... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kaleidoskop 2016: Ini Statistik Serangan Taliban Terhadap Amerika Serikat

KIBLAT.NET – Selama tahun 2016, Imarah Islam Taliban terus melancarkan perjuangan mereka melawan pasukan penjajah asing beserta kaki tangannya. Juru bicara Imarah Islam Afghanistan Zabihullah Mujahid dalam siaran pers 29 Desember 2016 menyatakan bahwa Taliban telah melancarkan 9.153 kali serangan-serangan berskala besar dan kecil terhadap target pasukan Amerika Serikat dan pemerintahan bonekanya di Kabul.

Dari 9.153 serangan tersebut, 32 di antaranya dilakukan dengan taktik berani mati. Serangan telah mengakibatkan sejumlah 266 pasukan asing tewas, dan 135 lainnya luka-luka. Mengingat fakta pasukan kepolisian pemerintah boneka di Kabul, termasuk personil militer dan intelijen yang hanya digunakan sebagai bumper bagi orang-orang Amerika, dan bahwa mereka ditempatkan di garis-garis depan pertempuran melawan Mujahidin, sehingga sangat wajar apabila mereka menderita kerugian paling banyak.

Jumlah total korban tewas mencapai 17.539 yang terdiri dari aparat militer, polisi, intelijen, dan milisi Arbakis, sementara 11.272 lainnya luka-luka.

Laporan juga menyebutkan bahwa selama 2016, sebanyak 3.427 kendaraan musuh berhasil dihancurkan meliputi kendaraan lapis baja pengangkut personal (APC) dan truk-truk SUV pick-up. Selain itu, 28 pesawat terbang musuh berhasil dihancurkan di seluruh pelosok negeri, yang terdiri dari 14 helikopter, 10 pesawat drone, 2 jet tempur, dan 2 pesawat logistik.

Secara keseluruhan, mereka telah merebut berbagai wilayah, membebaskan distrik-distrik, mengepung sejumlah ibukota provinsi, memblokade jalan-jalan utama, serta berulang kali menyerang pos-pos & basis musuh sehingga menyebabkan kerugian yang luar biasa.

Rasio kerugian personal, baik yang gugur maupun cedera, di pihak mereka, menurut laporan tersebut, hanya sebesar 6 persen kerugian personal di pihak musuh. Hal itu berarti, bahwa dari setiap 100 personal musuh yang tewas, hanya 6 pejuang Taliban yang terbunuh atau luka-luka.

Tingkat kerugian di pihak Taliban jauh lebih sedikit karena musuh dalam posisi bertahan dan menghindar atau melarikan diri, sementara Taliban lebih pro-aktif dengan mengambil inisiatif memburu mereka.

“Secara moral, musuh mengalami degradasi semangat bertempur di samping bahwa mereka bingung dalam berbagai pertempuran dan tidak didukung oleh masyarakat. Sebaliknya, Mujahidin bertempur dengan semangat tinggi dalam jihad, menghancurkan pasukan musuh yang berjumlah besar hanya dengan kekuatan kecil yang efektif, mengguncang pertahanan dan agresi musuh dengan serangan-serangan berani mati, termasuk aksi-aksi serangan orang dalam,” ungkap pernyataan tersebut.

Reporter: Siberia Sanit
Editor: Salem


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pemblokiran Media Islam adalah Pengebirian Terhadap Islam

KIBLAT.NET, Jakarta- Sekertaris Umum Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman menegaskan bahwa pemblokiran media Islam adalah bentuk pengebirian...

Ahad, 01/01/2017 16:56 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Penutupan Media Islam Tak Sesuai Spirit Kebebasan Pers

KIBLAT.NET, Jakarta- Penutupan media Islam kembali dilakukan. Kali ini, dengan tuduhan menyebar berita hoax, sembilan...

Ahad, 01/01/2017 16:42 0

Tarbiyah Jihadiyah

Nasihat Syaikh Abdullah Azzam bagi Penggembos Jihad

Mereka menyangka bahwa membela Dinullah bisa dengan menepuk-nepuk badan, dengan melayani syahwat, dengan memuaskan keinginan dan membuka lembaran-lembaran kitab sambil makan apel dan pisang, minum teh dan kopi. Adakah mungkin Dinullah bisa menang tanpa pengorbanan darah, raga, dan tulang-belulang?

Sabtu, 31/12/2016 13:00 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Peniupan Terompet Bukan Budaya Islami

Saat perayaan tahun baru, masyarakat identik dengan meniupkan terompet. Menanggapi hal itu, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa peniupan terompet bukan budaya yang Islami.

Sabtu, 31/12/2016 11:38 0

Indonesia

Tahun Baru, MUI Imbau Umat Islam Tak Lakukan Budaya Menyimpang

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau kepada umat Islam agar menyikapi tahun baru dengan mensyukuri nikmat Allah.

Sabtu, 31/12/2016 11:10 0

Rohah

Al-Baqillani : Lancang Engkau Mengklaim bahwa Allah Memiliki Anak!!!

Raja Romawi mengundang seorang ulama dari kaum muslimin untuk membantahnya dan menundukkannya. Maka, kaum muslimin mengutus Abu Bakar Al-Baqillani, seorang yang cerdas dan berpikiran tajam. Mereka berkata kepada Raja Romawi, “Dia tidak akan menundukkan kepalanya jika sampai di hadapanmu.”

Sabtu, 31/12/2016 09:58 0

Indonesia

Tahun 2016, Ombudsman Paling Banyak Terima Aduan Terkait Kepolisian

Ombudsman RI mengaku pada tahun 2016 ini menerima 1.612 aduan masyarakat terkait institusi kepolisian. Hal itu diungkapkan anggota Ombudsman, Ninik Rahayu saat membeberkan hasil pemantauan lembaga terhadap pelayanan publik di instansi pemerintah selama 2016.

Sabtu, 31/12/2016 09:39 0

Video Kajian

Bolehkah Merayakan Tahun Baru ? [Ust. Miftahul Ihsan, Lc.]

KIBLAT.NET – Merayakan pergantian tahun masehi dengan gemerlap kembang api dan menghitung mundur detik menuju...

Jum'at, 30/12/2016 20:17 0

Fikih

Wanita shalat di rumah; mana yang lebih utama, berjamaah atau sendiri?

Bagi wanita, shalat di rumah tentu lebih utama daripada di masjid. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, “Sebaik-baik masjid bagi wanita adalah di dalam rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad) Namun bagaimana dengan perihal jamaah, mana yang lebih baik, shalat di rumah dengan berjamaah atau shalat sendiri?

Jum'at, 30/12/2016 19:24 0

Opini

Jangan Mau Dibohongi Pakai Pembantaian Aleppo

Aleppo, Ghauta, Rohingya hanyalah nama sebuah tempat atau bangsa. Namun pembantaian dan penderitaan yang terjadi di dalamnya, hakikatnya adalah pembantaian dan penderitaan kita juga.

Jum'at, 30/12/2016 18:10 0

Close