... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Harapan Seuntai Doa untuk Bima yang Tengah Berduka

Foto: Banjir Bima. (Sumber: Asianews)

KIBLAT.NET – Bima memang unik, dari atas pesawat kita akan dimanjakan dengan melihat indahnya pegunungan dan kaldera Tambora yang mendunia. “Letusan beberapa tahun silam telah membuat kaldera yang sangat besar. Tambora membentuk kaldera kering terbesar di Indonesia dan ketinggiannya berkurang dari sekitar 4.000 meter menjadi 2.000an meter,” jelas Dzul, warga asli Bima.

Bila kita cermati dari ketinggian 2.000 meter dalam pesawat yang menuju Bima, tampak geografis dataran pulau Sumbawa. Kota Bima terlihat paling menonjol dikelilingi perbukitan dengan batuan keras dan banyak tumbuh pohon bidara diatasnya. Bidara di sini termasuk tumbuhan liar yang mudah dicari di setiap jengkal tanah di Bima.

Mengenal Bima memang asyik, belum lagi dari timur jauh nampak daratan Pulau Komodo, yang dikenal dengan binatang purba yang hidup di pesisir pasir merahnya dan serunya sailing trip di sekelilingnya. Atau tentang Perhelatan MTQ XXVI lalu di Nusa Tenggara Barat telah memamerkan miniatur Kesultanan Islam Bima yang melegenda itu.

Alam yang menantang hingga lautan yang membentang, di hadapan itulah suasana Bima yang terik. Suasana yang akan sangat mempengaruhi karakter psikososial penghuninya.

Belum lagi dengan lingkungan berpacuan kuda, berburu, memanah ikan dan mengarungi lautan makin lengkap jejak pengalamannya. Wajar bila lingkungan telah membentuk karakter mereka yang kuat dan keras bila memegang prinsip.

Potretnya keindahan suasana petang di Kota Bima sebelum banjir melanda

Potretnya keindahan suasana petang di Kota Bima sebelum banjir melanda

Ada oleh-oleh yang unik di sini, selain ada madu khas Bima dan susu kuda, ada juga Rimpu. Rimpu adalah suatu pakaian khas leluhur budaya yang berasal dari suku Bima, dimana para wanita Bima menggunakan sarung (tembe nggoli) untuk dijadikan jilbab, busana adat identitas Muslimah di masa kejayaan kesultanan Islam Bima. Pakaian kemuliaan para darah biru di masa kerajaan yang kini mulai berangsur-angsur menghilang.

BACA JUGA  Joko Santoso, Takmir Masjid Penderita Stroke Butuh Bantuan Kita

Rimpu Mpida (mirip cadar) dipakai sevagai tanda perempuan masih lajang, sedangkan Rimpu Colo (muka terbuka) adalah tanda wanita telah bersuami. Rimpu masih eksis di daerah-daerah tertentu yang masih memegang kuat tradisi peninggalan kerajaan. Apalagi rimpu asli tenun tangan di perkampungan di Tambora atau Sape Bima itu lebih halus dan lembut, harganya pun lumayan berkelas. Itulah Bima, ada khas rimpu pada masa dahulunya, ada pacuan berkuda yang menjadi tantangan dan lautan luas yang menantang untuk melaut menaklukan samudera.

Bukan membanggakan, namun bolehlah berbagi. Bila Anda mengenal Hamdan Zulva, mantan seorang hakim konstitusi Republik Indonesia, dialah salah satu putra terbaik kota Bima yang pernah dikenal jagat Nusantara. Selain itu, banyak alim ulama tokoh kesultanan Bima yang sudah sedianya ada namun masih asing di tengah kita.

Bima memang kota sejarah, terlahir banyak aktivis Islam, tokoh nasional, pejabat, dan saudagar, para penghafal Al-Qur’an dari dalamnya. Namun, semuanya kini tengah dirundung duka dengan datangnya banjir dahsyat yang terjadi beberapa hari lalu.

Banjir menggenang hingga setengah badan. Suasana kota Bima dalam keadaaan seperti kota mati, hiasan benhur (dokar.Red) tak dijumpai lagi. Situasi Bima saat itu menjadi lumpuh total. Berhari-hari listrik padam, sinyal jaringan komunikasi terputus, akses jembatan penghubung dimana-mana terputus, bandara pun ditutup.

Hari ini kita terpanggil haru lagi, sembab air mata harus mengalir lagi. “Usai shalat Jum’at itu tiba-tiba datang air bah yang sangat besar menuju tempat kami,” tutur salah seorang ustadz yang menyaksikan langsung datangnya banjir. “Buku-buku perpustakaan itu telah hanyut. Karpet, mimbar dan lainnya fasilitas masjid pun tak terselamatkan. Mungkin dari ini masjid kami memulai dari awal nol lagi. Hanya ada tiang dan atap penyangga. Hasbunallah wanikmal wakiil,” imbuhnya.

Banjir dengan ketinggian lebih dari setengah badan orang dewasa. (Sumber: Republika)

Banjir dengan ketinggian lebih dari setengah badan orang dewasa. (Sumber: Republika)

Banjir kali ini terbesar dalam satu dekade terakhir. Banyak analis menilai bahwa banjir akibat penggundulan hutan atau aktivitas penambangan liar, atau segudang sebab lainya. Fokus berbenah itulah pelajaran muhasabah kejadian air bah kali ini. Mengiba menghibur diri ada salah apa gerangan dan ujian pelajaran apa yang Allah akan sampaikan. Apa mau diungkapkan, selain berbaik sangka dengan takdir kehendak Allah ‘azza wa jalla. Inilah ujian yang harus kita menyadarinya. Sabar, sabar dan sabar tanpa putus menyerah harapan.

BACA JUGA  Joko Santoso, Takmir Masjid Penderita Stroke Butuh Bantuan Kita

Apa mau dikata, Allah menguji semua yang ada di kota ini, semua yang mengaku Muslim dan saudara seiman. Aleppo di Suriah serta Bumi Islam lainnya belumlah usai nasib ceritanya. Tapi, bolehlah kita berharap dengan seuntai doa, untuk Bima juga Aceh yang hari ini tengah berduka.

Penulis: Ali Azmi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ketua Pemuda Muhammadiyah Minta Penangguhan Penahanan Ranu Muda

Kejadian ini menarik perhatian Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Selasa, 27/12/2016 13:31 0

Indonesia

Jaga Spirit 212, Umat Islam Palu Gelar Tabligh Akbar Al-Maidah 51

“Ada apa dengan Surat Al Maidah 51?” Begitulah pertanyaan pembuka oleh pembawa acara kegiatan Tabligh Akbar Al Maidah yang dilaksanakan organisasi Ashabul Fath di Masjid Al Munawarah Pertanian Palu.

Selasa, 27/12/2016 12:53 0

Opini

Indonesia Negeri Hukum Atau Kekuasaan?

Sebagai negara yang katanya negara hukum, seharusnya kepolisian lebih dulu menangkap manager Social Kitchen Café, yang sudah jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) terkait jam buka toko. Hingga menjelang Subuh, sebagaimana penuturan warga sekitar, tempat itu masih saja terdengar dentuman musik.

Selasa, 27/12/2016 12:18 0

Indonesia

Hakim Kasus Ahok: Pengadilan Sidangkan Perkara Bukan Atas Desakan Massa

"Tapi pelimpahan penuntut umum yang memohon disidang dan diadili,"

Selasa, 27/12/2016 11:48 0

Wilayah Lain

Israel Seru Pengikut Yahudi Tinggalkan Perancis

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, Senin (26/12), menyeru 600 ribu pengikut Yahudi di Perancis untuk meninggalkan negara tersebut dan menetap di Israel.

Selasa, 27/12/2016 11:15 0

Indonesia

Hakim Tolak Eksepsi Ahok, Sidang Kasus Penistaan Agama Berlanjut

"Keberatan yang dibuat terdakwa tidak dapat diterima,"

Selasa, 27/12/2016 10:42 0

Pakistan

Rayakan Natal dengan Miras Oplosan, 12 Warga Kristen Pakistan Tewas

Polisi Pakistan mengumumkan bahwa 12 warga Kristen tewas setelah minum miras oplosan selama liburan Natal, sebagaimana dilaporkan Asosiated Press, Senin (26/12).

Selasa, 27/12/2016 10:00 0

Suriah

Incar Sumber Air Utama untuk Damaskus, Rezim Tingkatkan Serangan Udara

Pasukan rezim Suriah dan milisi pendukung , Senin (26/12), meningkatkan serangan udara dan artileri ke wilayah sumber air, Wadi Barada, pedesaan Damaskus.

Selasa, 27/12/2016 09:17 0

Indonesia

Sejak Pagi, Ratusan Umat Islam Padati Sidang Kasus Ahok

Ratusan umat Islam sejak pukul 06.00 pagi telah mendatangi kantor sementara Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jl. Gajah Mada, Jakarta Utara, Selasa pagi (27/12).

Selasa, 27/12/2016 08:28 0

Indonesia

Pesan Pelapor Kasus Ahok: Rakyat Bersama Hakim yang Pro Keadilan

"Majelis Hakim tak perlu takut dengan segala bentuk intervensi apapun bentuknya,"

Senin, 26/12/2016 20:40 0

Close