Dubes Rusia untuk Indonesia: Operasi Militer Kami di Suriah atas Permintaan Rezim

KIBLAT.NET, Jakarta – Duta besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin mengklaim bahwa selama ini Rusia telah memperhitungkan target dalam operasi militer di Suriah.

“Kami telah memperhitungkan target kami dengan jeli dan hati-hati sehingga serangan kami tidak akan mengenai rumah sakit, acara pernikahan dan tidak mengenai lokasi sah tentara Suriah,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Rusia, Jakarta pada Rabu (21/12).

Di sisi lain, Galuzin mengatakan operasi yang dilakukan negaranya di Suriah adalah dalam rangka membasmi terorisme. “Itu atas permintaan sah pemerintahan resmi Suriah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa halangan terbesar dalam membasmi terorisme di Aleppo adalah karena ketidakmampuan Amerika untuk memisahkan posisi-posisi yang seharusnya dimoderasi (sarang teroris).

Menurutnya, apa yang terjadi di Aleppo sama dengan apa yang terjadi di Mosul. Namun di Mosul tidak terdengar suara kegelisahan.

“Masalah yang terjadi di Mosul sama dengan masalah yang terjadi di Aleppo, yaitu karena ditinggali oleh para teroris. Sehingga kita harus melakukan operasi di sana untuk melawan teroris tersebut,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejak November 2015 lalu Rusia melakukan kampanye militer di Suriah yang menargetkan oposisi yang dianggap teroris. Namun, berbagai lembaga kemanusiaan melaporkan bahwa serangan Rusia telah menewaskan warga sipil, termasuk menghancurkan berbagai fasilitas medis dan pendidikan.

Reporter: Taufiq Ishak
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat