dan taat, yang menjadi rukun utama baiat,” jelas Fath Al-Syam.

Dengan terjadi pertempuran baru tersebut dan Jundul Aqsha tidak mematuhi prinsip-prinsip baiat, maka kami mengumumkan bahwa Jundul Aqsha bukan bagian dari Fath Al-Syam. Akan tetapi, Fath Al-Syam masih menganggap mereka Muslim.

Beberapa hari ini beredar kabar Jabhah Fath Al-Syam menyerang Ahrar Al-Syam di Jabal Zawiyah, Pedesaan Idlib. Belakangan diketahui, para penyerang itu anggota kelompok Jundul Aqsha yang pemimpinnya pernah menyatakan baiat dan melebur dengan Fath Al-Syam.

Kedua pihak (Ahrar Syam dan Jundul Aqsha) dilaporkan telah menyepakati gencatan senjata dan sepakat menyelesaikan perselisihan melalui Komite Pengadilan. Mereka sepakat mengembalikan keadaan seperti sebelum perang. Fath Al-Syam termasuk salah satu pihak yang menjamin gencatan tersebut.

Jundul Aqsha merupakan faksi jihadis yang aktif di wilayah Idlib dan Aleppo. Banyak anggotanya disinyalir memiliki ideologi seperti ISIS. Bahkan, sejumlah pihak telah memvonis Jundul Aqsha khawarij.

Reporter: Sulh El-Izzi
Sumber: Al-Araby Al-Jadid

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Secercah Senyuman Mahasiswa Patani di Indonesia

Dalam wisata ini, mahasiswa Patani (Thailand Selatan) di Indonesia dapat mengetahui kebudayaan di Indonesia. Mereka juga menuturkan ada juga kebudayaan yang hampir sama dengan kebudayaan di Patani khususnya di kepulauan Riau, seperti pakaian kebudayaan, permainan tradisional dan rumah-rumah tradisional.

Selasa, 24/01/2017 20:16 0

Indonesia

Pengacara Ahok Sebut Semua Pelapor Berafiliasi dengan FPI, Advokat: Itu Dibuat-buat

Penasehat Hukum Ahok, Rony Talapessy menuding bahwa semua pelapor kasus Ahok ada afiliasinya dengan Front Pembela Islam (FPI). Menurutnya, hal itu sudah tidak objektif.

Selasa, 24/01/2017 19:40 0

Indonesia

Yusril Himbau Polisi Berhati-hati dan Cegah Kesan Semakin Jauh dari Umat Islam

"Karena itu, saya menghimbau polisi untuk bersikap obyektif dan mengambil langkah hukum yang hati-hati untuk mencegah kesan yang kian hari kian menguat bahwa polisi makin menjauh dari umat Islam dan sebaliknya makin melakukan tekanan," jelas Yusril.

Selasa, 24/01/2017 19:05 0

Artikel

Bersyukur dalam Musibah dan Bersabar dalam Nikmat

Sabar dan syukur adalah dua hal yang menunjukkan adanya iman di dada seorang yang mengaku mukmin. Ketiadaan syukur akan berakibat kufur yang akan menyingkirkan iman di hati. Demikian pula ketiadaan Sabar akan menghilangkan pengakuan keberimanan seseorang oleh Allah. Namun, patut untuk direnungi, bahwa syukur dapat pula untuk musibah, dan sabar dapat pula untuk nikmat.

Selasa, 24/01/2017 18:36 1

Indonesia

Tim Advokasi GNPF MUI: Kesaksian Lurah Panggang Menguatkan Dakwaan Jaksa

Nasrullah yakin Majelis Hakim akan memutuskan Ahok bersalah. Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk terus mengawal persidangan Ahok ini dan mempercayakan putusan atas percaya ini kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara

Selasa, 24/01/2017 18:11 0

Indonesia

Habib Rizieq: Jutaan Teknologi Rectoverso untuk Uang Kertas, Kenapa Ambil Palu Arit?

"Indonesia negara ketuhanan. Faham yang antituhan dilarang berkembang di Indonesia. Tidak hanya pahamnya tapi juga atributnya tidak boleh ada di Indonesia"

Selasa, 24/01/2017 17:26 0

Munaqosyah

Tipologi Polisi, Dahulu dan Akhir Zaman

Pembelaan mereka terhadap tiran nan zalim menjadikan mereka meninggalkan nilai-nilai agama, melupakan tugas asal mereka dalam mengawal syariat Islam dan keamanan umat.

Selasa, 24/01/2017 17:05 0

Indonesia

Ketum PKB: Bangsa Indonesia Hadapi Masalah Serius

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhamimin Iskandar, mengatakan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi masalah yang sangat serius, yaitu isu SARA (Suku Agama Ras Antargolongan) dan radikalisme.

Selasa, 24/01/2017 16:26 0

Artikel

Diskriminatif, Program Kontra Ekstremisme (CVE) Hanya Menyasar Muslim

CVE (Countering Violent Extrimism) adalah program yang menyebabkan perpecahan dan ketidakpercayaan masyarakat, yang secara tidak adil membidik komunitas Muslim di Amerika.

Selasa, 24/01/2017 15:51 0

Indonesia

Terkait Bendera Negara, Yusril: Penegak Hukum Harusnya Bersikap Persuasif

Dengan demikian, tidak semua warna merah putih adalah otomatis adalah bendera negara RI. Kain yang berwarna merah putih namun tidak memenuhi kreteria syarat-syarat untuk dapat disebut sebagai bendera RI, bukanlah bendera RI.

Selasa, 24/01/2017 15:03 0

Close