... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Pro-Kontra Dubes Rusia Ditembak Mati

Foto: Mevlut Altintas

KIBLAT.NET – Dor..dor…dor..dor..dor..beberapa tembakan yang dilepaskan oleh Mavlud Altinthos menjadi pembicaran di mana-mana. Pasca penembakan tersebut Mavlud meneriakkan beberapa kata yang intinya adalah pesan kepada dunia bahwa apa yang dia lakukan adalah pembalasan atas apa yang dilakukan Rusia Suriah, terkhusus Aleppo.

Media-media mainstream nasional langsung menyebut penembakan itu sebagai aksi teror. Pro kontra terjadi di kalangan Islamis baik lokal maupun dunia. Sebagian kalangan menganggap bahwa pelakunya adalah loyalis Fethullah Ghulen yang mencoba memuat sulit posisi Erdogan, berbagai analisapun dimunculkan untuk mendukung argumentasi tersebut.

Sementara bagi sebagian umat Islam Mevlut dianggap sebagai hero di tengah mandulnya negara-negara dunia dalam menghentikan serangan terhadap Aleppo. Munculnya Mevlut dianggap sebagai obat sakit hati kaum muslimin atas apa yang terjadi di Aleppo. Namun hal itu tidak berlaku bagi sebagian pihak, menurut mereka apa yang dilakukan Mevlut Althintas adalah hal yang dilarang di dalam Islam, karena dubes Rusia di Turki terlindungi darahnya karena memiliki perjanjian (‘ahd) dengan pemerintah Turki. Memperkuat argumentasi di atas mereka menyitir sabda Nabi Muhammad SAW  yang diriyawatkan oleh Abu Daud :

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لهما حين قرأ كتاب مسيلمة ما تقولان أنتما قالا نقول كما قال قال أما والله لولا أن الرسل لا تقتل لضربت أعناقكما

Artinya, “Saya mendengar Rasulullah SAW berkata kepada keduanya (utusan Musailamah Al-Kadzdzab) saat beliau membaca surat dari Musailamah, “Apa pendapat kalian?” mereka menjawab, “Pendapat kami sama dengan Musailmah.” Rasulullah SAW berkata, “Demi Allah, kalau bukan karena utusan itu tidak boleh dibunuh, niscaya akan aku penggal leher kalian berdua.” (HR Abu Daud)

Dengan dua argumentasi di atas maka disimpulkanlah bahwa apa yang dilakukan Althinthas adalah sebuah kesalahan.

BACA JUGA  Kemenag: Harus Ada Standar Imam Masjid

Sebenarnya untuk bisa melihat aksi, kita perlu diskusi panjang dan mendiskusikan tema-tema besar yang jelas tidak akan selesai oleh tulisan sederhana ini. Sebenarnya banyak benang kusut yang harus diurai, banyak silang sengkarut yang harus dijelaskan

Status Mu’ahad Dubes Rusia

Di antara musibah besar yang menimpa kaum muslimin adalahnya runtuhnya khilafah Islamiyah pada tahun 1924. Dengan runtuhnya khilafah komando utama kaum muslimin runtuh, negeri-negeri kaum muslimin terpetak-petak ke batas-batas Negara. Tidak hanya itu, musuh-musuh Islam berusaha menempatkan boneka-bonekanya di negeri kaum muslimin dan mereka mengontrol dari jauh.

Musibah yang kami sebut di atas, merubah banyak hal. Di antara contohnya adalah sejauh mana jaminan keamanan (isti’man) itu berlaku terhadap warga negara yang memerangi negeri kaum muslimin. Sebagai contoh, saat Amerika menyerang negeri-negeri kaum muslimin seperti Afganistan, apakah berlaku jaminan keamanan terhadap rakyat Amerika yang memasuki negeri kaum muslimin lainnya yang tidak terlibat perang dengan Amerika. Atau apakah perjanjian damai (‘ahd) antara Amerika dengan seluruh negeri kaum muslimin batal atau hanya batal sebatas daerah yang diserang oleh Amerika?

Terkait masalah di atas, Syaikh Dr Abdul Karim Zaidan berkata, “Negeri-negeri kaum muslimin adalah satu kesatuan walaupun penguasanya berbeda-beda.” (Ahkam Dzimmiyin wal Musta’minin fi daril Islam hal 19)

Pendapat Syaikh Abdul Karim Zaidan (Guru besar fikih dan ushul fikih di Universitas Baghdad dan Al Iman Yaman) di atas menegaskan bahwa walaupun berbeda-beda pemerintah namun hakikatnya negeri Islam itu adalah satu. Hal ini sebenarnya relevan dengan fakta sejarah, mulai dari masa khulafa’ur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah dan Bani Utsmaniyah negeri kaum muslimin secara umum adalah satu.

Kealpaan khilafah juga berdampak kepada carut marutnya siapa pemberi otoritas jaminan keamanan dan kapan jaminan keamanan itu batal dan siapa yang berhak menetukan batal dan tidak? Karena ada kalanya jaminan kemanan itu batal, sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Abdul Karim Zaidan.

BACA JUGA  Umat Islam dan Sejarah 1965

Beliau berkata, “Apakah akad dzimmah batal jika terbukti berbuat tajassus? Ulama berbeda pendapat akan hal ini menjadi dua pendapat. Pendapat pertama menganggap batal akad dzimmahnya sehingga dia menjadi (kafir) harbi yang tidak punya lagi jaminan kemanan. Pendapat ini Imam Auza’i, Malikiyah dan pendapat yang rajih di Hanabilah. Sementara pendapat kedua menyebutkan tidak batal akad dzimmahnya dengan tajassus. Ini adalah pendapat Hanafiyah, Syafiiyah, Zaidiyah dan pendapat yang marjuh di Hanabilah.” (Ahkam Dzimmiyin wal Musta’minin fi daril Islam hal 241)

Beliau merajihkan pendapat yang mengatakan bahwa akad dzimmah tidak batal dengan melakukan tajassus, walaupun beliau tidak menjelaskan apakah itu pada kondisi perang atau kondisi damai. Beliau berkata, “Kami merajihkan pendapat yang keduakarena tajassus adalah sebuah kriminal yang tidak ada kaitannya dengan akad dzimmah. Dan ahludz dzimmi telah menjadi penduduk negeri Islam.” (Ahkam Dzimmiyin wal Musta’minin fi daril Islam hal 241)

Terkait musta’min beliau berkata, “Syafi’i dan Hanafiyah dengan tegas menyatakan bahwa jaminan keamanan bagi musta’min yang melakukan tajassus tidaklah batal, sementara Malikiyyah menganggap tajassus membatalkan jaminan keamanan.” (Ahkam Dzimmiyin wal Musta’minin fi daril Islam hal 242)

Dari pemaparan di atas, nampak bahwa permasalahn status mu’ahad dubes Rusia untuk Turki, bukan permasalahan yang selesai dengan menyitir satu atau dua hadits. Tidak ada masalah dengan haditsnya, akan tetapi untuk menerapkan hadits tersebut pada kondisi hari ini terlalu banyak variable dan mulabasat zuruf (kondisi yang rumit dan kompleks) yang menyertainya.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Apakah Dubes Itu Seorang Rasul...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Pro-Kontra Dubes Rusia Ditembak Mati”

  1. ninik pujayanti

    bersiaplah wahai rusiun dan syiah dimana saja berada, akan ada banyak Mavlud Altinthos di indonesia

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dubes Rusia untuk Indonesia: Operasi Militer Kami di Suriah atas Permintaan Rezim

Duta besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin mengklaim bahwa selama ini Rusia telah memperhitungkan target dalam operasi militer di Suriah.

Kamis, 22/12/2016 18:34 0

Indonesia

KH. Cholil Ridwan: Musuh Paling Berbahaya Umat Islam adalah Kaum Munafik

Dewan Pembina Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), KH. Cholil Ridwan menegaskan bahwa sudah saatnya umat Islam memahami bahwa musuh Islam telah bersatu dan kompak untuk menghabisi Islam dan kaum muslimin.

Kamis, 22/12/2016 17:29 1

Amerika

Hanya Karena Berbicara Bahasa Arab di Pesawat AS, Pemuda Arab Ini Diusir

Seorang pemuda Arab mendokumentasikan saat dirinya diusir dari sebuah pesawat komersil milik perusahaan Delta di Amerika Serikat

Kamis, 22/12/2016 17:00 0

Rohah

Siapa yang Berani Mengambil Pedang ini?

Serentak semuanya mengangkat tangannya, mereka mengira pedang tersebut merupakan hadiah. Lantas beliau bersabda, “Siapakah yang berani mengambil pedang ini dengan menunaikan haknya?”

Kamis, 22/12/2016 16:16 0

Suriah

Ini Tanggapan Jubir Fath Al-Syam Atas Aksi Mevlut Mert Altintas

Juru bicara resmi gerakan jihadis oposisi Suriah Jabhah Fath Al-Syam (JFS), Hussam Syafi'i, Rabu (21/12), mengungkapkan bahwa aksi pembunuhan Dubes Rusia di Turki merupakan respon alami.

Kamis, 22/12/2016 14:00 0

Suriah

Pernyataan Palsu Atas Nama Fath Al-Syam Akui Pembunuhan Dubes Rusia

Sebuah pernyataan mengatasnamakan gerakan Jabhah Fath Al-Syam (JFS) pimpinan Abu Muhammad Al-Jaulani, yang tersebar pada Rabu (21/12), mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Dubes Rusia untuk Turki Andrey Karlov.

Kamis, 22/12/2016 13:00 0

Yaman

Petinggi Hutsi yang Dilatih Iran Tewas di Taiz

Salah satu petinggi Hutsi yang pernah dilatih ahli militer Iran tewas di Taiz, Yaman Selatan. Hussein Ali Yahya Al-Ya'ri tewas pemberontak Syiah Hutsi terlibat bentrok dengan pasukan yang setia kepada Presiden Abdu Rabbuh Mansour Hadi.

Kamis, 22/12/2016 12:34 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Hormati Fatwa MUI

Beberapa hari ini fatwa Majelis Ulama Indoneisa (MUI) terkait Hukum Menggunakan Keagamaan Atribut Non Muslim menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.

Kamis, 22/12/2016 10:50 0

Turki

Empat Belas Tentara Turki Tewas di Al-Bab, Suriah Utara

Militer Turki mengatakan, Rabu (21/12), pertempuran sengit berkecamuk antara pasukan pejuang oposisi Suriah yang didukung oleh Turki dan pasukan Daulah Islamiyah (ISIS) di kota Al-Bab, pedesaan Aleppo. Sedikitnya 14 tentara Turki tewas dalam pertempuran itu.

Kamis, 22/12/2016 10:16 0

Suriah

Badai Salju Hambat Proses Evakuasi Terakhir Warga Aleppo Timur

Evakuasi tahap akhir warga dan pejuang dari Aleppo Timur pada Rabu malam (21/12) terkendala hujan salju yang mulai mengguyur Suriah.

Kamis, 22/12/2016 09:22 0

Close
CLOSE
CLOSE