... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Sulaiman Al-Halabi, Pionir “Lone Wolf” Asal Suriah

Foto: Sulaiman Al-Halabi

KIBLAT.NET – Bagaimana sikap seorang muslim ketika melihat agamanya dihina atau dilecehkan? Apakah ia akan memilih santai dan tidak peduli atau dia akan bangkit berjuang untuk membela keyakinannya yang dilecehkan? Pilihan itu sejatinya ditentukan berawal dari bagaimana ia memahami firman Allah ta’ala berikut ini:

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa puas/ridha kepada kalian sampai kalian mau mengikuti millah (ajaran agama) mereka.” (QS. al-Baqarah [2]: 120).

Kemudian dalam ayat lain Allah pun menjelaskan bagaimana sikap seorang muslim yang sesungguhnya terhadap orang-orang kafir, firmanNya:

“Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya…”(QS. Al-Mujadilah: 22)

Orang-orang kafir telah mengawali berbagai bentuk perperangan terhadap Islam. Perancis adalah salah satu negara sekuler yang melakukan ekspansi militer ke beberapa negara muslim. Selain berambisi untuk menguasai wilayah, ia juga sangat arogan dalam menyebarkan ideologi sesatnya ke tengah-tengah kaum muslimin.

Lantas bagaimana sikap  kaum  muslimin dalam menghadapi permusuhan kafir sekuler itu? Sebagian di antara mereka ada yang memilih untuk melawannya dengan duduk santai di depan meja, membantah setiap propaganda musuh lewat gagasan-gagasan kosong yang sulit diterapkan. Sementara di sudut yang lain, ada yang mempersembahkan bukti perjuangannya secara nyata, yaitu dengan menyerang icon musuh tersebut. Apapun yang dimilikinya akan dimaksimalkannya untuk mencapai tujuan yang telah rencanakannya. Salah satu profil nyata dalam hal ini adalah adalah lone wolf dari Suriah, Sulaiman Al-Halabi Rahimahullah.

Mengenal Sulaiman Al-Halabi

Nama lengkapnya adalah Sulaiman Muhammad Amin Wanis Al-Halabi, lahir pada  tahun 1192 H atau bertepatan tahun 1777 M, di Desa Kukan, yaitu sebuah desa yang terletak di kota Aleppo, Suriah.

Ia menempuh pendidikan syariah selama tiga tahun di Universitas Al-Azhar dan melanjutkan tiga tahun lagi di Mekah dan Madinah. Di antara guru-gurunya yang masyhur adalah Syaikh Abdullah al-Ghazi, Syaikh Muhammad al-Ghazi, Syaikh Ahmad Wali. Semangatnya dalam menuntut ilmu, membuatnya rela untuk pergi ke beberapa negara muslim, di antaranya adalah; Mekah, Madinah, Al-Quds, Kairo dan Jazirah Arab lainnya.

Ketika menuntut ilmu di Al-Azhar, Sulaiman sempat mendaftarkan diri sebagai angkatan darat. Satu sosok yang mengajari dan menanamkan kebanggaan sebagai seorang muslim adalah syaikh Ahmad Asy-Syarqowi. Karena dialah akhirnya Sulaiman menjadi pemicu terjadinya revolusi Mesir dengan cara membunuh Kleber.

Awal mula kedatangan  Prancis ke  Mesir

Pada Mei tahun 1798, Napoleon Bonaparte melakukan ekspansi ke atas wilayah Mesir. Peristiwa ini terjadi tepat setelah 10 tahun sejak bergulirnya revolusi Prancis. Tujuan ekspansi ini adalah mengikuti ambsisinya untuk menghancurkan Inggris dengan cara mengendalikan Mesir serta merusak perdagangan antara Inggris dengan India. Napoleon juga bertujuan menjadikan Mesir sebagai pangkalan strategis Bagi Prancis di wilayah timur.[1]

Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte

Untuk menarik hati rakyat, Napoleon rela melakukan hal apapun itu asal terwujud keinginanya. Tersebarlah kabar di kalangan penduduk Mesir bahwa kedatangan Kaisar Prancis ini untuk membebaskan rakyat Mesir dari kezaliman para raja yang menguasai Mesir. Juga tersiar kabar bahwa Napoleon telah bersyahadat beserta pasukannya,padahal kabar ini adalah dusta besar.

Kemudian Napoleon Bonaparte memakai Sorban pergi ke al-Azhar, dia mengganti namanya dengan Abdullah. Dia menemui ulama-ulama al-Azhar dan berpidato dengan mengatakan bahwa dia ke Mesir untuk menolong rakyat Mesir. Dia berkata, “Saya adalah seorang muslim sejati, saya akan mengajarkan agama Islam kepada kalian.” Dan propaganda lainnya.

Salah satu dari ulama al-Azhar yang bernama Abdullah as-Sarqowi[2] berkata kepada Napoleon, “Wahai Napoleon, engkau ini datang dari negara Eropa dan kami mengetahui bahwa Eropa bukan negara Islam, maka mengapa engkau datang ke Mesir yang penduduknya beragama Islam dan mengerti agama Islam. Lebih baik engkau pergi ke negaramu mengajarkan Islam disana.” Maka marahlah Napoleon Bonaparte dan ulama al-Azhar pun mengetahui kedoknya.

Syaikh Abdullah Asy-Syarqawi

Syaikh Abdullah Asy-Syarqawi

Para ulama Al-Azhar telah mengetahui siasat licik pihak Prancis untuk mengelabui umat Islam. Melihat kenyataan kegagalan ini, maka Napoleon digantikan wakilnya untuk menduduki Mesir. Penggantinya adalah Jean Baptiste Kleber. Rupanya Kleber menggunakan cara yang berdeda dengan pendahulunya. IA menggunakan cara kekerasan dengan membunuh para ulama Al-Azhar yang dinilai sebagai motor penggerak perlawanan. Cara kasar seperti ini justru semakin memupuk semangat perlawanan rakyat Mesir. Justru muncul aksi-aksi perlawanan yang membuat Kleber kerepotan.

Baca halaman selanjutnya: Salah satu perlawanan dipimpin...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ulama Madura: Fitnah Syiah pada Lembaga Kemanusiaan Adalah Teror

Lebih lanjut, Kyai Ahmad menyoroti subjektifitas kalangan Syiah dalam mendefinisikan istilah teroris. Menurutnya, Syiah akan selalu menyematkan gelar teroris bagi kelompok yang kontra dengan rezim Syiah Nushairiyyah di Suriah.

Selasa, 27/12/2016 18:04 0

Indonesia

Bantuan Suriah Difitnah: Teror Dunia Maya dan Ujian Kemanusiaan Kita

Sinergi Foundation (SF) dan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) di antara Lembaga Kemanusiaan yang disebut-sebut dalam fitnah itu. Karenanya, sebagai lembaga milik publik, penting kiranya bagi SF untuk mengklarifikasi sekaligus menyampaikan pernyataan sikap, sebagai berikut:

Selasa, 27/12/2016 17:41 0

Asia

Dikepung Polisi, 10 Ribu Biksu Lindungi Tertuduh Konspirasi Pencucian Uang

Pada November lalu, Jaksa Agung Thailand mendakwa Phra Dhammachayo dan empat biksu lainnya atas tuduhan konspirasi pencucian uang dan menerima barang hasil curian. Polisi mencoba untuk memanggil sang biksu untuk dimintai keterangan namun sia-sia.

Selasa, 27/12/2016 17:30 0

Artikel

Kaleidoskop 2016: Taliban Semakin Kuat

Sepanjang 2016, Taliban banyak mengejutkan AS. Front-front baru kembali meletus dan Taliban meraih banyak kemajuan. Upaya-upaya untuk mengajak Taliban ke meja perundingan juga gagal. Di sisi lain, Taliban berkomitmen di jalan jihad.

Selasa, 27/12/2016 17:00 0

Manhaj

Tragedi Aleppo, Karena Revolusi atau Tamhish dari Allah?

Saat tragedi Aleppo kembali memanas beberapa waktu lalu, masih ada saja sebagian kelompok kaum muslimin yang salah fokus. Kelompok tersebut menjadikan tragedi Aleppo sebagai alat untuk membenarkan ‘keyakinannya’ dengan berkata, “Coba dulu nggak melakukan demonstrasi, niscaya tidak akan terjadi seperti ini.” Kira-kira begitu ujar mereka.

Selasa, 27/12/2016 16:30 0

Indonesia

PMKRI Polisikan Habib Rizieq Dianggap Akan Sebabkan Perpecahan dan Konflik

Sebagai mahasiswa PMKRI seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kerukunan antarumat beragama

Selasa, 27/12/2016 16:05 0

Irak

Serangan terhadap ISIS di Mosul Berhenti

Berbicara kepada Reuters dalam sebuah wawancara Ahad (25/12) malam, Letnan Kolonel Stuart James menegaskan bahwa invasi militer di Mosul Iraq untuk sementara dihentikan.

Selasa, 27/12/2016 15:41 0

Indonesia

Lembaga Kemanusiaan untuk Suriah Difitnah, Ini Jawaban IHR

Sejumlah media online dan pendukung Bashar Assad di Indonesia dinilai telah melakukan fitnah kepada lembaga-lembaga kemanusiaan untuk membantu warga Suriah.

Selasa, 27/12/2016 15:00 0

Indonesia

Pelapor Apresiasi Putusan Hakim yang Tolak Eksepsi Ahok

Menurut Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman eksepsi yang dilayangkan Ahok jelas tidak berdasar. Karenanya, wajar jika hakim menolak keberatan tersebut.

Selasa, 27/12/2016 14:31 0

Indonesia

Wartawan Panjimas Ditangkap, Dosen Jurnalistik Unpad: Polisi Bisa Dituntut Balik

"Polisi bisa dituntut balik, mudah-mudahan kuasa hukum Ranu, dari pihak Muhammadiyah bisa mengadvokasi sampai tahap menuntut balik," katanya kepada INA, Sabtu (24/12/2016) di Bandung.

Selasa, 27/12/2016 14:27 0