... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Nasihat Syaikh Abdullah Azzam bagi Penggembos Jihad

Foto: Jihad

KIBLAT.NET – Syaikh Abdullah Azzam menuturkan pengalamannya bahwa ada seseorang yang menuduh temannya yang akan berjihad dan para mujahid dengan tuduhan berpikiran sempit.

Saat itu orang yang dimaksud oleh syaikh didatangi salah seorang teman di rumahnya. Lalu temannya berpamitan mau pergi.

“Kamu mau pergi kemana?” tanya sang tuan rumah.

“Ke Peshawar,” jawab temannya.

Mendadak kesedihan tergurat di wajahnya dan mengucapkan kalimat, “Laa haula walaa quwwata illa billah, mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk kepadamu, kawan!”

Kita bayangkan, ia mengucapkan kalimat “Lâ haula wa lâ quwwata illa billâh” karena melihat seorang muslim berpikir tentang jihad, atau berpikir untuk mengunjungi orang-orang yang melangkah di atas jalan jihad.

“Berhati-hatilah dengan manusia berakal sempit yang berpikir untuk membela din,” katanya.

Sementara, dia merasa memiliki akal besar yang berpandangan luas, memiliki hati yang besar dan dada yang lapang. Dia adalah pemilik hikmah dan akal.

Ada pula orang-orang yang berani mencela para mujahid . Mereka  mengatakan orang yang berjihad dan syahid di belahan bumi Palestina, Suriah saat ini adalah mati jahiliyah. Naudzubillah min dzalik. Mereka beranggapan tidak ada jihad jika tanpa izin dari ulil amri. Ulil Amri mana yang mereka maksud?

Bahkan syaikh Abdullah Azzam pernah mengatakan dengan jelas dalam ceramahnya yang dirangkum dalam Tarbiyah Jihadiyah jilid ke-2 bahwa menurut Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat “Haram berperang tanpa izin imam kecuali dalam tiga keadaan:

  1. Jika imam menghapuskan jihad, seperti yang terjadi di negeri-negeri Arab dan negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Jihad merupakan hal yang terlarang. Pemimpin seperti itu tidak perlu ditaati, meskipun dia adalah Amirul Mu’minin. Dan jika bukan Amirul Mu’minin (pemimpin orang-orang beriman), maka mereka adalah penguasa thaghut. Apakah kita akan menganggap para pemimpin yang tidak menggunakan syariat Islam dalam kepemimpinanya sebagai ulil amri? Sebuah pertanyaan retoris yang tidak perlu jawaban terang.
  2. Imam mengesampingkan perizinan bagi maslahat yang dimaksudkan, yakni jihad yang telah menjadi fardhu ‘ain. Dalam kitab Al-Bahru Ar-Ra’iq yang bermazhab Hanafi disebutkan,

”Jika ada seorang wanita di bagian Timur bumi ditawan musuh, maka wajib bagi kaum Muslimin yang berada di bagian barat bumi membebaskannya.”

Satu orang wanita saja! Lalu bagaimana halnya jika sejumlah wanita ditawan dan diperkosa?

Syaikh Abdullah Azzam menegaskan, “Perang sekarang ini adalah fardhu ‘ain, khususnya di Palestina, Afghanistan dan di tempat mana pun yang dikotori orang-orang kafir. Sama saja apakah orang kafir itu dari negeri sendiri atau datang dari luar. Mereka harus dibersihkan dari negeri Islam. Dengan demikian, perang tetap menjadi fardhu ‘ain sampai negeri-negeri Islam dibebaskan dari cengkeraman orang-orang kafir. Sampai tak satu pun tentara kafir tetap tinggal di negeri yang dahulunya pernah menjadi wilayah Khilafah Islamiyah. Sejak jatuhnya Andalusia di tangan bangsa Salibi, maka jihad menjadi fardhu ‘ain atas setiap orang muslim.”

  1. Timbul dugaan kuat pada dirimu bahwa imam tidak akan mengizinkan.

Apakah kita akan mengharapkan keluarnya perintah jihad dari para pemimpin yang tidak menggunakan syariat Islam sebagai landasan bernegara? Apakah mungkin itu terjadi? Biarlah sejarah yang menjawab pertanyaan ini…

Baca halaman selanjutnya: Hilangnya Ghirah Jihad...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Wasekjen MUI: Peniupan Terompet Bukan Budaya Islami

Saat perayaan tahun baru, masyarakat identik dengan meniupkan terompet. Menanggapi hal itu, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa peniupan terompet bukan budaya yang Islami.

Sabtu, 31/12/2016 11:38 0

Indonesia

Tahun Baru, MUI Imbau Umat Islam Tak Lakukan Budaya Menyimpang

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau kepada umat Islam agar menyikapi tahun baru dengan mensyukuri nikmat Allah.

Sabtu, 31/12/2016 11:10 0

Turki

Striker Kosovo Ini Bandingkan Tragedi 1998-1999 dengan Perang Suriah

Pemain sepak bola Kosovo, Vedat Muriqi membandingkan kenangan masa kecilnya selama Perang Kosovo 1998-1999 dengan perang Suriah. Menurutnya, ada kesamaan antara keduanya.

Sabtu, 31/12/2016 10:26 0

Rohah

Al-Baqillani : Lancang Engkau Mengklaim bahwa Allah Memiliki Anak!!!

Raja Romawi mengundang seorang ulama dari kaum muslimin untuk membantahnya dan menundukkannya. Maka, kaum muslimin mengutus Abu Bakar Al-Baqillani, seorang yang cerdas dan berpikiran tajam. Mereka berkata kepada Raja Romawi, “Dia tidak akan menundukkan kepalanya jika sampai di hadapanmu.”

Sabtu, 31/12/2016 09:58 0

Suriah

Lagi, Rezim Assad Langgar Gencatan Senjata Terbaru di Suriah

Pasukan rezim Assad dan sekutunya dilaporkan masih terus melancarkan serangan ke sejumlah wilayah yang dikuasai oleh oposisi Suriah.

Sabtu, 31/12/2016 09:47 0

Indonesia

Tahun 2016, Ombudsman Paling Banyak Terima Aduan Terkait Kepolisian

Ombudsman RI mengaku pada tahun 2016 ini menerima 1.612 aduan masyarakat terkait institusi kepolisian. Hal itu diungkapkan anggota Ombudsman, Ninik Rahayu saat membeberkan hasil pemantauan lembaga terhadap pelayanan publik di instansi pemerintah selama 2016.

Sabtu, 31/12/2016 09:39 0

Video Kajian

Bolehkah Merayakan Tahun Baru ? [Ust. Miftahul Ihsan, Lc.]

KIBLAT.NET – Merayakan pergantian tahun masehi dengan gemerlap kembang api dan menghitung mundur detik menuju...

Jum'at, 30/12/2016 20:17 0

Fikih

Wanita shalat di rumah; mana yang lebih utama, berjamaah atau sendiri?

Bagi wanita, shalat di rumah tentu lebih utama daripada di masjid. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, “Sebaik-baik masjid bagi wanita adalah di dalam rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad) Namun bagaimana dengan perihal jamaah, mana yang lebih baik, shalat di rumah dengan berjamaah atau shalat sendiri?

Jum'at, 30/12/2016 19:24 0

Opini

Jangan Mau Dibohongi Pakai Pembantaian Aleppo

Aleppo, Ghauta, Rohingya hanyalah nama sebuah tempat atau bangsa. Namun pembantaian dan penderitaan yang terjadi di dalamnya, hakikatnya adalah pembantaian dan penderitaan kita juga.

Jum'at, 30/12/2016 18:10 0

Info Event

Kongres PMIPTI Yogyakarta ke-42 Digelar, Menghimbau Persatuan Mahasiswa Patani Se-Indonesia

Persatuan Mahasiswa Islam Patani (Selatan Thailand) di Indonesia (PMIPTI) Yogyakarta merupakan organisasi bagi generasi anak muda Melayu Patani yang melanjutkan studi di Indonesia. Sebuah organisasi mahasiswa sebagai tempat melahirkan kader-kader generasi penerus bangsanya.

Jum'at, 30/12/2016 17:12 0