Dituding Lakukan Propaganda, Jurnalis Media Islam Ditangkap Polisi

KIBLAT.NET, Surakarta – Jurnalis media Islam Ranu Muda Adi Nugroho ikut ditangkap polisi terkait insiden perusakan kub penyuguh tarian telanjang yang berkedok restoran, Social Kitchen di Solo.

Ranu ditangkap karena dituduh terlibat melakukan propaganda pada insiden Ahad (18/12) dini hari itu.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Kiblatnet, sejumlah aktivis LUIS dengan mengendarai satu mobil mendatangi  Social Kitchen, sebuah klub malam  berkedok restoran pada Ahad pukul 01.45-02.35 WIB.

Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan surat somasi setelah surat peringatan yang disampaikan pada September 2016 lalu tidak digubris pihak Social Kitchen. Surat peringatan tersebut berisi keberatan masyarakat atas penjualan miras, adanya pertunjukan tari telanjang dan jam operasional yang melampaui batas di Social Kitchen.

Bersama dengan sebuah mobil yang ditumpangi aktivis LUIS, puluhan orang dengan mengendarai sepeda motor turut datang ke Social Kitchen. Saat itu, suasana di klub malam tersebut sedang ramai oleh pengunjung yang tengah menikmati alunan musik dan minuman beralkohol.

Massa yang datang memasang pamflet bertuliskan “Social Kitchen Langgar Perda” dan disebut-sebut melakukan penyerangan hingga mengakibatkan adanya kerusakan pada Social Kitchen.

Humas LUIS, Endro Sudarsono membantah adanya penyerangan ke Social Kitchen. Ia mengatakan anggota LUIS datang ke Social Kitchen untuk menyodorkan surat permohonan penutupan Sosial Kitchen karena dugaan penyalahgunaan izin.

“Kami datang baik-baik hanya dengan satu mobil. Saat kami mau bertemu pengelola, tiba-tiba ada masa datang dan masuk ke ruangan. Masa aksi di luar kendali LUIS. Rencana kami ke sana kemungkinan bocor dulu,” kata Endro sebelum dijemput polisi.

BACA JUGA  Yuk, Ikuti! Serial Webinar: Kiat Selamat Meski Hirup Udara Hoaks

Ranu berada dalam satu mobil yang sama dengan Endro dan sejumlah aktivis LUIS lainnya saat berangkat ke Social Kitchen. Di dalam mobil tersebut juga ada seorang intel kepolisian membersamai mereka.

“Keterlibatan sebagai tim propaganda kelompok yang melakukan kekerasan bersama-sama di Sosial Kitchen,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menuding peran Ranu, pada Jumat (23/12/2016).

Rikwanto menuding Ranu merupakan rekan dari kelompok yang melakukan perusakan dan penganiayaan saat LUIS hendak melayangkan surat somasi ketiga kalinya untuk Social Kitchen pada Ahad (18/12).

Polisi menyebut 9 orang terluka dan sejumlah barang di restoran tersebut rusak akibat tindakan kelompok di luar agenda LUIS.

“Yang bersangkutan (Ranu Muda) ikut serta mulai dari perencanaan, ke TKP serta ikut dalam rombongan sweeping dan perusakan. Yang bersangkutan juga mendokumentasikan semua aksi rekan-rekannya,” terang Rikwanto.

Saat ini, Ranu Muda sudah dibawa ke Mapolda Jateng untuk diperiksa tim penyidik. Polisi dipastikan Rikwanto masih mengembangkan kasus ini

Penangkapan terhadap Ranu Muda dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis (22/12) oleh tim Ditreskrimum Polda Jateng. Ranu ditangkap di Dk. Ngasinan RT 003/004 Ds. Kuwarasan, Grogol, Sukoharjo.

Sejumlah barang bukti yang disita yakni kamera digital Canon, pakaian yang digunakan saat sweeping di Social Kitchen, tas ransel, 2 unit laptop dan 2 unit HP.

Diberitakan sebelumnya, usai insiden di Social Kitchen, polisi menangkap sejumlah orang dan dibawa ke Mapolda Jateng. Mulanya ada 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

BACA JUGA  TNI Copot Baliho HRS, Munarman: Rakyat Tau Penggeraknya Presiden

Empat orang diduga anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan seorang pengacara ditangkap polisi. Kelimanya berinisial EL, JS (pengacara LUIS), ES, YS dan SA.

Dalam pengembangan penyidikan, polisi menetapkan tiga orang tersangka baru berinisial M, YM, dan RM. Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova menyebut penangkapan dilakukan pada Kamis (22/12).

 

Reporter: Fajar Shadiq
Editor: Alamsyah

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat