... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Benarkah Pasukan Iraq Telah Kuasai 85 Persen Mosul Timur?

Foto: Pasukan Khusus Irak bergerak menuju Erbil dari Baghdad untuk bersiap-siap untuk menyerang Mosul, 11 Oktober, 2016. Foto: BuzzFeed)

KIBLAT.NET, Mosul – Pasukan Keamanan Iraq (ISF) mengaku telah mengambil alih 85 persen bagian timur Mosul. Selain itu mengklaim telah mencapai Sungai Tigris di beberapa sektor, meskipun belum ada rekaman yang menunjukkan pasukan Iraq berada di sungai.

Ketika seseorang membaca angka dan laporan tersebut, akan terkesan bahwa misi Iraq untuk membersihkan ISIS di Mosul sebagai benteng terakhirnya berjalan sesuai rencana. Dan itulah yang diharapkan oleh Perdana Menteri Iraq Haider Al-Abadi. Namun, apakah itu benar-benar terjadi?

Tidak diragukan lagi, Al-Abadi dan pemerintahannya telah gagal memenuhi janji-janji mereka. Sebelum AS dan Iran memberi dukungan terhadap operasi Iraq di Mosul, Al-Abadi berulang kali memberitahu dunia dan rakyat Iraq bahwa pada akhir 2016 Mosul akan bebas dari kontrol ISIS.

Tetapi saat ini tahun telah beralih ke 2017, dan hampir memasuki bulan keempat sejak operasi Mosul dimulai. Klaim bahwa pasukan Iraq telah mengambil alih 85 persen bagian timur kota mungkin terlalu dilebih-lebihkan. “Ada perbedaan besar antara ‘kehadiran’ dan ‘kontrol’,” kata Tallha Abdulrazaq, seorang analis Timur Tengah.

Menurutnya, bukan berarti tersebarnya militer Iraq dan sekutunya di banyak tempat lantas menjadikan mereka melakukan kontrol di wilayah-wilayah tersebut. “Tentu saja tidak. Tidak ada orang yang memandang klaim itu sebagai hal yang objektif dalam dunia militer. Pasukan Iraq mungkin hadir dan terlibat dalam pertempuran di banyak kabupaten di Mosul timur, tapi itu tidak berarti ISIS telah melepaskan kontrol atau tidak melakukan perlawanan di wilayah itu,” jelasnya.

BACA JUGA  Takut Dituduh Simpatisan ISIS, Warga Sunni Irak Pilih Demo Via Online

Selain itu, kata dia, mencapai Sungai Tigris bukan menjadi sebuah ciri keberhasilan militer dalam perang melawan ISIS di Mosul. Ia menilai bahwa pemerintah Iraq ingin membuat propaganda bahwa penguasaan Sungai Tigris artinya setengah operasi telah terlampaui. Sehingga membuat klaim-klaim sepihak.

Lebih lanjut, Abdurrazaq memaparkan bahwa pemerintah Iraq masih harus melalui sejumlah halangan yang berat demi menguasai kota Mosul sepenuhnya. Pasukan di Mosul barat, pasukan iraq masih harus membuat jembatan sementara untuk bisa masuk ke dalam kota. Karena jembatan-jembatan sebelumnya telah hancur oleh serangan udara koalisi AS.

Selain itu, pasukan Iraq juga harus menghadapi tantangan di kota Tal Afar yang dihuni mayoritas Arab Sunni. Sementara, pasukan Iraq menjalin koalisi dengan milisi-milisi Syiah yang dikenal sering mengobarkan perang sektarian dengan melakukan kekerasan terhadap warga Sunni. Tentunya hal tersebut tidak akan mudah untuk dilalui.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Middle East Monitor

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Klarifikasi Pernyataan Polda Jabar, PW Muhammadiyah: Kami Tidak Mengecam Tindakan FPI

Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, HM Rizal Fadillah membantah berita bersumber dari Humas Polda Jabar yang berjudul "Pimpinan Muhammadiyah Jawa Barat Mengecam Tindakan Anarkhis FPI".

Sabtu, 14/01/2017 14:51 0

Rohah

Kambing Inilah yang Akan Menjawabnya

Jika Syâhin Syâh (gelar bagi raja) mengancammu, berikanlah suratnya kepada Syâh (kambing). Wassalâm.

Sabtu, 14/01/2017 12:01 0

Indonesia

Mahasiswa Gema Pembebasan Gelar Demonstrasi Kecam Kenaikan Harga

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan menggelar aksi damai di depan Gedung Sate Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (13/01).

Sabtu, 14/01/2017 09:26 0

Indonesia

Muncul Desakan Evaluasi Kapolres Sintang Usai Penghadangan Wasekjen MUI

Kapolres Sintang karena terkesan melakukan pembiaran terhadap aksi pengusiran KH Tengku Zulkarnain

Sabtu, 14/01/2017 08:12 0

Indonesia

Umat Islam Kalbar Desak Polisi Tangkap Pelaku Penghadangan Wasekjen MUI

"Aktor intelektualnya juga harus ditangkap"

Sabtu, 14/01/2017 06:56 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Persidangan Ahok

Persidangan tindak pidana penodaan agama oleh calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah sampai tahap pemeriksaan saksi-saksi pelapor. Dalam hal ini, Sekertaris Umum Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mencatat sejumlah keganjilan dalam beberapa proses persidangan yang sudah berlangsung.

Jum'at, 13/01/2017 18:02 0

Indonesia

Habib Rizieq Diperiksa terkait Tesis-nya, Ahli Hukum: Tidak Beralasan Yuridis

Ahli Hukum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. Abdul Chair Ramadhan mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Habib Rizieq Syihab terkait tesis S2-nya yang dianggap menodai Pancasila sebagai lambang negara, penuh rekayasa untuk melemahkan umat Islam.

Jum'at, 13/01/2017 10:03 0

Indonesia

Pakar Sains Informatika: Ada Ketidakpercayaan Masyarakat dalam Gerakan Anti Hoax

Pakar sains informatika Ismail Fahmi mengungkapkan ada sambutan yang berbeda antara deklarasi masyarakat atau Gerakan Anti Hoax di Car Free Day sejumlah wilayah Indonesia dengan fenomena di media sosial.

Rabu, 11/01/2017 17:24 0

Indonesia

Pemblokiran Media Islam di Awal Tahun 2017 Jadi Catatan Parlemen

Pemblokiran media-media Islam pada awal tahun 2017 sudah menjadi catatan parlemen dan dipertanyakan oleh DPR RI kepada pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Rabu, 11/01/2017 16:48 0

Indonesia

Sukamta: Kominfo Tidak Konstruktif dalam Pemblokiran Media Islam

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta, Phd menyebutkan kriteria isu SARA (Suku Agama Antar Ras dan Golongan) serta ancaman melakukan kekerasan dalam pemblokiran media harus bisa lebih diperjelas lagi.

Rabu, 11/01/2017 06:00 0

Close