... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Bersyukur dalam Musibah dan Bersabar dalam Nikmat

KIBLAT.NET – Terdapat dua ayat dalam Al Qur’an yang akan menjadi pembuka tulisan ini. Ayat yang pertama, “Benar-benar, jika kalian bersyukur, benar-benar-benar saya akan menambahkan kalian. (QS Ibrahim : 7″. Ayat yang kedua, “maka bersabarlah dengan kesabaran yang indah.(QS Al Ma’arij : 5)”.

Dua ayat tersebut, sangat sering diperdengarkan oleh para ulama, kiyai dan ustadz di podium maupun di Majelis Taklim. Jika membahas tentang syukur, maka ayat pertama tersebut yang menjadi pendorong dan motivasinya. Jika berbicara tentang sabar, maka bersabarlah dengan indah, demikian ayat kedua tersebut memberikan penekanan.

Syukur dalam konteks ini, biasanya berarti mengakui bahwa nikmat yang diterima adalah semua milik Allah, maka memuji Allah adalah hal yang pantas untuk nikmat, dan itulah yang di sebut syukur. Lebih dalam lagi, syukur itu, agar tidak berhenti di lisan berupa tahmid atau pujian kepada Allah.

Namun, seiring dengan bertambahnya nikmat maka dibutuhkan bertambahnya keta’atan. Sesiapa yang bertambah kenikmatan dan tidak bertambah ketaatannya, maka itu adalah celaka, demikian Rasulullah mewanti-wanti ummatnya.

Sedangkan sabar itu bermakna, penerimaan terhadap musibah dari Allah dan menjadikan iman menjadi meningkati dengan hal tersebut. Walaupun sabar itu begitu berat, namun diperintahkan agar terlihat indah. Tidak keberatan, apatahlagi berkeluh kesah kepada manusia.

Sabar dan syukur adalah dua hal yang menunjukkan adanya iman di dada seorang yang mengaku mukmin. Ketiadaan syukur akan berakibat kufur yang akan menyingkirkan iman di hati. Demikian pula ketiadaan Sabar akan menghilangkan pengakuan keberimanan seseorang oleh Allah. Namun, patut untuk direnungi, bahwa syukur dapat pula untuk musibah, dan sabar dapat pula untuk nikmat.

BACA JUGA  Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo

Syukur dalam Musibah
Syukur dapat pula bermakna kesabaran terhadap nikmat yang berbentuk musibah. Menumbuhkan kesadaran seperti ini sangat penting. Karena betapa banyak orang yang tersadar dari perjalanannya yang mengasyikkan setelah terantuk batu.

Betapa Ibnu Abbas, sang Rahib umat ini, merasa sangat bersyukur dengan hilang penglihatannya pada usia tua. Guru dari pada Ibnu Mubarok ini berujar sebuah kalimat yang pernah diucapkan oleh Rasulullah, “Sesungguhnya Allah berfirman, “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan dua kekasihnya (kedua matanya), kemudian ia bersabar, niscaya Aku menggantikan keduanya (kedua matanya) dengan surga.” (HR. Bukhari no. 5653).

Bersyukur dalam musibah dengan menganggapnya sebagai nikmat dapat membuat diri senang dan jiwa tenang. Senangnya diri dan tenangnya jiwa akan membuat indah kehidupan. Kehidupan yang sementara jika terlihat indah, maka akan terisi dengan amal-amal yang menarik walaupun amal itu begitu berat.

Sabar dalam Nikmat
Ketika Umar bin Khattab menerima pasukannya yang kembali dengan membawa kemenangan yang gemilang, lalu dihadapkan pada harta ghanimah yang tidak terhitung jumlahnya, lantas menangis. Para sahabat dan pasukan terheran dengan hal tersebut lantas bertanya mengapa Al Faruq menangis. Sahabat mulia yang didoakan keislamannya oleh Rasulullah kemudian menjawab, “seandainya ini semua adalah kebaikan, mengapa tidak diberikan kepada Rasulullah SAW ketika beliau masih hidup.”

Demikianlah ketika nikmat disabari, akan membuat yang mendapat nikmat terkendali dari euforia yang melupakan akan Sang Pemberi Nikmat. Juga akan menghindarkan dari kesombongan Fir’aun, Namrudz dan Qorun.

BACA JUGA  Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Mari memperhatikan peringatan dari Rasulullah, “Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (Hadits riwayat Muslim (2961)

Maka betapa menakjubkannya urusan umat akhir zaman ini, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999)

Maka cukuplah perkataan Umar bin Khattab menutup tulisan ini, “jika syukur dan sabar adalah dua kendaraan, maka aku tidak peduli saya naik yang mana.” Wallahu A’lam.

 

Oleh : Muh Idris. (Ketua PW Syabab Hidayatullah Jatim dan Dosen STAI Luqman Al Hakim Surabaya

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

One comment on “Bersyukur dalam Musibah dan Bersabar dalam Nikmat”

  1. Tegar adalah ketika kita punya banyak alasan untuk kecewa, namun kita selalu punya kekuatan untuk tetap tersenyum.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tim Advokasi GNPF MUI: Kesaksian Lurah Panggang Menguatkan Dakwaan Jaksa

Nasrullah yakin Majelis Hakim akan memutuskan Ahok bersalah. Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk terus mengawal persidangan Ahok ini dan mempercayakan putusan atas percaya ini kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara

Selasa, 24/01/2017 18:11 0

Amerika

Gedung Putih: Trump Siap Gelar Operasi Bareng Rusia di Suriah

Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden baru AS Donald Trump siap untuk melakukan operasi bersama Rusia untuk memerangi kelompok ISIS di Suriah.

Selasa, 24/01/2017 17:42 0

Indonesia

Habib Rizieq: Jutaan Teknologi Rectoverso untuk Uang Kertas, Kenapa Ambil Palu Arit?

"Indonesia negara ketuhanan. Faham yang antituhan dilarang berkembang di Indonesia. Tidak hanya pahamnya tapi juga atributnya tidak boleh ada di Indonesia"

Selasa, 24/01/2017 17:26 0

Munaqosyah

Tipologi Polisi, Dahulu dan Akhir Zaman

Pembelaan mereka terhadap tiran nan zalim menjadikan mereka meninggalkan nilai-nilai agama, melupakan tugas asal mereka dalam mengawal syariat Islam dan keamanan umat.

Selasa, 24/01/2017 17:05 0

Indonesia

Ketum PKB: Bangsa Indonesia Hadapi Masalah Serius

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhamimin Iskandar, mengatakan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi masalah yang sangat serius, yaitu isu SARA (Suku Agama Ras Antargolongan) dan radikalisme.

Selasa, 24/01/2017 16:26 0

Indonesia

Terkait Bendera Negara, Yusril: Penegak Hukum Harusnya Bersikap Persuasif

Dengan demikian, tidak semua warna merah putih adalah otomatis adalah bendera negara RI. Kain yang berwarna merah putih namun tidak memenuhi kreteria syarat-syarat untuk dapat disebut sebagai bendera RI, bukanlah bendera RI.

Selasa, 24/01/2017 15:03 0

Suriah

Oposisi Suriah Terima Permintaan Rusia terkait Fath Syam, Jika…

Delegasi oposisi Suriah menolak untuk menyinggung soal Jabhah Fath Syam sebelum milisi Syiah Iraq, Afghanistan, dan Iran keluar dari Suriah. Hal itu ditegaskan Osama Abu Zaid dalam perundingan untuk Suriah di Astana, Kazakhstan, yang dimulai Senin (23/01) kemarin.

Selasa, 24/01/2017 14:39 0

Mesir

AS Berencana Suplai Bantuan Militer untuk Mesir

Presiden baru AS, Donald Trump akan memberikan bantuan militer kepada Mesir dalam perang melawan terorisme. Demikian dilansir situs Al-Arabiya, Senin (23/01).

Selasa, 24/01/2017 14:12 0

Indonesia

Alhamdulillah, Akhirnya Nurul Fahmi Dibebaskan Setelah Ada Jaminan

Nurul Fahmi, (26 tahun) pembawa bendera berlafaz kalimat tauhid pada aksi 161 akhirnya dilepaskan oleh pihak kepolisian pada siang ini, (24/01) selepas shalat zuhur.

Selasa, 24/01/2017 14:08 0

Indonesia

Lurah Pulau Panggang: Ahok Menyebut “Dibohongi Pakai Al-Maidah 51”

Sidang ketujuh kasus penistaan agama oleh Ahok, Selasa (24/01), menghadirkan saksi fakta dari Lurah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Yulihardi. Dalam kesaksiannya, ia mengatakan bahwa Ahok benar menyebut Surat Al-Maidah ayat 51.

Selasa, 24/01/2017 13:45 0

Close