... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Kini Jadi Jihadis “Favorit” Rusia

Foto: Pejuang Taliban (ilustrasi)

KIBLAT.NET – Lebih dari 15 tahun dalam perang Amerika di Afghanistan, pemerintah Rusia secara terbuka mulai melirik nama Taliban. Pekan lalu, Moskow mengundang utusan dari Cina dan Pakistan untuk membahas persoalan perang. Namun, tidak ada pejabat Afghanistan diundang.

Tiga negara mendesak dunia supaya “fleksibel” ketika berurusan dengan Taliban. Rusia bahkan berpendapat bahwa Taliban adalah benteng yang diperlukan dalam perang melawan apa yang disebut Negara Islam (ISIS).

Di sisi lain, militer Amerika Serikat melihat pandangan Moskow terhadap Taliban sebagai langkah lain untuk melemahkan NATO, yang memerangi Taliban, Al-Qaidah, dan Negara Islam (ISIS) setiap hari.

Setelah konferensi Moskow, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova berbicara dengan wartawan dan mencatat bahwa “tiga negara menyatakan keprihatinan khusus tentang aktivitas kelompok-kelompok ekstremis yang meningkat di wilayah, termasuk cabang ISIS di Afghanistan”.

Menurut Reuters, Zakharova menambahkan bahwa Cina, Pakistan, dan Rusia menyepakati “pendekatan yang fleksibel untuk menghapus sejumlah figur Taliban dari daftar sanksi PBB sebagai bagian dari upaya untuk mendorong dialog damai antara Kabul dan gerakan Taliban”.

Taliban, menurut laporan The Long War Journal, memuji pernyataan tiga negara yang dalam pertemuan Moskow yang diposting pada 29 Desember tersebut.

“Hal ini menggembirakan, melihat bahwa negara-negara regional juga telah memahami bahwa Imarah Islam Afghanistan adalah kekuatan politik dan militer,” kata Muhammad Sohail Shaheen, juru bicara politik Taliban dalam pernyataan itu.

BACA JUGA  Dubes Inggris untuk Iran Ditangkap Saat Hadiri Unjuk Rasa

“Usulan dari tiga pihak di Moskow untuk menghapus (dari daftar sanksi) anggota Imarah Islam adalah langkah maju yang positif dalam membawa perdamaian dan keamanan di Afghanistan,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Taliban bukan berarti tertarik pada “perdamaian dan keamanan”. Kelompok jihad ini ingin memenangkan perang Afghanistan dan menggunakan negosiasi dengan kekuatan regional dan internasional untuk meningkatkan posisi tawarnya.

Taliban telah lama menggunakan negosiasi damai dengan AS dan negara-negara Barat untuk menghindari sanksi internasional yang membatasi kemampuan tokoh-tokoh senior untuk bepergian ke luar negeri, dalam rangka menggalang dana dan tujuan-tujuan lainnya.

Pada bulan Mei 2014, AS membebaskan lima tokoh senior Taliban dari Guantanamo ke Qatar, yang ditukar dengan Bowe Bergdahl, prajurit Amerika yang ditahan oleh Taliban. Pemerintahan Obama berharap pertukaran ini akan dapat membangun kepercayaan dan menyebabkan negosiasi yang lebih substantif. Tetapi, para pemimpin Taliban tidak sepakat dengan negosiasi tersebut.

Rusia menginginkan diplomasi yang jujur dengan Taliban. Meski demikian, hal itu dipandang sebagai bentuk kepura-puraan Rusia dengan menjadikan ISIS sebagai ancaman yang lebih mengkhawatirkan. Ini adalah permainan Rusia yang telah bermain selama lebih dari satu tahun.

Pada bulan Desember 2015, Zamir Kabulov, yang menjabat sebagai wakil khusus Vladimir Putin untuk Afghanistan, mengklaim bahwa “kepentingan Taliban sesuai dengan kepentingan kita” dalam perang melawan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi. Menurut The Washington Post, Kabulov bahkan mengakui bahwa Rusia dan Taliban memiliki “jalur untuk bertukar informasi”.

BACA JUGA  Pasca Kematian Soleimani, Sejumlah Negara Eropa Larang Warganya Bepergian ke Iran

Baca halaman selanjutnya: Respon Amerika Serikat...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Terkait Pemblokiran Media, Pemerintah Diminta Lakukan Pendekatan

Anggota Komisi I DPR RI, Efendi Simbolon menegaskan bahwa dalam pemblokiran media, pemerintah seharusnya melakukan pendekatan terhadap media terkait.

Sabtu, 07/01/2017 15:35 0

Indonesia

Koperasi Syariah Hanya Permulaan, Ada yang Lebih Besar Lagi

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ustadz Bachtiar Natsir mengatakan, Koperasi Syariah 212 adalah bentuk lanjutan semangat umat setelah aksi 212.

Sabtu, 07/01/2017 13:40 0

Indonesia

Dua Pekan Sekali, Masjid-masjid di Palu Akan Dibersihkan Bergiliran

Mengawali tahun 2017, ISMI (Ikatan Silaturahim Masyarakat Masjid) Palu kembali melakukan kegiatan bersih-bersih masjid pada Jum'at (06/01) di Masjid Ar-Rahman Jl. Tombolotutu, Palu.

Sabtu, 07/01/2017 13:23 0

Indonesia

GNPF-MUI: Koperasi Syariah adalah Jihad Ekonomi

Ketua GNPF MUI, Kh Bachtiar Nasir menyerukan kepada Ummat bahwa salah satu gerakan Jihad Umat saat ini adalah dengan melakukan Jihad Ekonomi.

Sabtu, 07/01/2017 09:41 0

Artikel

Kisah Wanita Zalim Yang Melegenda Di Kota Madinah

Namanya Arwa binti Uwais, ia adalah wanita yang langsung dihukum oleh Allah karena kezalimannya terhadap salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jum'at, 06/01/2017 20:30 0

Indonesia

Guyon Mahfud MD soal Naiknya Biaya STNK: Salahnya Habib Riziq

Jagad media sosial dihebohkan dengan cuitan Mahfud MD pada Jum'at 06 Januari 2017. Pasalnya, tulisan mantan ketua Mahkamah Konstitusi di twitter itu mengaitkan sejumlah masalah yang dihadapi rakyat Indonesia dengan sosok Habib Rizieq.

Jum'at, 06/01/2017 19:05 0

Indonesia

Pemblokiran Media Merupakan Cara Primitif dan Tak Relevan Lagi

Menurutnya, akan lebih lucu lagi apabila pemblokiran itu dilakukan terhadap media-media yang selama ini kritis terhadap jalannya pemerintahan Jokowi. "Itu menunjukkan bahwa memang pemerintahan ini anti kritik dan cenderung otoriter," tegasnya.

Jum'at, 06/01/2017 17:41 0

Video News

Wawancara Dahnil Anzar (Bag I): Kita Umat Mayoritas Tapi Kena Sindrom Minority Complex

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bagaimana umat Islam di Indonesia merupakan umat yang bepotensi sangat besar. Namun, banyaknya jumlah tak sebanding dengan kualitas yang dihasilkan dalam kemajuan peradaban umat Islam itu sendiri.

Jum'at, 06/01/2017 15:16 0

Info Event

Mari Bantu! Istri Aktivis Masjid Menderita Tumor Hati

Sutarmi (40 th) adalah istri dari seorang Aktivis Masjid, Maryanto (44 th). Keseharian Sutarmi adalah seorang petani, sedangkan suami hanyalah seorang buruh lepas. Ibu tiga anak ini mengalami sakit sejak delapan tahun silam.

Jum'at, 06/01/2017 13:06 0

Indonesia

Koperasi Syariah 212 Diresmikan

Dewan Ekonomi Syariah 212 GNPF-MUI, Jumat pagi (05/01/2017), meresmikan Koperasi Syariah 212 (Investment Holding). Acara launcihing ini digelar di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA, Sentul City, Bogor. Turut hadir, Wakil Ketua GNPF-MUI, KH Zaitun Rasmin.

Jum'at, 06/01/2017 10:55 0

Close