... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Loyalitas Sesama Muslim Harapan Nabi

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – “Sesungguhnya orang muslim itu adalah bersaudara,“ demikian salah satu makna penggalan ayat dalam surat Al-Hujurat yang kita hafal bersama. Ya, seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Saling mencintai, saling menolong dan saling loyal di antara mereka adalah bagian dari hak yang harus dipenuhi. “Seseorang tidak dianggap beriman sehingga ia mencintai saudaranya layaknya ia mencintai dirinya sendiri,” Sabda Nabi dalam salah satu majlis di hadapan para sahabatnya. Karena itu, sebagai seorang muslim, kita pun diibaratkan seperti satu tubuh.

Bentuk loyalitas antar sesama muslim telah diperlihatkan oleh para sahabat saat pertama kali masuk Islam. siapapun yang menyatakan dirinya beriman, maka secara otomatis menjadi saudaranya. Saling mencintai dan membela menjadi konsekuensinya.

Dalam kitab sirah nabawiyah, Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa ketika Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mendakwahi penduduk anshar, beliau berbicara dengan mereka, lalu membaca Al-Qur’an, bedoa kepada Allah dan mengajak manusia agar senang memeluk Islam. Kemudian beliau bersabda, “Aku membai’at kalian agar bersedia melindungiku sebagaimana kalian melindungi istri dan anak-anak kalian.”

Seketika itu Barra’ bin Ma’rur Al-Khazraji Al-Anshari, penduduk Madinah yang pertama kali berbai’at dan yang pertama kali menghadap Kiblat, langsung memegang tangan Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Baiklah, demi Dzat yang Mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi. Kami benar-benar akan melindungi engkau sebagaimana kami melindungi istri-istri kami.145

BACA JUGA  10 Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Anak-anak

Karena itu bai’atlah kami, wahai Rasulullah. Demi Allah, kami adalah para abnâul hurûb (kaum yang terbiasa dengan perang) dan ahlul hilqah (Lihai memainkan senjata) yang telah kami warisi secara turun temurun dari nenek moyang kami.”

Kemudian tiba-tiba Abu Haitsam bin Taihan berdiri menghadang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, antara kami dan orang-orang Yahudi terikat tali perjanjian dan kami telah memutuskannya. Apakah sekiranya kami melakukan itu kemudian Allah memenangkanmu, engkau akan kembali lagi kepada kaummu dengan meninggalkan?”

Rasulullah pun tersenyum lalu bersabda:

بَلْ الدَّمَ الدَّمَ ، وَالْهَدْمَ الْهَدْمَ أَنَا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مِنِّي ، أُحَارِبُ مَنْ حَارَبْتُمْ ، وَأُسَالِمُ مَنْ سَالَمْتُمْ

“Tidak. Darah adalah darah. Kehormatan adalah kehormatan. Aku adalah bagian dari kalian, dan kalian adalah bagian dariku. Aku akan memerangi siapa saja yang kalian perangi dan aku akan berdamai dengan orang-orang yang kalian ajak berdamai.” (Al-Musnad, 2/247)

Ibnu Hisyam menerangkan, “Yang dimaksud dengan kata al-hadm alhadmadalah kehormatan. Maksudnya, tanggunganku adalah tanggungan kalian dan kehormatanku adalah kehormatan kalian.” (Sirah Ibnu Hisyam, 2/84-85)

Setelah itu As’ad bin Zurarah berdiri seraya berkata, “Sebentar, wahai penduduk Yatsrib, kita melakukan perjalanan ini karena kita mengetahui betul bahwa beliau adalah seorang Rasul. Dan membawanya keluar pada hari ini adalah berarti penentangan terhadap seluruh bangsa Arab, (sebab) terbunuhnya orang-orang terbaik dari kalian, dan kalian siap menghadapi peperangan. Apabila kalian bisa bersabar atas hal itu, maka ambillah bai’at itu dan pahala kalian ada di sisi Allah. Tapi kalau kalian takut dan menghawatirkan diri kalian, maka jelaskanlah itu niscaya kalian akan dimaafkan di sisi Allah.”

Kemudian mereka berkata, “Wahai As’ad, jauhkan tanganmu dari kami. Demi Allah, kami tidak akan meninggalkan bai’at ini dan kami tidak akan membatalkannya.”

Kemudian mereka bangkit. Satu persatu mereka berbai’at kepada Nabi (Musnad Ahmad, 3/322, 339, 394, Al-Hakim, 2/624-625, dan Al-Baihaqi dalam Sunan Kubrâ, 9/9)

BACA JUGA  Begini Marahnya Rasul Ketika Ada yang Menyerupai Orang Kafir

Iya, Itulah keimanan kepada Allah dan kecintaan karena-Nya, persaudaraan di atas agama-Nya dan tolong-menolong atas nama-Nya. Semua itu topang-menopang di dalam jiwa-jiwa yang bersatu dalam kegelapan malam di sisi kota Mekah yang tenggelam dalam kesesatannya.

 

Penulis : Fakhuddin

Disadur Dari Buku “Al-Wala’ Wa Al-Bara’ Karya Muhammad Bin Sa’id Al-Qahthani

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Sulaiman Al-Halabi, Pionir “Lone Wolf” Asal Suriah

Bagaimana sikap seorang muslim ketika melihat agamanya dihina atau dilecehkan? Apakah ia akan memilih santai dan tidak peduli atau dia akan bangkit berjuang untuk membela keyakinannya yang dilecehkan?

Selasa, 27/12/2016 18:30 0

Indonesia

Ulama Madura: Fitnah Syiah pada Lembaga Kemanusiaan Adalah Teror

Lebih lanjut, Kyai Ahmad menyoroti subjektifitas kalangan Syiah dalam mendefinisikan istilah teroris. Menurutnya, Syiah akan selalu menyematkan gelar teroris bagi kelompok yang kontra dengan rezim Syiah Nushairiyyah di Suriah.

Selasa, 27/12/2016 18:04 0

Indonesia

Bantuan Suriah Difitnah: Teror Dunia Maya dan Ujian Kemanusiaan Kita

Sinergi Foundation (SF) dan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) di antara Lembaga Kemanusiaan yang disebut-sebut dalam fitnah itu. Karenanya, sebagai lembaga milik publik, penting kiranya bagi SF untuk mengklarifikasi sekaligus menyampaikan pernyataan sikap, sebagai berikut:

Selasa, 27/12/2016 17:41 0

Asia

Dikepung Polisi, 10 Ribu Biksu Lindungi Tertuduh Konspirasi Pencucian Uang

Pada November lalu, Jaksa Agung Thailand mendakwa Phra Dhammachayo dan empat biksu lainnya atas tuduhan konspirasi pencucian uang dan menerima barang hasil curian. Polisi mencoba untuk memanggil sang biksu untuk dimintai keterangan namun sia-sia.

Selasa, 27/12/2016 17:30 0

Manhaj

Tragedi Aleppo, Karena Revolusi atau Tamhish dari Allah?

Saat tragedi Aleppo kembali memanas beberapa waktu lalu, masih ada saja sebagian kelompok kaum muslimin yang salah fokus. Kelompok tersebut menjadikan tragedi Aleppo sebagai alat untuk membenarkan ‘keyakinannya’ dengan berkata, “Coba dulu nggak melakukan demonstrasi, niscaya tidak akan terjadi seperti ini.” Kira-kira begitu ujar mereka.

Selasa, 27/12/2016 16:30 0

Indonesia

PMKRI Polisikan Habib Rizieq Dianggap Akan Sebabkan Perpecahan dan Konflik

Sebagai mahasiswa PMKRI seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kerukunan antarumat beragama

Selasa, 27/12/2016 16:05 0

Irak

Serangan terhadap ISIS di Mosul Berhenti

Berbicara kepada Reuters dalam sebuah wawancara Ahad (25/12) malam, Letnan Kolonel Stuart James menegaskan bahwa invasi militer di Mosul Iraq untuk sementara dihentikan.

Selasa, 27/12/2016 15:41 0

Indonesia

Lembaga Kemanusiaan untuk Suriah Difitnah, Ini Jawaban IHR

Sejumlah media online dan pendukung Bashar Assad di Indonesia dinilai telah melakukan fitnah kepada lembaga-lembaga kemanusiaan untuk membantu warga Suriah.

Selasa, 27/12/2016 15:00 0

Indonesia

Pelapor Apresiasi Putusan Hakim yang Tolak Eksepsi Ahok

Menurut Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman eksepsi yang dilayangkan Ahok jelas tidak berdasar. Karenanya, wajar jika hakim menolak keberatan tersebut.

Selasa, 27/12/2016 14:31 0

Indonesia

Wartawan Panjimas Ditangkap, Dosen Jurnalistik Unpad: Polisi Bisa Dituntut Balik

"Polisi bisa dituntut balik, mudah-mudahan kuasa hukum Ranu, dari pihak Muhammadiyah bisa mengadvokasi sampai tahap menuntut balik," katanya kepada INA, Sabtu (24/12/2016) di Bandung.

Selasa, 27/12/2016 14:27 0