... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemblokiran Media Merupakan Cara Primitif dan Tak Relevan Lagi

Foto: Ahmad Doli Kurnia.

KIBLAT.NET, Jakarta – Fungsionaris Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan Indonesia merupakan negara yang menjamin hak berpendapat dan menerima informasi dalam konstitusi negara. Untuk itu, pemblokiran sejumlah media online adalah tindakan yang berlebihan dan primitif.

“Cara-cara represif seperti pembredelan media dan pengekangan kebebasan masyarakat sudah tidak relevan lagi. Cara itu adalah cara yang primitif,” kata Anggota Dewan Komando Kesatuan Aksi Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Jumat (06/02).

Ia juga mengatakan bahwa yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam era globalisasi seperti saat ini adalah justeru bersama-sama masyarakat membangun sebuah sistem agar masyarakat terdidik bisa memilah informasi mana yang baik dan bermanfaat buat mereka dan mana yang tidak.

Menurutnya, akan lebih lucu lagi apabila pemblokiran itu dilakukan terhadap media-media yang selama ini kritis terhadap jalannya pemerintahan Jokowi. “Itu menunjukkan bahwa memang pemerintahan ini anti kritik dan cenderung otoriter,” tegasnya.

Bila kita cermati isinya, kata dia, media-media itukan menyampaikan bahwa mereka khawatir tentang adanya indikasi kebangkitan PKI, membanjirnya tenaga kerja ilegal dari China, terancamnya kedaulatan NKRI. Dan menuntut agar ditegakkannya keadilan dan hukum, serta protes terhadap disudutkannya ummat dan pemuka agama tertentu.

“Jadi apa yang salah dengan itu. Itu kan hak mereka dan baik buat bangsa dan negara,” ucapnya.

BACA JUGA  Cegah Corona, Gugus Tugas Covid-19 Minta Warga Papua Barat Konsumsi Sagu dan Ikan

Justeru, lanjutnya, kita malah heran dan balik bertanya, bila pemerintah tidak setuju dengan isu-isu itu, sebenarnya pemerintahan ini pemerintahan apa. Ia mempertanyakan kenapa tidak setuju dengan anti PKI,  banyaknya orang asing ilegal bertebaran, dengan kedaulatan NKRI. Bahkan setuju dengan penegakan hukum.

“Jangan sampai “kewalahan”nya media-media sosial pendukung Jokowi selama ini dalam menghadapi kritik, kemudian dihadapi dengan tangan kekuasaan,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishak
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Di Tengah Gencatan Senjata, Milisi Syiah Siapkan Serangan Besar di Aleppo

Milisi Syiah Iran dan Iraq pro-rezim juga telah diposisikan dekat kota Khanaser dan mempersiapkan serangan besar setelah beberapa pekan setelah kota ALeppo timur jatuh.

Jum'at, 06/01/2017 17:14 0

Video News

Wawancara Dahnil Anzar (Bag I): Kita Umat Mayoritas Tapi Kena Sindrom Minority Complex

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bagaimana umat Islam di Indonesia merupakan umat yang bepotensi sangat besar. Namun, banyaknya jumlah tak sebanding dengan kualitas yang dihasilkan dalam kemajuan peradaban umat Islam itu sendiri.

Jum'at, 06/01/2017 15:16 0

Arab Saudi

Empat Tahanan Guantanamo Bebas, Disambut Program Deradikalisasi Saudi

Empat warga Yaman dibebaskan dari penjara AS di Teluk Guantanamo dan tiba di Arab Saudi pada Kamis (05/01). Masih ada 59 tahanan yang masih ditahan di pusat penahanan di Kuba tersebut.

Jum'at, 06/01/2017 14:02 0

Info Event

Mari Bantu! Istri Aktivis Masjid Menderita Tumor Hati

Sutarmi (40 th) adalah istri dari seorang Aktivis Masjid, Maryanto (44 th). Keseharian Sutarmi adalah seorang petani, sedangkan suami hanyalah seorang buruh lepas. Ibu tiga anak ini mengalami sakit sejak delapan tahun silam.

Jum'at, 06/01/2017 13:06 0

Amerika

AS Masukkan Putra Usamah bin Ladin ke Daftar “Teroris”

Amerika Serikat memasukkan putra pendiri organisasi Al-Qaidah Usamah bin Ladin ke dalam daftar teroris. Dia dianggap berbahaya untuk Amerika Serikat.

Jum'at, 06/01/2017 11:42 0

Suriah

Lagi, Jet AS Bom Markas Fath Al-Syam di Idlib

Juru bicara militer AS di Baghdad, John Dorian, Kamis (05/01), mengungkpakan bahwa Washington bertanggung jawab atas serangan udara yang menargetkan markas Jabhah Fath Al-syam di kota Sarmada, pedesaan Idlib, beberapa hari lalu.

Jum'at, 06/01/2017 10:04 0

Irak

Amnesty: Senjata AS, Eropa, Rusia dan Iran Digunakan untuk Kejahatan di Irak

Organisasi Amnesty Internasional baru-baru ini membuat laporan terkait asal senjata yang digunakan oleh milisi Syiah yang dikenal Al-Hasd As-Syakbi untuk melakukan pelanggaran terhadap warga sipil Sunni di Irak. Menurut laporan yang dilansir Reuters itu, milisi pro pemerintah itu menggunakan senjata buatan AS, Eropa, Rusia dan Iran dalam melancarkan kejahatannya.

Jum'at, 06/01/2017 08:31 0

Suriah

Bom Mobil Guncang Basis Bashar Assad, 9 Tewas

Sedikitnya sembilan warga sipil tewas dan 25 lainnya terluka akibat bom mobil yang mengguncang provinsi Lattakia, Suriah Barat.

Jum'at, 06/01/2017 07:22 0

Myanmar

Myanmar Adopsi Strategi Israel Hadapi Misi Flotilla LSM Malaysia

Sebuah misi kapal flotilla Malaysia untuk pengiriman bantuan bagi Muslim Rohingya nampaknya bakal menghadapi resiko ditolak secara paksa oleh otoritas Myanmar saat mereka akan memasuki perairan negara itu. Demikian laporan yang beredar di media-media lokal di Myanmar.

Kamis, 05/01/2017 20:43 0

Opini

Fenomena Sidang Ahok: Kuasa Hukum Ahok Sibuk Permasalahkan Profil Saksi

Kedua, Tim Penasehat Hukum beserta terdakwa, dalam persidangan tersebut sibuk dengan mempermasalahkan profil para saksi, bukan fokus pada pengetahuan saksi tentang tindak pidana yang dilakukan terdakwa. Substansi pemeriksaan saksi di persidangan adalah sebagai suatu pembuktian, apakah benar telah terjadi delik yang dilakukan oleh terdakwa sehingga ditemukannya suatu kebenaran materil yang menjadi bahan pertimbangan bagi hakim dalam mengambil keputusan.

Kamis, 05/01/2017 14:58 0

Close