... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Sains Informatika: Ada Ketidakpercayaan Masyarakat dalam Gerakan Anti Hoax

Foto: Hasil pantauan SNA Drone Emprit milik Ismail Fahmi

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar sains informatika Ismail Fahmi mengungkapkan ada sambutan yang berbeda antara deklarasi masyarakat atau Gerakan Anti Hoax di Car Free Day sejumlah wilayah Indonesia dengan fenomena di media sosial.

Ismail menangkap fenomena tersebut melalui teknologi buatan Ismail yang ia sebut “Drone Emprit”–merujuk pada nama burung lambang Twitter. Peranti lunak ini berfungsi memonitor dan menganalisis percakapan di media online dan media sosial.

Drone Emprit, sudah memonitor kata kunci “anti hoax” dan “antihoax” sejak akhir pekan lalu. Kata kunci ini bisa menangkap berbagai variasi penyebutan dan status terkait gerakan anti hoax.

“Ternyata hasilnya menarik. Apa yang tampak di CFD, ternyata tidak begitu yang tampak di sosial media. Di CFD tampak semua warga mendukung dan sentimennya positif terhadap gerakan ini. Di sosial media, hampir semua mendukung “ide” anti hoax, dan bahkan ada dari mereka yang membuat kaos AntiHoax sebagai dukungan,” kata Ismail dalam akun Facebooknya pada 11 Januari 2017.

Media Islam Anti Hoax

Kaos Merchandise Media Islam Anti Hoax

Namun, spesifik terhadap Gerakan Anti Hoax yang dideklarasikan tersebut, terlihat cukup banyak sentimen negatif.

Doktor sains informatika lulusan Universitas Groningen, Belanda ini mengungkapkan grafik Social Network Analysis (SNA) berdasarkan relasi retweet dari 8.000-an percakapan. Dari situ ditunjukkan bahwa mereka yang menyuarakan sentimen negatif membentuk sebuah cluster yang cukup besar dan dominan.

BACA JUGA  Pemerintah Akan Bubarkan Hizbut Tahrir Indonesia

“Mereka dimotori oleh akun-akun yang selama ini berperan seperti ‘oposisi’, yaitu Tofalemon, maspiyungan, spardaxyz, prijantarobbani, dan didukung oleh akun-akun media seperti posmetroinfo, wartapolitik, dan @kiblatnet,” tambahnya.

Sedangkan yang di luar cluster itu, lanjut Ismail, didukung oleh sejumlah akun seperti Olgaly_DIA, akbarfaisal66, kemkominfo, tmcpoldametro, fajroel, humasjateng, dan beberapa media seperti metro_tv, detikcom, dan antaranews.

“Cluster ini menyampaikan suara dari mereka yang berada di lapangan, yang melakukan deklarasi gerakan anti hoax,” tegas co-founder Awesometric ini.

Ismail mengatakan semua pihak setuju dengan ide anti hoax. Namun mengapa terjadi polarisasi?

“Kita lihat status yang paling banyak diretweet. Empat dari 5 status tersebut tenyata menyuarakan sentimen negatif terhadap gerakan ini. Misalnya, akun @panca66 bilang, “SBY tiap hari dihantam hoax oleh akun2 pendukung Jokohok. Skrg mereka jadi pahlawan anti hoax. Bangsa ini sedang sakit”.

Dia juga bilang, “Olga Lidya dan dan GM dah muncul merasa menjadi pahlawan anti hoax. bentar lg seword dkk jg jadi media anti hoax. LOL”

@jituofficial bilang, “Rupanya stlh dilacak, akun2 #antihoax ternyata dikelola oleh slh1 pndukung pasangan pilgub DKI, Pasti bisa nebak kan siapa? #IslamBukanHoax“.

@posmetroinfo bilang, “Kampanye Anti Hoax Salah Kaprah, Justru Media -media Pro Pemerintah yang Gemar Sebar Hoax”

Ia menilai dari data tersebut tampak adanya distrust atau ketidakpercayaan terhadap netralitas dari gerakan Anti Hoax. Cluster ini, kata dia, kerap mendapat cap penyebar hoax, dan media-medianya beberapa sudah atau pernah diblokir. Sementara beberapa media opini yang berseberangan dengan mereka, dan lebih dekat ke pemerintah sepertinya tidak tersentuh.

BACA JUGA  Vonis Ahok Lakukan Penodaan Agama, Pengacara GNPF-MUI Apresiasi Hakim

drone-emprit-2

Terakhir, Ismail mengajukan solusi agar gerakan anti hoax ini bisa duduk bersama di dalam satu panggung dan mendeklarasikan perang melawan hoax. “Tentu perlu effort sedikit untuk melakukan komunikasi awal.”

Ia berharap, setelah mereka tampil bersama, aksi saling tuding bahwa kelompok yang lain yang melakukan hoax, tidak ada lagi, atau setidaknya bisa diredam.

“Jika deklarasi sudah lewat, saya kira masih ada kesempatan lain yang bisa diciptakan,” pungkasnya.

 

Reporter/Editor: Fajar Shadiq

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Turki Temukan 3 Paspor WNI dalam Penggerebekan Kasus Kelab Malam Istanbul

Pemerintah Turki terus memburu pelaku penembakan di kelab malam Reina, Istanbul, pada malam pergantian tahun. Kepolisian setempat berhasil menangkap 40 orang dalam sebuah apartemen di Kota Izmir.

Rabu, 11/01/2017 04:33 0

Prancis

Tahun 2016, 5.000 Yahudi Perancis Pindah ke Israel

Sebanyak 5.000 orang Yahudi Prancis pindah ke Israel pada tahun lalu menurut data yang ditunjukkan pada Senin (9/1). Fenomena ini melanjutkan tren yang menandai keluarnya ribuan orang dari negara tersebut setelah serangkaian serangan yang menyasar warga Yahudi.

Selasa, 10/01/2017 22:19 0

Amerika

Tunjuk Menantunya Sebagai Penasihat Senior, Donald Trump Dituding Nepotisme

Kushner menikah dengan putri Trump, Ivanka, dan pengangkatannya menguatkan spekulasi adanya praktek nepotisme di Gedung Putih. Dia bahkan tidak mungkin memenuhi persyaratan untuk jabatan di bawah UU 1967 yang melarang pejabat pemerintah mempekerjakan kerabat dan sanak famili. Meskipun masih belum jelas apakah peraturan tersebut berlaku untuk kabinet Trump atau tidak.

Selasa, 10/01/2017 18:00 0

Analisis

Pidato Perpisahan Obama: Menyusuri Sepanjang Jalan Kenangan di Chicago

Barack Obama menutup buku kisah kepresidenannya pada hari ini, (10/01), dengan pidato perpisahan di Chicago. Pidato ini dilihat sebagai upaya untuk mengangkat kembali moral para pendukungnya yang ditumbangkan oleh kemenangan mengejutkan Donald Trump.

Selasa, 10/01/2017 17:18 0

Analisis

Mencari Tahu Potensi Terorisme dari Akun Media Sosial?

Facebook dan Twitter adalah dua contoh media sosial yang paling populer saat ini. Keduanya memungkinkan pemilik akun untuk mengunggah kalimat-kalimat yang mengungkapkan apa yang sedang dipikirkan oleh pemilik akun; sering curhat masalah pribadi, sering berbagi nasehat dan motivasi, sering mengunggah dan mempromosikan barang dagangan, ataupun sering mengunggah ajakan-ajakan berjihad.

Selasa, 10/01/2017 16:00 0

Konsultasi

Berdosakah Bila Saya Larut dalam Chatting dan Media Sosial yang Marak Hari Ini?

Saat ini banyak sekali media sosial dan chatting yang bisa dikatakan tidak bisa terpisah dari kita, bahkan usai salam dari shalat pun adakalanya langsung chattingan. Pertanyaan saya, apakah yang saya tulis termasuk perbuatan menyia-nyiakan waktu dan tidak bermanfaat? Ini termasuk perkara mubah ataukah justru saya akan mempertanggungjawabkan semua yang saya tulis atau katakan di situ?

Selasa, 10/01/2017 15:45 1

Info Event

Mahasiswa Pascasarjana UMP Gelar Baksos di Desa Wonopuro

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP) menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Wonopuro, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo pada Sabtu, 07 Januari 2017.

Selasa, 10/01/2017 15:22 0

Wilayah Lain

Presiden Afrika Selatan Imbau Warganya Tak Kunjungi Israel

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mendesak warganya untuk tidak berkunjung ke Israel kecuali untuk urusan yang berhubungan dengan upaya “membina perdamaian” di kawasan itu.

Selasa, 10/01/2017 11:30 0

Suriah

Milisi Pro Rezim dan Militer Suriah Saling Tembak di Aleppo

Milisi pendukung rezim Bashar Assad dan militer pemerintah terlibat baku tembak di Aleppo yang menyebabkan korban sipil.

Selasa, 10/01/2017 10:42 0

Tazkiyah

Ketika Rasulullah Tetiba Menghilang dari Para Shahabat

Abu Hurairah berkata, “Suatu ketika kami duduk-duduk dalam sebuah majelis, kemudian kami mencari-cari Rasulullah saw., namun kami tidak menemukannya.”

Selasa, 10/01/2017 10:15 0