... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Jihad Media untuk Warga Aleppo

Foto: Jihad media

KIBLAT.NET – Aleppo kembali mencekam. Konflik yang terjadi di kota terbesar kedua setelah Damaskus itu, kini berada pada titik yang cukup tragis. Sebagian besar wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh para mujahidin kembali dikuasai oleh tentara rezim syiah Bashar Assad. Ribuan kaum muslimin terancam menjadi korban genosida (pembantaian masal).

Dari sejumlah laman pemberitaan dan kicauan langsung dari warga Aleppo di sosial  media, menunjukkan betapa ngerinya kondisi yang sedang terjadi di sana. Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan sepanjang kota. Anak-anak tanpa dosa dibunuh dan para wanita diperkosa sebelum dibunuh.

Perihnya penderitaan yang sedang mereka hadapi, menyebabkan para ulama dari berbagai penjuru dunia menyerukan umat Islam agar melaksanakan qunut nazilah. Dan tidak sedikit di antara mereka yang menyatakan secara tegas bahwa hukum jihad membantu warga Aleppo hari ini adalah wajib dengan cara apa pun yang mampu kita lakukan.

Kewajiban Jihad Demi Menolong Penduduk Aleppo

Kondisi kita yang jauh atau belum mampu bergabung langsung, bukan berarti kita dibolehkan untuk berdiam diri dan tidak bergerak demi meringankan beban mereka. Kita tetap diwajibkan untuk menolong saudara kita yang sedang dikepung musuh. Ada banyak hal yang mampu kita lakukan agar kewajiban tersebut gugur dari pundak kita.

Syekh Hakim Al-Mathiri dalam chanel telegramnya, ia menuliskan, “Jihad di jalan Allah untuk menolong kaum muslimin yang terkepung di Aleppo saat ini adalah wajib hukumnya, baik dengan harta, pemikiran ataupun lewat kata-kata. Allah ta’ala berfirman;

وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. At-Taubah: 41)

Lalu dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala juga menegaskan:

وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا

“…Kobarkanlah semangat orang-orang beriman untuk berperang. Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang kafir itu. Allah sangat besar kekuatanNya dan sangat keras siksaNya.” (QS An-Nisaa: 84)

Sejatinya makna jihad yang dimaksudkan dalam ayat al-quran adalah berperang dengan mengangkat senjata. Tapi dalam amalan jihad, tidak semuanya juga harus mengangkat senjata. Ada peran-perang penting lainnya yang dibutuhkan di medan jihad, misalnya tim medis yang mengobati korban luka-luka atau awak media yang memberitakan kondisi yang sebenarnya kepada kaum muslimin di dunia.

BACA JUGA  Spanduk Bertuliskan "Hukum Maksimal Si Penista Agama" Berkibar di Istiqlal

jihad melawan musuh melalui kata-kata (kalimah) atau dengan memaksimalkan media massa untuk membentuk opini masyarakat, juga tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan jihad jiwa merangkul senjata dan jihad harta.

Jihad Kalimah untuk Muslim Aleppo

Adalah sahabat Hasan bin Tsabit, ia merupakan salah satu teladan dari  kalangan para sahabat yang berjihad melalui kata-kata. Saat itu, Hasan bin Tsabit diriwayatkan adalah sosok yang cukup ulung dalam melawan kaum musyrikin lewat susunan syair yang beliau rangkai kata demi kata.

Mengenai keutamaan peran yang beliau lakukan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

إِنَّ رُوحَ الْقُدُسِ لَا يَزَالُ يُؤَيِّدُكَ مَا نَافَحْتَ عَنْ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

“Sesungguhnya jibril senantiasa menolongmu selama engkau membela Allah dan rasul-Nya.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain Abu Hurairah menceritakan bahwasanya Umar bin Khathab pernah berjalan melewati Hassan yang sedang melantunkan sya’ir di Masjid. Lalu Umar menegurnya dengan pandangan mata. Tetapi Hassan berkata; “Dulu saya pernah melantunkan syair di Masjid ini, yang ketika itu ada seseorang yang lebih mulia daripadamu yaitu (Rasulullah).” Kemudian Hassan menoleh kepada Abu Hurairah seraya berkata; “Saya bersumpah kepadamu dengan nama Allah hai Abu Hurairah, pernahkah kamu mendengar Rasulullah berkata kepada saya, Hai Hassan, balaslah sya’ir orang-orang kafir untuk membelaku! Ya Allah ya Tuhanku, dukunglah Hassan dengan Jibril! ‘Abu Hurairah menjawab; ‘Ya, Saya pernah mendengarnya.” (HR. Muslim)

Kisah hasan bin tsabit di atas menunjukkan bahwa termasuk jihad di jalan Allah adalah menggunakan wasilah atau perangkat media untuk mengabarkan kepada masyarakat luas, baik gambar, video, suara atau kata-kata untuk menolong kaum muslimin yang lemah, membantu mereka serta memotivasi mereka untuk melakukan perlawanan terhadap musuh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

BACA JUGA  Bertahap (Tadarruj) Dalam Menegakkan Syariat Islam

جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ

“Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan harta, jiwa dan lisan kalian.” (HR. Abu Dawud)

Dalam salah satu risalahnya yang diberi judul Ittihaful `Ibad Bifadhoilil Jihad, Syaikh Abdullah Azzam Azzam berkata, “Jihad dengan lisan adalah menampilkan aksi jihad dengan gambaran yang menarik dan membendung serangan media yang dikampanyekan terhadap jihad Afghan. Juga bisa dengan berdiri melawan pencitraan buruk terhadap jihad atau merusak kepribadiannya atau membunuh karakter para pemimpinnya. Juga dengan membantah para pengembos, penyeleweng, penyinyir serta mereka yang menyebarkan berita bohong.”

Syekh Hakim Al-Mathiri di penghujung tulisannya menegaskan, “Tidak mau berjihad, walaupun hanya sekedar lewat kata-kata, karena takut kepada musuh adalah bagian dari nifak ‘amali (perbuatan). sementara meninggalkan amalan jihad karena ingin menjauh dari amalan tersebut atau karena meremehkan kewajiban tersebut adalah bentuk nifak qalbi (keyakinan).”

Lalu ia melanjutakan, “Barangsiapa yang mati sementara dia belum pernah berjihad dan belum pernah berniat untuk berjihad maka dia mati dalam keadaan menjadi orang munafik. Rasulullah bersabda;

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ, وَلَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ بِهِ, مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

“Barangsiapa meninggal dunia sementara dia belum pernah berperang atau meniatkan diri untuk berperang, maka dia mati di atas satu cabang dari kemunafikan.” (HR. Muslim)

Tidak ada udzur (toleransi hukum) bagi kaum muslimin di dunia ini untuk meninggalkan jihad atau mengobarkan jihad untuk menolong kaum muslimin di Aleppo, atau di Syam secara umum—Mereka sedang berperang  melawan kezaliman koalisi salibis—lewat kata-kata karena takut dengan penguasa. Padahal hanya Allah lah yang berhak untuk ditakuti. Wallahu a’lam bis shawab!

 

Penulis : Fakhruddin, diinisiasi dari tulisan Syekh Hakim Al-Mathiri, Sumber: https://telegram.me/DrHAKEM

Editor : Arju

 

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Tampung 80 Ribu Pengungsi Aleppo, Turki Bangun Kamp di dalam Suriah

Tiga lembaga berberda bekerjasama dalam pembangunan kamp penampungan pengungsi itu. Selain IHH, juga ada Bulan Sabit Merah Turki dan AFAD

Ahad, 18/12/2016 10:12 0

Indonesia

Sikapi Kunjungan Pejabat RI ke Iran, ANNAS Ajukan Audiensi dengan MPR

Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) mengajukan permohonan audiensi kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyikapi lawatan para pemimpin Indonesia ke Iran.

Sabtu, 17/12/2016 18:06 0

Inggris

Media Inggris Sebut Jilbab dan Surban adalah Ciri Teroris

Harian asal Inggris, The Sun, pada edisi 11 Desember 2016 lalu membuat sebuah panduan untuk mengenali pelaku terorisme. Panduan itu menampilkan tiga sosok foto yang menurut media Barat dikategorikan sebagai teroris, yaitu: The White Widow (Samantha Lewthwaite), Osama bin Laden dan Jihadi John.

Sabtu, 17/12/2016 16:56 0

Suriah

Amerika Lipat Gandakan Hadiah Bagi Pemberi Informasi Keberadaan Pemimpin ISIS

Jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari hadiah yang dijanjikan oleh Amerika untuk tujuan serupa pada Oktober 201

Sabtu, 17/12/2016 15:36 0

Tunisia

Media Tunisia Ungkap Pembunuhan Insinyur Drone Hamas oleh Mossad

Mossad diyakini berada di balik pembunuhan Mohammad al-Zawahri, insinyur penerbangan organisasi perlawanan Palestina, Hamas. Menurut laporan media Tunisia, Al-Zawahri ditembak mati dari jarak dekat di dalam mobilnya di kota Sfax pada Kamis (15/12) lalu.

Sabtu, 17/12/2016 14:54 0

Arab Saudi

Polisi Saudi Tangkap Pria Suriah Pro-Assad

Polisi Saudi menangkap seorang warga Suriah di Riyadh setelah ia memposting foto dirinya di Facebook sembari memuji perebutan kembali sebagian wilayah Aleppo oleh pasukan rezim Assad.

Sabtu, 17/12/2016 13:47 0

Mali

Update Sahara: Jihadis Lancarkan Serangan Terkoordinasi di Burkina Faso

Sebuah pos militer di bagian utara Burkina Faso dekat perbatasan dengan Mali dilaporkan menjadi target serangan terkoordinasi pada hari Jumat (16/12) dini hari kemarin. Sedikitnya 11 tentara dan seorang polisi Burkina Faso tewas dalam serangan yang diduga dilancarkan oleh kelompok jihadis.

Sabtu, 17/12/2016 13:12 0

Info Event

Hadir dan Ikuti! Tabligh Akbar “Membantu Negeri Syam di Musim Dingin”

Aleppo kembali membara, duka lara terus menerpa. Ditambah dengan musim dingin, sungguh derita mereka kian tak terkira.

Sabtu, 17/12/2016 12:41 0

Indonesia

Tragedi Aleppo dan Rohingya, KH. Imtihan Asy-Syafi’i Ajak Berdoa Qunut Nazilah

Mengingat tragedi yang menimpa umat Islam di Aleppo maupun di Rohingya, Pimpinan Ma'had Aly An-Nur Sukoharjo, KH. Imtihan Asy-Syafi'i mengajak seluruh kaum muslimin untuk membantu mereka.

Sabtu, 17/12/2016 12:30 0

Suriah

Rusia Kumpulkan Perwakilan 24 Partai Kurdi Suriah di Pangkalan Hmeimeem

Komando militer Rusia di Suriah baru-baru ini mengundang perwakilan 24 partai Kurdi di Suriah untuk berkumpul di pangkalan militer Humaimim di provinsi Lattakia

Sabtu, 17/12/2016 11:38 0