... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Kaleidoskop 2016: Akhir Hidup Santoso

Foto: Pelayat mengantarkan jenazah Santoso ke pemakaman Sabtu 23/7/2016 (foto: Ahmad)

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah digulirkan operasi Camar Maleo dari I-IV dan berubah menjadi Operasi Tinombala, pada 2016 pasukan gabungan TNI-Polri mampu melumpuhkan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah.

Kronologi Terbunuhnya Santoso

Menurut keterangan Kapolres Poso AKBP Ronny Suseno, pergerakan anggota Santoso terpantau sejak tanggal 9 /07/2016 kemudian dilakukan pengejaran hingga pada hari Senin (18/07/2016) terjadilah kontak senjata yang tidak bisa dihindari.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Tinambola 2016 Kombes Pol Leo Bona Lubis menambahkan kronologi pengejaran dan kontak tembak yaitu awalnya pada 09/07/2016 mendapat beberapa informasi kemudian diadakanlah koordinasi strategi di antara seluruh unsur Operasi Tinombala sehingga diputuskan untuk melakukan operasi besar-besaran.

Selanjutnya dia menyampaikan beberapa strategi yang dilakukan saat pengejaran yaitu mengerahkan semua sektor operasi Tinombala yang berjumlah 4 sektor untuk diperbantukan dalam operasi pengejaran tersebut.

“Dalam operasi ini tentu saja kita menggunakan berbagai strategi sehingga perkuatan kita sebagian dari sektor 4 wilayah Tambarana , sektor 2 dan sektor 1 itu semua kita perbantukan untuk melaksanakan perkuatan dalam rangka operasi pengejaran kemarin,” lanjut Lubis.

Tim Alfa 29 itu adalah bagian dari operasi besar ini yang ditugaskan untuk menutup jalur pelarian dari 8 tim yang kita gunakan untuk menutup jalur pelarian dari Santoso, yang sebelumnya kita perkirakan dengan tim pengejar berada dibeberapa titik namun bergeser.

BACA JUGA  KontraS Temukan 32 Pelanggaran HAM oleh Aparat Dalam Pemburuan Santoso

Kemudian Tim Alfa 29 melihat ada masyarakat yang mecurigakan bersenjata dipinggir sungai sehingga mereka mendekat dan memastikan bahwa bersenjata kemudian mereka membuka tembakan dan melakukan penembakan.

“Terjadi kontak tembak sebentar kurang lebih sekitar 30 menit sehingga dari kontak tembak itu , dua yang tergeletak  sedangkan dua lagi melarikan diri ke arah selatan yaitu perempuan dan satu lagi laki-laki lari ke arah barat dan bersenjata,” jelasnya

Setelah kontak tembak, dilakukan penyisiran dan steril lokasi, kemudian diidentifikasi ada dua jenazah tergeletak dengan barang bukti senjata. Kemudian dilakukanlah upaya evakuasi kedua jenazah tersebut. Yaitu Santoso dan Mukhtar.

Namun pada saat kontak senjata satu orang pria yang melarikan diri. Dan diperkirakan adalah Basri, sedangkan kedua wanita adalah istri Basri dan istri Santoso.

Karena waktu tempuh tim evakuasi sangat lama, maka disimpulkan untuk jenazah menggunakan jalur udara. Hujan lebat sejak pagi sampai pukul 11.00 wita cuaca baru cerah. jenazah dinaikkan ke heli  dan tiba di Mapolsek Poso Pesisir Utara sekitar pukul 12.25 kemudian lansung diterbangkan ke Palu.

Baca halaman selanjutnya: Barang Bukti yang Ditemukan...

Halaman Selanjutnya 1 2 3 4 5
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Irene Handono Nilai Tuntutan PMKRI ke Habib Rizieq tak Proposional

Kristolog Indonesia, Irene Handono mengatakan bahwa dengan tidak dipenjaranya Ahok berpotensi memecah belah antar-ummat beragama

Rabu, 28/12/2016 08:12 0

Indonesia

Laporan PMKRI Terhadap Habib Rizieq Tak Ada Nilai dan Konsekuensi Hukum

"Apa yang mereka tuduhkan tidak ada nilainya”

Selasa, 27/12/2016 20:19 0

Indonesia

Habib Rizieq Dipolisikan, FMI Ajak Elemen Mahasiswa Islam Bersatu Bela Ulama

“Mengajak semua elemen mahasiswa, khususnya mahasiswa Islam menggalang kekuatan dan menggalang persatuan antar organisasi mahasiswa Islam se-Indonesia, sebagai bentuk pembelaan terhadap ulama,”

Selasa, 27/12/2016 19:30 0

Profil

Sulaiman Al-Halabi, Pionir “Lone Wolf” Asal Suriah

Bagaimana sikap seorang muslim ketika melihat agamanya dihina atau dilecehkan? Apakah ia akan memilih santai dan tidak peduli atau dia akan bangkit berjuang untuk membela keyakinannya yang dilecehkan?

Selasa, 27/12/2016 18:30 0

Indonesia

Ulama Madura: Fitnah Syiah pada Lembaga Kemanusiaan Adalah Teror

Lebih lanjut, Kyai Ahmad menyoroti subjektifitas kalangan Syiah dalam mendefinisikan istilah teroris. Menurutnya, Syiah akan selalu menyematkan gelar teroris bagi kelompok yang kontra dengan rezim Syiah Nushairiyyah di Suriah.

Selasa, 27/12/2016 18:04 0

Indonesia

Bantuan Suriah Difitnah: Teror Dunia Maya dan Ujian Kemanusiaan Kita

Sinergi Foundation (SF) dan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) di antara Lembaga Kemanusiaan yang disebut-sebut dalam fitnah itu. Karenanya, sebagai lembaga milik publik, penting kiranya bagi SF untuk mengklarifikasi sekaligus menyampaikan pernyataan sikap, sebagai berikut:

Selasa, 27/12/2016 17:41 0

Asia

Dikepung Polisi, 10 Ribu Biksu Lindungi Tertuduh Konspirasi Pencucian Uang

Pada November lalu, Jaksa Agung Thailand mendakwa Phra Dhammachayo dan empat biksu lainnya atas tuduhan konspirasi pencucian uang dan menerima barang hasil curian. Polisi mencoba untuk memanggil sang biksu untuk dimintai keterangan namun sia-sia.

Selasa, 27/12/2016 17:30 0

Manhaj

Tragedi Aleppo, Karena Revolusi atau Tamhish dari Allah?

Saat tragedi Aleppo kembali memanas beberapa waktu lalu, masih ada saja sebagian kelompok kaum muslimin yang salah fokus. Kelompok tersebut menjadikan tragedi Aleppo sebagai alat untuk membenarkan ‘keyakinannya’ dengan berkata, “Coba dulu nggak melakukan demonstrasi, niscaya tidak akan terjadi seperti ini.” Kira-kira begitu ujar mereka.

Selasa, 27/12/2016 16:30 0

Indonesia

PMKRI Polisikan Habib Rizieq Dianggap Akan Sebabkan Perpecahan dan Konflik

Sebagai mahasiswa PMKRI seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kerukunan antarumat beragama

Selasa, 27/12/2016 16:05 0

Irak

Serangan terhadap ISIS di Mosul Berhenti

Berbicara kepada Reuters dalam sebuah wawancara Ahad (25/12) malam, Letnan Kolonel Stuart James menegaskan bahwa invasi militer di Mosul Iraq untuk sementara dihentikan.

Selasa, 27/12/2016 15:41 0