... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Tragedi Aleppo, Karena Revolusi atau Tamhish dari Allah?

Foto: Aleppo

KIBLAT.NET – Saat tragedi Aleppo kembali memanas beberapa waktu lalu, masih ada saja sebagian kelompok kaum muslimin yang salah fokus. Kelompok tersebut menjadikan tragedi Aleppo sebagai alat untuk membenarkan ‘keyakinannya’ dengan berkata, “Coba dulu nggak melakukan demonstrasi, niscaya tidak akan terjadi seperti ini.” Kira-kira begitu ujar mereka.

Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama tentang demonstrasi, terlepas dari kebolehan keluar dari ketaatan pemimpin yang melakukan kekufuran, perkataan seperti itu tentunya menyakiti hati banyak pihak, terlebih rakyat Aleppo.

Seandainya Mereka Menaati Kami

Apa yang terjadi di Suriah hari ini adalah musibah besar yang dihadapi oleh saudara kita. Sebagai seorang mukmin, kita harus merasakan kepedihan itu. Bukankah Nabi salallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” (HR. Muslim)

Inilah rasa yang harus dimunculkan pertama kali saat melihat saudara kita terkena musibah. Kita wajib membantu mereka dengan cara apapun yang mampu kita lalukan. Menolong dan berdoa untuk mereka harus didahulukan. Kalimat apapun yang mempertanyakan latarbelakang munculnya musibah tersebut tidak pantas untuk diungkapkan. Sebab, hal itu akan mengganggu fokus kita dalam melaksanakan kewajiban menolong sesama mukmin.

Coba bayangkan keadaan yang dihadapi saudara kita di Aleppo. Mereka terjepit dalam kepungan musuh tanpa ada makanan dan minuman. Detik-detik yang mereka lalui penuh dengan teror pembunuhan. Keadaannya terus dihantui oleh mesin-mesin perang yang siap menghancurkan jasad-jasad mereka. Suasananya benar-benar berada dalam tekanan musuh yang menyerang dari berbagai penjuru. Lalu pantaskan jika tiba-tiba ada yang berkata kepada mereka, “Ini karena ulah perbuatanmu sendiri!”

BACA JUGA  Pernah Difitnah 'Hoax' Media Syiah, Omran Daqneesh Muncul Kembali

Mendengar kata-kata yang menyalahkan kaum muslimin yang sedang mengalami musibah seperti di atas, mengingatkan kita tentang kisah orang-orang munafik yang diabadikan oleh Allah dalam al-Qur’an:

الَّذِينَ قَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

“(Mereka itu) adalah orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah, “Cegahlah kematian itu dari diri kalian, jika kalian orang-orang yang benar.”(QS. Ali Imran:168)

Ketika menafsirkan ayat di atas, Ibnu Jarir At-Thabari menjelaskan, “Maknanya; agar Allah Ta’ala tahu tentang mereka yang berkata kepada saudaranya yang bergabung dengan kaum muslimin saat berperang melawan kaum musyrik di Uhud, sehingga beberapa di antara kerabat dan kaum mereka terbunuh. Lalu orang-orang munafik, yang tidak bergabung bersama saudaranya dalam jihad fi sabilillah, berkata, ‘Seandainya mereka mau menaati kami untuk tidak ikut dalam perang Uhud, maka pasti mereka tidak akan terbunuh’.”

Lalu Allah ta’ala berfirman, “Katakan kepada mereka (wahai muhammad), cegahlah dari kematian itu dari kalian  padahal kalian tidak berperang bersama mereka dan menolak untuk berjihad, sementara kalian sendiri juga akan mati’.“ (Tafsir at-Thabari, 7/383)

Mungkin orang-orang itu akan menolak permisalan tersebut. “Bagaimana kalian menyamakan kami dengan orang munafik seperti dalam ayat tersebut? Mereka itu tidak mau menolong Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam untuk melaksanakan kewajiban jihad. Bagaimana bisa kalian menyamakan kami dengan mereka sementara kami membicarakan perihal perang fitnah bukan amal jihad yang diperintahkan.

Baca halaman selanjutnya: Kewajibannya Menolong Bukan...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PMKRI Polisikan Habib Rizieq Dianggap Akan Sebabkan Perpecahan dan Konflik

Sebagai mahasiswa PMKRI seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kerukunan antarumat beragama

Selasa, 27/12/2016 16:05 0

Irak

Serangan terhadap ISIS di Mosul Berhenti

Berbicara kepada Reuters dalam sebuah wawancara Ahad (25/12) malam, Letnan Kolonel Stuart James menegaskan bahwa invasi militer di Mosul Iraq untuk sementara dihentikan.

Selasa, 27/12/2016 15:41 0

Indonesia

Lembaga Kemanusiaan untuk Suriah Difitnah, Ini Jawaban IHR

Sejumlah media online dan pendukung Bashar Assad di Indonesia dinilai telah melakukan fitnah kepada lembaga-lembaga kemanusiaan untuk membantu warga Suriah.

Selasa, 27/12/2016 15:00 0

Indonesia

Pelapor Apresiasi Putusan Hakim yang Tolak Eksepsi Ahok

Menurut Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman eksepsi yang dilayangkan Ahok jelas tidak berdasar. Karenanya, wajar jika hakim menolak keberatan tersebut.

Selasa, 27/12/2016 14:31 0

Indonesia

Wartawan Panjimas Ditangkap, Dosen Jurnalistik Unpad: Polisi Bisa Dituntut Balik

"Polisi bisa dituntut balik, mudah-mudahan kuasa hukum Ranu, dari pihak Muhammadiyah bisa mengadvokasi sampai tahap menuntut balik," katanya kepada INA, Sabtu (24/12/2016) di Bandung.

Selasa, 27/12/2016 14:27 0

Indonesia

Waw, Timbangan Jadi Bukti Kunci Keterlibatan Terduga Teroris di Jatiluhur

Rikwanto menjelaskan anggota Densus tidak menemukan bahan untuk membuat bom di rumah tersebut. Namun, dengan ditemukannya timbangan, itu menjadi indikasi kuat mereka akan membuat bom.

Selasa, 27/12/2016 13:52 1

Indonesia

Umat Islam Terus Kawal Persidangan Ahok

Ratusan umat Islam sejak pukul 06.00 pagi telah mendatangi gedung sementara Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jalan Gajah Mada nomor 17.

Selasa, 27/12/2016 13:45 0

Indonesia

Ini 3 Alasan Dahnil Anzar Minta Penahanan Jurnalis Panjimas Ditangguhkan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak pada Senin (26/12) malam mengirimkan surat ke Polda Jawa Tengah sebagai penjamin penangguhan penahanan Ranu.

Selasa, 27/12/2016 13:41 0

Suara Pembaca

Harapan Seuntai Doa untuk Bima yang Tengah Berduka

Banjir menggenang hingga setengah badan. Suasana kota Bima dalam keadaaan seperti kota mati, hiasan benhur (dokar.Red) tak dijumpai lagi. Situasi Bima saat itu menjadi lumpuh total. Berhari-hari listrik padam, sinyal jaringan komunikasi terputus, akses jembatan penghubung dimana-mana terputus, bandara pun ditutup.

Selasa, 27/12/2016 13:37 0

Indonesia

Ketua Pemuda Muhammadiyah Minta Penangguhan Penahanan Ranu Muda

Kejadian ini menarik perhatian Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Selasa, 27/12/2016 13:31 0